Greyparrot mengumumkan pendanaan Seri B sebesar US$27 juta (sekitar Rp431 miliar) pada 28 Juli 2026, dipimpin investor teknologi Omar Mir, sehingga total pendanaan mencapai US$60 juta. Sistem kamera Analyzer bertenaga AI yang dipasang di jalur sabuk pemilahan mampu mengidentifikasi material, produk, dan merek setiap...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What key details were announced about Greyparrot's $27 million Series B funding round in July 2026, including the lead investor, the company. Article summary: On July 28, 2026, Greyparrot announced a **$27 million Series B funding round** led by **technology investor Omar Mir**, bringing the London-based AI waste intelligence company's total funding to **$60 million** [6][44].. Topic tags: general, general web, user generated, government. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, ch
Pada 28 Juli 2026, perusahaan kecerdasan buatan (AI) untuk pengelolaan sampah asal London, Greyparrot, mengumumkan perolehan pendanaan Seri B sebesar US$27 juta yang dipimpin oleh investor teknologi Omar Mir. Putaran ini membawa total pendanaan perusahaan menjadi US$60 juta . Greyparrot didirikan pada tahun 2019 oleh Mikela Druckman, Ambarish Mitra, dan Nikola Sivacki
.
Unit Analyzer milik Greyparrot adalah sistem visi komputer yang dipasang di atas sabuk pemilah di lebih dari 20 negara. Sistem ini mengidentifikasi material, produk, dan merek setiap objek secara real-time, mengubah barang-barang yang dibuang menjadi data terstruktur bagi operator, merek, dan regulator . Data berkelanjutan ini menggantikan metode pengambilan sampel manual periodik yang menjadi standar industri, yang secara historis hanya mencakup kurang dari 1% aliran sampah .
Perusahaan pengelolaan sampah seperti Circular Services, Murphy Road Recycling, Veolia, Biffa, FCC Environment, dan SUEZ menggunakan Analyzer untuk meningkatkan efisiensi pemulihan dan profitabilitas pabrik. Fasilitas yang menggunakan Greyparrot melaporkan peningkatan efisiensi sebesar 10–30%, dengan satu lokasi mampu menghemat lebih dari US$2 juta dalam setahun .
Merek barang konsumen—termasuk Unilever, L'Oréal, dan Kenvue—menggunakan platform Deepnest milik Greyparrot untuk memahami bagaimana kemasan mereka 'bernasib' setelah dibuang. Deepnest membantu mereka mendesain ulang kemasan berdasarkan bukti dunia nyata serta mengelola kepatuhan dan paparan biaya berdasarkan skema Extended Producer Responsibility (EPR) dan Peraturan Kemasan dan Limbah Kemasan Uni Eropa (PPWR) .
Pada kuartal pertama 2026, Environment Agency (Badan Lingkungan Hidup) Inggris menerima data komposisi sampah yang dihasilkan AI Greyparrot untuk pelaporan kepatuhan statutori—sebuah pencapaian pertama di Inggris. Pelanggan Biffa dan FCC Environment menjadi yang pertama mengirimkan data langsung hasil AI ini ke regulator, menggantikan pengambilan sampel audit manual . Penerimaan regulasi ini menandai pergeseran penting: pemantauan sampah berbasis AI kini memenuhi persyaratan kepatuhan formal pemerintah, tidak lagi sekadar kebutuhan operasional internal .
Pada saat pengumuman Seri B, platform AI Greyparrot telah melampaui satu triliun objek sampah yang terdeteksi di seluruh jaringan unit Analyzer globalnya .
Dana Seri B akan digunakan untuk ekspansi di Amerika Utara dan Eropa serta memperbesar tim AI, data science, dan produk Greyparrot . Perusahaan telah menetapkan target publik untuk mengurangi lebih dari satu juta ton sampah pada tahun 2030
.
Co-founder Ambarish Mitra menyampaikan ambisi perusahaan dalam sebuah pernyataan yang kini sering dikutip: "Kecerdasan sampah akan melakukan untuk material apa yang dilakukan data satelit untuk navigasi" . Co-founder sekaligus CEO Mikela Druckman menambahkan: "Sampah adalah salah satu sumber daya terbesar planet yang belum tergarap, dan data adalah infrastruktur yang membukanya"
.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Greyparrot mengumumkan pendanaan Seri B sebesar US$27 juta (sekitar Rp431 miliar) pada 28 Juli 2026, dipimpin investor teknologi Omar Mir, sehingga total pendanaan mencapai US$60 juta.
Greyparrot mengumumkan pendanaan Seri B sebesar US$27 juta (sekitar Rp431 miliar) pada 28 Juli 2026, dipimpin investor teknologi Omar Mir, sehingga total pendanaan mencapai US$60 juta. Sistem kamera Analyzer bertenaga AI yang dipasang di jalur sabuk pemilahan mampu mengidentifikasi material, produk, dan merek setiap objek sampah secara real time.
Perusahaan daur ulang seperti Veolia, Biffa, dan FCC Environment, serta merek barang konsumen seperti Unilever, L'Oréal, dan Kenvue, telah menggunakan teknologi ini untuk efisiensi dan kepatuhan regulasi.