Target ini merupakan bagian dari peta jalan nasional yang lebih luas untuk menekan emisi dan mengurangi ketergantungan pada energi impor .
Pilar utama dari rencana ini adalah pengembangan kawasan pabrik EV raksasa di Subang, Jawa Barat. Presiden Prabowo menyebutkan dalam pidatonya bahwa kawasan ini terletak di dekat kilometer 84 pada jalan dari Subang menuju Purwakarta .
Kompleks EV nasional ini dikembangkan secara bertahap:
Kawasan nasional ini berada di dalam zona industri yang lebih luas yang telah menarik pemain global besar:
BYD telah membangun pabrik di Subang seluas 126 hektare dengan target produksi tahunan 150.000 unit EV. Produksi massal di pabrik BYD Subang diharapkan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2026 . Perusahaan asal China ini menyebut fasilitas ini sebagai pangkalan kendaraan energi baru terbesar di Asia Tenggara .
VinFast, produsen EV asal Vietnam, juga mengoperasikan pabrik seluas 171 hektare di kawasan industri Subang yang sama. Fase awalnya memiliki kapasitas 50.000 unit per tahun, dengan rencana ekspansi yang menargetkan hingga 350.000 unit setiap tahun .
Pembangunan di Subang memposisikan Jawa Barat sebagai koridor manufaktur EV utama Indonesia.
Presiden Prabowo resmi meluncurkan program Motor Listrik Nasional (Molinas) pada 13 Agustus 2026, di pabrik manufaktur Alva di Cikarang, Bekasi . Program ini lebih dari sekadar kendaraan — program ini bertujuan membangun ekosistem terintegrasi yang mencakup manufaktur, baterai, infrastruktur pengisian daya, dan layanan purna jual
.
Inisiatif ini menyatukan perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN), dan institusi akademik di bawah satu platform nasional yang dirancang untuk memperkuat kemandirian teknologi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada komponen impor .
Presiden Prabowo menetapkan target produksi dalam negeri sebesar 2 juta motor listrik nasional dan mendorong produsen dalam negeri untuk meningkatkan skala produksi . Berbicara dalam acara tersebut, ia mengapresiasi pabrikan lokal Indika Energy Group yang telah memproduksi 20.000 unit motor listrik, dan menantang mereka untuk mencapai 200.000 unit
.
Untuk membuat skuter listrik lebih terjangkau dan mendorong adopsi, pemerintah mengumumkan bahwa bank-bank BUMN akan menawarkan kredit kendaraan murah dengan tenor yang lebih panjang (jangka waktu pembayaran yang diperpanjang) .
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, yang juga menjabat sebagai CEO dana kekayaan negara Danantara, mengonfirmasi langkah ini dalam acara peluncuran Molinas . Selain itu, pemerintah mengatakan akan menjajaki penurunan suku bunga pembiayaan dan penghapusan biaya administrasi untuk pembelian motor listrik
.
Presiden Prabowo juga mengisyaratkan adanya skema tukar tambah yang memungkinkan masyarakat mengganti sepeda motor konvensional berbahan bakar bensin dengan skuter listrik, meskipun detail lebih lanjut belum diberikan dalam acara tersebut .
Secara keseluruhan, pengumuman ini menandai dorongan paling terkoordinasi dari Indonesia menuju masa depan kendaraan listrik — yang dibangun di atas manufaktur lokal, infrastruktur yang berkembang, dan pembiayaan yang ramah konsumen.