Pengepungan Qusra: Di Balik Krisis Pemukim yang Memicu Israel Mengalihkan Penegakan Hukum di Tepi Barat
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, perintahkan persiapan pengalihan wewenang penegakan hukum untuk pemukim dari IDF ke Polisi Israel, dipicu oleh pengepungan hampir sepekan di Qusra. Sejak 9 Agustus, pemukim mengepung rumah rumah warga Palestina, memutus aliran air dan listrik, serta mendirikan pos pos ilegal.
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, perintahkan persiapan pengalihan wewenang penegakan hukum untuk pemukim dari IDF ke Polisi Israel, dipicu oleh pengepungan hampir sepekan di Qusra.
Sejak 9 Agustus, pemukim mengepung rumah rumah warga Palestina, memutus aliran air dan listrik, serta mendirikan pos pos ilegal.
Reaksi internasional: Duta Besar AS sebut pemukim 'teroris Israel', Prancis desak penangkapan, Italia konfirmasi lima warganya terjebak, dan PBB nyatakan 15 warga Palestina, termasuk anak anak, dalam 'keadaan teror'.
Kritik terhadap dualisme hukum yang menciptakan impunitas bagi kekerasan pemukim, serta laporan tentang tentara yang justru bersimpati dengan pemukim.
What prompted Israeli Defense Minister Israel Katz to announce the transfer of civilian law enforcement powers against West Bank settlers frAI-generated editorial illustration of the Qusra crisis and Israel's law enforcement transfer.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What prompted Israeli Defense Minister Israel Katz to announce the transfer of civilian law enforcement powers against West Bank settlers fr. Article summary: Here is a comprehensive breakdown of the Qusra crisis as of August 14, 2026.. Topic tags: general, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
openai.com
Pada 14 Agustus 2026, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan IDF (tentara Israel) untuk menyiapkan rencana pengalihan seluruh wewenang penegakan hukum sipil dan ketertiban umum atas pemukim Israel di Tepi Barat dari militer ke Kepolisian Israel . Pengumuman ini dibuat langsung "dengan latar belakang kerusuhan di Qusra" —sebuah pengepungan selama hampir sepekan di mana pemukim ekstremis mengepung rumah-rumah warga Palestina, memutus pasokan air dan listrik, serta mendirikan pos ilegal, sementara IDF kesulitan untuk membubarkan mereka . Artikel ini menyajikan analisis komprehensif tentang krisis Qusra, reaksi internasional, dan implikasi dari kebijakan yang diusulkan Katz.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Pengepungan Qusra: Di Balik Krisis Pemukim yang Memicu Israel Mengalihkan Penegakan Hukum di Tepi Barat"?
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, perintahkan persiapan pengalihan wewenang penegakan hukum untuk pemukim dari IDF ke Polisi Israel, dipicu oleh pengepungan hampir sepekan di Qusra.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, perintahkan persiapan pengalihan wewenang penegakan hukum untuk pemukim dari IDF ke Polisi Israel, dipicu oleh pengepungan hampir sepekan di Qusra. Sejak 9 Agustus, pemukim mengepung rumah rumah warga Palestina, memutus aliran air dan listrik, serta mendirikan pos pos ilegal.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Reaksi internasional: Duta Besar AS sebut pemukim 'teroris Israel', Prancis desak penangkapan, Italia konfirmasi lima warganya terjebak, dan PBB nyatakan 15 warga Palestina, termasuk anak anak, dalam 'keadaan teror'.
Pengepungan Qusra: Di Balik Krisis Pemukim yang Memicu Israel Mengalihkan Penegakan Hukum di Tepi Barat
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, perintahkan persiapan pengalihan wewenang penegakan hukum untuk pemukim dari IDF ke Polisi Israel, dipicu oleh pengepungan hampir sepekan di Qusra. Sejak 9 Agustus, pemukim mengepung rumah rumah warga Palestina, memutus aliran air dan listrik, serta mendirikan pos pos ilegal.
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, perintahkan persiapan pengalihan wewenang penegakan hukum untuk pemukim dari IDF ke Polisi Israel, dipicu oleh pengepungan hampir sepekan di Qusra.
Sejak 9 Agustus, pemukim mengepung rumah rumah warga Palestina, memutus aliran air dan listrik, serta mendirikan pos pos ilegal.
Reaksi internasional: Duta Besar AS sebut pemukim 'teroris Israel', Prancis desak penangkapan, Italia konfirmasi lima warganya terjebak, dan PBB nyatakan 15 warga Palestina, termasuk anak anak, dalam 'keadaan teror'.
Kritik terhadap dualisme hukum yang menciptakan impunitas bagi kekerasan pemukim, serta laporan tentang tentara yang justru bersimpati dengan pemukim.
What prompted Israeli Defense Minister Israel Katz to announce the transfer of civilian law enforcement powers against West Bank settlers frAI-generated editorial illustration of the Qusra crisis and Israel's law enforcement transfer.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What prompted Israeli Defense Minister Israel Katz to announce the transfer of civilian law enforcement powers against West Bank settlers fr. Article summary: Here is a comprehensive breakdown of the Qusra crisis as of August 14, 2026.. Topic tags: general, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
openai.com
Pada 14 Agustus 2026, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan IDF (tentara Israel) untuk menyiapkan rencana pengalihan seluruh wewenang penegakan hukum sipil dan ketertiban umum atas pemukim Israel di Tepi Barat dari militer ke Kepolisian Israel . Pengumuman ini dibuat langsung "dengan latar belakang kerusuhan di Qusra" —sebuah pengepungan selama hampir sepekan di mana pemukim ekstremis mengepung rumah-rumah warga Palestina, memutus pasokan air dan listrik, serta mendirikan pos ilegal, sementara IDF kesulitan untuk membubarkan mereka . Artikel ini menyajikan analisis komprehensif tentang krisis Qusra, reaksi internasional, dan implikasi dari kebijakan yang diusulkan Katz.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Pengepungan Qusra: Di Balik Krisis Pemukim yang Memicu Israel Mengalihkan Penegakan Hukum di Tepi Barat"?
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, perintahkan persiapan pengalihan wewenang penegakan hukum untuk pemukim dari IDF ke Polisi Israel, dipicu oleh pengepungan hampir sepekan di Qusra.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, perintahkan persiapan pengalihan wewenang penegakan hukum untuk pemukim dari IDF ke Polisi Israel, dipicu oleh pengepungan hampir sepekan di Qusra. Sejak 9 Agustus, pemukim mengepung rumah rumah warga Palestina, memutus aliran air dan listrik, serta mendirikan pos pos ilegal.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Reaksi internasional: Duta Besar AS sebut pemukim 'teroris Israel', Prancis desak penangkapan, Italia konfirmasi lima warganya terjebak, dan PBB nyatakan 15 warga Palestina, termasuk anak anak, dalam 'keadaan teror'.
Langkah ini merupakan perubahan struktural yang signifikan dalam cara Israel mengatur Tepi Barat yang diduduki, namun para kritikus berpendapat bahwa langkah ini lebih merupakan langkah menuju aneksasi, bukan solusi untuk kekerasan pemukim .
Apa yang Memicu Pengumuman Katz?
Menteri Pertahanan Katz menyatakan bahwa peran utama IDF adalah "memerangi terorisme Palestina dan fokus pada pertahanan perbatasan," bukan untuk mengawasi warga sipil Israel . Di bawah rencana yang diusulkan, sebuah unit polisi khusus akan dibentuk untuk menangani pelanggaran sipil yang dilakukan oleh pemukim . Pengalihan ini tidak akan memberikan akses independen kepada polisi ke Area A dan B di Tepi Barat, di mana petugas saat ini memerlukan dukungan IDF untuk beroperasi .
Katz mengadakan diskusi mengenai Tepi Barat dengan Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, sebelum membuat pengumuman tersebut . Media Israel melaporkan bahwa pengalihan ini sangat kecil kemungkinannya akan terlaksana sebelum pemilihan umum nasional yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026 .
Pengepungan dan Keluarga yang Terjebak
Pengepungan dimulai pada hari Minggu, 9 Agustus, dan berlangsung hingga hari keenam pada hari Jumat, 14 Agustus . Berikut adalah fakta-fakta kuncinya:
Lokasi: Qusra, sebuah desa Palestina di selatan Nablus, Tepi Barat bagian utara .
Target: Pemukim mengepung tiga rumah keluarga Palestina, mendirikan tenda dan bangunan darurat tepat di luar rumah mereka .
Kondisi: Pemukim memutus pasokan air dan listrik ke rumah-rumah tersebut. Keluarga melaporkan persediaan makanan yang menipis, dan penghuni terpaksa minum air sumur .
15 orang yang terjebak: Pejabat PBB melaporkan bahwa 15 warga Palestina, termasuk dua anak-anak, terjebak "dalam keadaan teror" tanpa akses air atau listrik .
Koneksi Palestina-Amerika: Salah satu dari tiga rumah tersebut milik warga Palestina-Amerika dari Ohio, yang kerabatnya menyaksikan pengepungan dengan ketakutan melalui kamera keamanan yang terpasang di rumah .
Lima warga negara Italia: Kementerian Luar Negeri Italia mengonfirmasi bahwa lima warga negara Italia—empat wanita dan satu pria—juga berada dalam pengepungan di desa tersebut. Italia mengatakan pihaknya memantau situasi dengan ketat .
Aktivis dihadang: Pada hari Jumat, 14 Agustus, pasukan Israel menghadang puluhan aktivis perdamaian Israel dan internasional yang ingin mencapai rumah-rumah yang terkepung untuk mengirimkan pasokan .
Reaksi Internasional
Pengepungan ini memicu kecaman internasional yang luar biasa keras:
Duta Besar AS Mike Huckabee: Dengan bahasa yang tidak biasa kerasnya untuk seorang duta besar AS untuk Israel, Huckabee mengutuk para pemukim sebagai "teroris Israel" dan menggambarkan pengepungan itu sebagai "tindakan teror yang mengerikan" . Dia menyebut tindakan para pemukim itu kriminal . Huckabee biasanya dianggap sebagai sekutu gerakan pemukim Israel .
Prancis: Prancis "mengutuk dengan cara sekeras-kerasnya pendudukan rumah-rumah Palestina oleh pemukim Israel" dan mendesak Israel untuk menangkap serta menuntut para pemukim yang terlibat .
Italia: Kementerian Luar Negeri Italia mengonfirmasi bahwa lima warga negara Italia termasuk di antara mereka yang terjebak dan mengatakan pihaknya memantau situasi dengan ketat .
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB): Kantor HAM PBB (OHCHR) meminta otoritas Israel untuk melindungi keluarga-keluarga tersebut. Pejabat PBB, Ajith Sunghay, mengatakan bahwa IDF "tidak mampu atau tidak mau melindungi komunitas Palestina" berdasarkan Konvensi Jenewa, "atau lebih buruk lagi, bahwa IDF berkolusi dengan pemukim Israel" yang bertujuan mengusir warga Palestina .
Wakil Presiden Palestina: Wakil Presiden Palestina, Hussein Al-Sheikh, mengutuk pengalihan kekuasaan penegakan hukum tersebut, memperingatkan bahwa langkah itu merupakan upaya lebih lanjut untuk memberlakukan kedaulatan Israel atas wilayah Palestina yang diduduki .
Tuduhan Sistem Hukum Ganda yang Menciptakan Impunitas
Krisis Qusra telah membawa sorotan baru pada kerangka hukum yang mengatur Tepi Barat:
Dua badan hukum: Sebuah laporan tematik PBB mencatat bahwa otoritas Israel menerapkan dua badan hukum yang berbeda untuk pemukim Israel dan warga Palestina di Tepi Barat, yang mengakibatkan perlakuan tidak setara dalam hal pergerakan, tanah, dan hak atas air .
Temuan penyelidikan PBB: Sebuah penyelidikan PBB pada Juni 2026 menemukan bahwa otoritas Israel "secara langsung terlibat dalam serangan pemukim" dan bahwa pasukan keamanan Israel "memberikan perlindungan kepada pemukim" selama serangan terhadap warga Palestina .
Melanggengkan impunitas: Para kritikus berpendapat bahwa sistem saat ini memungkinkan kekerasan pemukim terus berlanjut tanpa pertanggungjawaban, dan pengalihan yang diusulkan Katz adalah langkah lebih lanjut menuju aneksasi, bukan solusi . Sebuah analisis Guardian menemukan bahwa Israel tidak menuntut warganya karena membunuh warga sipil Palestina di Tepi Barat yang diduduki sejak awal dekade ini .
Laporan Tentara yang Bersimpati dengan Pemukim
Respons awal IDF terhadap pengepungan tersebut menimbulkan pertanyaan serius:
Berdoa bersama pemukim: Video dari awal pekan menunjukkan beberapa pria Israel berseragam militer hijau bergabung dengan pemukim dalam doa pagi di dalam tenda pos terdepan. IDF mengonfirmasi bahwa mereka mengambil tindakan disipliner terhadap personel yang terlibat .
Mundur di bawah tekanan: Pada 12 Agustus, pasukan Israel awalnya bentrok dengan pemukim saat mencoba membubarkan mereka, tetapi kemudian mundur dari area tersebut setelah gagal membubarkan massa—secara efektif membiarkan pengepungan tetap berlangsung .
Tindakan Israel: Membongkar Pos Ilegal dan Mengerahkan Pasukan
Di bawah tekanan internasional dan domestik yang meningkat, IDF mengambil beberapa langkah:
Batalion tambahan dikerahkan: Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, memerintahkan pengerahan batalion infanteri tambahan ke Qusra untuk meredakan kerusuhan dan membersihkan area tersebut .
Pasukan di dalam rumah Palestina: Pada hari Kamis, 13 Agustus, pasukan Israel mengambil posisi di dalam rumah-rumah Palestina itu sendiri untuk melindungi keluarga .
Pos ilegal dibongkar (dan didirikan kembali): Tentara menghancurkan semua bangunan darurat ilegal yang didirikan oleh pemukim . Namun, pos terdepan itu didirikan kembali oleh pemukim pada hari berikutnya, yang memicu putaran konfrontasi baru .
Keluarga diperintahkan mengungsi? Pada 14 Agustus, pasukan Israel dilaporkan memerintahkan keluarga-keluarga untuk mengungsi dari rumah mereka sendiri—sebuah langkah yang dikutuk oleh pejabat dan aktivis Palestina sebagai tindakan yang secara efektif menghadiahi pengepungan .
africanews.com
Activists attempt to deliver supplies to besieged Palestinian families
Langkah ini merupakan perubahan struktural yang signifikan dalam cara Israel mengatur Tepi Barat yang diduduki, namun para kritikus berpendapat bahwa langkah ini lebih merupakan langkah menuju aneksasi, bukan solusi untuk kekerasan pemukim .
Apa yang Memicu Pengumuman Katz?
Menteri Pertahanan Katz menyatakan bahwa peran utama IDF adalah "memerangi terorisme Palestina dan fokus pada pertahanan perbatasan," bukan untuk mengawasi warga sipil Israel . Di bawah rencana yang diusulkan, sebuah unit polisi khusus akan dibentuk untuk menangani pelanggaran sipil yang dilakukan oleh pemukim . Pengalihan ini tidak akan memberikan akses independen kepada polisi ke Area A dan B di Tepi Barat, di mana petugas saat ini memerlukan dukungan IDF untuk beroperasi .
Katz mengadakan diskusi mengenai Tepi Barat dengan Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, sebelum membuat pengumuman tersebut . Media Israel melaporkan bahwa pengalihan ini sangat kecil kemungkinannya akan terlaksana sebelum pemilihan umum nasional yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026 .
Pengepungan dan Keluarga yang Terjebak
Pengepungan dimulai pada hari Minggu, 9 Agustus, dan berlangsung hingga hari keenam pada hari Jumat, 14 Agustus . Berikut adalah fakta-fakta kuncinya:
Lokasi: Qusra, sebuah desa Palestina di selatan Nablus, Tepi Barat bagian utara .
Target: Pemukim mengepung tiga rumah keluarga Palestina, mendirikan tenda dan bangunan darurat tepat di luar rumah mereka .
Kondisi: Pemukim memutus pasokan air dan listrik ke rumah-rumah tersebut. Keluarga melaporkan persediaan makanan yang menipis, dan penghuni terpaksa minum air sumur .
15 orang yang terjebak: Pejabat PBB melaporkan bahwa 15 warga Palestina, termasuk dua anak-anak, terjebak "dalam keadaan teror" tanpa akses air atau listrik .
Koneksi Palestina-Amerika: Salah satu dari tiga rumah tersebut milik warga Palestina-Amerika dari Ohio, yang kerabatnya menyaksikan pengepungan dengan ketakutan melalui kamera keamanan yang terpasang di rumah .
Lima warga negara Italia: Kementerian Luar Negeri Italia mengonfirmasi bahwa lima warga negara Italia—empat wanita dan satu pria—juga berada dalam pengepungan di desa tersebut. Italia mengatakan pihaknya memantau situasi dengan ketat .
Aktivis dihadang: Pada hari Jumat, 14 Agustus, pasukan Israel menghadang puluhan aktivis perdamaian Israel dan internasional yang ingin mencapai rumah-rumah yang terkepung untuk mengirimkan pasokan .
Reaksi Internasional
Pengepungan ini memicu kecaman internasional yang luar biasa keras:
Duta Besar AS Mike Huckabee: Dengan bahasa yang tidak biasa kerasnya untuk seorang duta besar AS untuk Israel, Huckabee mengutuk para pemukim sebagai "teroris Israel" dan menggambarkan pengepungan itu sebagai "tindakan teror yang mengerikan" . Dia menyebut tindakan para pemukim itu kriminal . Huckabee biasanya dianggap sebagai sekutu gerakan pemukim Israel .
Prancis: Prancis "mengutuk dengan cara sekeras-kerasnya pendudukan rumah-rumah Palestina oleh pemukim Israel" dan mendesak Israel untuk menangkap serta menuntut para pemukim yang terlibat .
Italia: Kementerian Luar Negeri Italia mengonfirmasi bahwa lima warga negara Italia termasuk di antara mereka yang terjebak dan mengatakan pihaknya memantau situasi dengan ketat .
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB): Kantor HAM PBB (OHCHR) meminta otoritas Israel untuk melindungi keluarga-keluarga tersebut. Pejabat PBB, Ajith Sunghay, mengatakan bahwa IDF "tidak mampu atau tidak mau melindungi komunitas Palestina" berdasarkan Konvensi Jenewa, "atau lebih buruk lagi, bahwa IDF berkolusi dengan pemukim Israel" yang bertujuan mengusir warga Palestina .
Wakil Presiden Palestina: Wakil Presiden Palestina, Hussein Al-Sheikh, mengutuk pengalihan kekuasaan penegakan hukum tersebut, memperingatkan bahwa langkah itu merupakan upaya lebih lanjut untuk memberlakukan kedaulatan Israel atas wilayah Palestina yang diduduki .
Tuduhan Sistem Hukum Ganda yang Menciptakan Impunitas
Krisis Qusra telah membawa sorotan baru pada kerangka hukum yang mengatur Tepi Barat:
Dua badan hukum: Sebuah laporan tematik PBB mencatat bahwa otoritas Israel menerapkan dua badan hukum yang berbeda untuk pemukim Israel dan warga Palestina di Tepi Barat, yang mengakibatkan perlakuan tidak setara dalam hal pergerakan, tanah, dan hak atas air .
Temuan penyelidikan PBB: Sebuah penyelidikan PBB pada Juni 2026 menemukan bahwa otoritas Israel "secara langsung terlibat dalam serangan pemukim" dan bahwa pasukan keamanan Israel "memberikan perlindungan kepada pemukim" selama serangan terhadap warga Palestina .
Melanggengkan impunitas: Para kritikus berpendapat bahwa sistem saat ini memungkinkan kekerasan pemukim terus berlanjut tanpa pertanggungjawaban, dan pengalihan yang diusulkan Katz adalah langkah lebih lanjut menuju aneksasi, bukan solusi . Sebuah analisis Guardian menemukan bahwa Israel tidak menuntut warganya karena membunuh warga sipil Palestina di Tepi Barat yang diduduki sejak awal dekade ini .
Laporan Tentara yang Bersimpati dengan Pemukim
Respons awal IDF terhadap pengepungan tersebut menimbulkan pertanyaan serius:
Berdoa bersama pemukim: Video dari awal pekan menunjukkan beberapa pria Israel berseragam militer hijau bergabung dengan pemukim dalam doa pagi di dalam tenda pos terdepan. IDF mengonfirmasi bahwa mereka mengambil tindakan disipliner terhadap personel yang terlibat .
Mundur di bawah tekanan: Pada 12 Agustus, pasukan Israel awalnya bentrok dengan pemukim saat mencoba membubarkan mereka, tetapi kemudian mundur dari area tersebut setelah gagal membubarkan massa—secara efektif membiarkan pengepungan tetap berlangsung .
Tindakan Israel: Membongkar Pos Ilegal dan Mengerahkan Pasukan
Di bawah tekanan internasional dan domestik yang meningkat, IDF mengambil beberapa langkah:
Batalion tambahan dikerahkan: Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, memerintahkan pengerahan batalion infanteri tambahan ke Qusra untuk meredakan kerusuhan dan membersihkan area tersebut .
Pasukan di dalam rumah Palestina: Pada hari Kamis, 13 Agustus, pasukan Israel mengambil posisi di dalam rumah-rumah Palestina itu sendiri untuk melindungi keluarga .
Pos ilegal dibongkar (dan didirikan kembali): Tentara menghancurkan semua bangunan darurat ilegal yang didirikan oleh pemukim . Namun, pos terdepan itu didirikan kembali oleh pemukim pada hari berikutnya, yang memicu putaran konfrontasi baru .
Keluarga diperintahkan mengungsi? Pada 14 Agustus, pasukan Israel dilaporkan memerintahkan keluarga-keluarga untuk mengungsi dari rumah mereka sendiri—sebuah langkah yang dikutuk oleh pejabat dan aktivis Palestina sebagai tindakan yang secara efektif menghadiahi pengepungan .
africanews.com
Activists attempt to deliver supplies to besieged Palestinian families