Morgan Stanley memperkirakan penerbitan utang global terkait AI akan mencapai hampir $570 miliar pada 2026, atau dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Raksasa teknologi (Microsoft, Amazon, Alphabet, Meta, Oracle) beralih dari kas internal ke utang untuk mendanai pembangunan pusat data AI yang sangat besar.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What explains the nearly $570 billion wave of global AI related debt issuance expected in 2026, and why have credit markets assigned no risk. Article summary: What's driving the $570 billion AI debt wave The explosive growth in AI related debt issuance is driven by an unprecedented capital expenditure race among hyperscalers (Microsoft, Amazon, Alphabet, Meta, Oracle) and chip. Topic tags: general web, ai, security, regulation, growth. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, chart
Lonjakan penerbitan utang terkait AI ini didorong oleh perlombaan belanja modal (capex) yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan hyperscalers — sebutan untuk raksasa teknologi seperti Microsoft, Amazon, Alphabet (Google), Meta, dan Oracle — serta produsen chip seperti Nvidia. Perusahaan-perusahaan ini beralih dari pendanaan infrastruktur AI dari kas internal menjadi sangat bergantung pada pasar utang .
Pasalnya, pembangunan pusat data (data center) membutuhkan investasi awal ratusan miliar dolar yang jauh melebihi arus kas operasional mereka. Morgan Stanley memperkirakan penerbitan utang global terkait AI pada 2026 akan hampir dua kali lipat menjadi sekitar $570 miliar. Hingga akhir Mei 2026, utang senilai $236 miliar sudah diterbitkan — sekitar empat kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya . Pada pertengahan 2026, utang terkait AI sudah mencakup hampir 15% dari seluruh penerbitan obligasi berperingkat investment-grade (kelas investasi)
.
Anggapan bahwa pasar kredit sama sekali tidak memberikan premi risiko pada utang AI ini sudah tidak relevan lagi pada pertengahan 2026. Berikut perkembangan sebenarnya:
Di mana spread masih ketat (rendah):
Alasan utama mengapa spread (selisih imbal hasil) obligasi ini tidak melebar lebih jauh adalah karena utang diterbitkan oleh perusahaan dengan kualitas kredit terbaik di dunia — Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta — yang semuanya memiliki peringkat AA atau A. Investor menganggap perusahaan-perusahaan ini sebagai "widow-and-orphan" credit, di mana risiko gagal bayar dalam 5–10 tahun mendekati nol, bahkan jika investasi AI mereka tidak membuahkan hasil sesuai harapan .
Di mana premi risiko mulai muncul:
Fitur paling mengkhawatirkan dari gelombang utang ini adalah ledakan liabilitas tersembunyi di luar neraca (off-balance-sheet):
Gelombang utang $570 miliar ini adalah respons rasional terhadap kebutuhan modal AI yang sangat besar dari peminjam paling kredibel di dunia. Namun, anggapan bahwa pasar tidak memberikan premi risiko sama sekali adalah keliru pada pertengahan 2026. Spread CDS meningkat, permintaan melunak, dan Fitch, BIS, serta The Fed telah menyuarakan kekhawatiran sistemik.
Risiko sebenarnya yang masih kurang dihargai adalah $1,65 triliun liabilitas di luar neraca dan jaringan kompleks kredit swasta, sewa, serta usaha patungan yang tidak transparan. Jika pasar AI mengalami koreksi, hal ini bisa berubah menjadi peristiwa kredit yang berdampak pada perusahaan asuransi, dana kredit swasta, dan investor obligasi dengan cara yang tidak dapat ditangkap oleh analisis neraca tradisional.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Morgan Stanley memperkirakan penerbitan utang global terkait AI akan mencapai hampir $570 miliar pada 2026, atau dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
Morgan Stanley memperkirakan penerbitan utang global terkait AI akan mencapai hampir $570 miliar pada 2026, atau dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Raksasa teknologi (Microsoft, Amazon, Alphabet, Meta, Oracle) beralih dari kas internal ke utang untuk mendanai pembangunan pusat data AI yang sangat besar.
Meskipun penerbit utang memiliki peringkat kredit tinggi (AA/A), pasar mulai menunjukkan tanda tanda kelelahan: CDS melebar, permintaan melunak, dan Fitch Ratings telah memberikan peringatan.