Perjanjian pengembangan pada Agustus 2026 ini meresmikan hubungan yang berawal dari investasi saham. Pada Agustus–September 2025, Quanta Computer menginvestasikan USD 50 juta di Quantinuum, dengan membeli 1.867.840 saham preferen Seri B — atau 0,49% saham — sebagai investasi jangka panjang yang strategis . Investasi itu merupakan bagian dari penggalangan dana ekuitas Quantinuum yang bernilai sekitar USD 600 juta dengan valuasi pre-money sebesar USD 10 miliar, sebuah putaran yang juga melibatkan NVentures (lengan modal ventura Nvidia) dan QED Investors . Honeywell dan Cambridge Quantum tetap menjadi pemegang saham terbesar setelah putaran tersebut .
Perjanjian tahun 2026 ini memperluas komitmen finansial tersebut menjadi program teknik bersama yang bertujuan memecahkan tantangan paling kritis dalam komputasi kuantum: memproduksi perangkat keras secara andal dalam skala besar.
Berdasarkan perjanjian ini, Quantinuum dan Quanta berencana mengembangkan bersama infrastruktur, rekayasa sistem, dan kemampuan manufaktur yang diperlukan untuk mendukung generasi mendatang sistem kuantum Quantinuum . Menurut dokumen SEC Quantinuum, strategi penskalaan perusahaan ini bertujuan memanfaatkan :
Kemitraan ini secara spesifik menargetkan desain sistem kuantum toleran terhadap kesalahan (fault-tolerant) yang modular dan dapat diproduksi secara berulang di berbagai generasi perangkat keras .
Kemitraan dengan Quanta Computer hanyalah salah satu dari serangkaian langkah strategis yang diambil Quantinuum pada pertengahan 2026. Secara keseluruhan, ketiga kemitraan besar ini membentuk strategi tiga pilar yang mencakup aspek manufaktur, distribusi cloud, dan aplikasi industri:
Pilar ini berfokus pada pembangunan rantai pasok fisik, desain sistem modular, dan produksi perangkat keras kuantum toleran terhadap kesalahan yang dapat diulang .
Dr. Rajeeb Hazra, CEO Quantinuum, mengatakan, "Sudah waktunya komputasi kuantum beralih dari terobosan fisika yang telah dicapai menjadi terobosan dalam manufaktur sistem yang dapat digunakan dan dioperasikan dalam skala besar" .
Quantinuum menjalin kemitraan multi-tahun dengan Oracle untuk menyebarkan komputer kuantum Helios — sistem dengan 98 qubit fisik — di pusat data Oracle Cloud Infrastructure (OCI) di Amerika Serikat . Langkah ini memungkinkan pelanggan Oracle untuk mengakses komputer kuantum Quantinuum sebagai layanan managed service di OCI, berdampingan dengan infrastruktur HPC dan GPU Oracle .
Dengan demikian, perusahaan dan institusi riset dapat menjalankan beban kerja hybrid (kuantum-AI) tanpa harus membangun dan memelihara perangkat keras kuantum mereka sendiri .
Quantinuum menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Mitsubishi Electric untuk mengeksplorasi aplikasi komputasi kuantum dalam rekayasa dan desain industri tingkat lanjut . Fokus awal meliputi Computer-Aided Engineering (CAE), seperti Computational Fluid Dynamics (CFD), analisis struktur, dan simulasi elektromagnetik .
Kemitraan ini kemudian membuahkan hasil nyata: pada 4 Agustus 2026, Quantinuum bersama Mitsubishi Electric dan Mitsui & Co. berhasil mendemonstrasikan Quantum Fourier Transform (QFT) menggunakan 98 qubit fisik pada sistem Helios .
Jika dilihat secara bersamaan, ketiga kemitraan ini menandai langkah penting bagi industri komputasi kuantum secara global. Quantinuum tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah qubit atau fidelitas di laboratorium, tetapi juga membangun ekosistem komersial yang terintegrasi:
Pendekatan ini memosisikan Quantinuum untuk melampaui pencapaian laboratorium yang terisolasi menuju adopsi perusahaan secara luas — sebuah langkah krusial bagi perusahaan komputasi kuantum yang ingin menjadi pemain utama di era komputasi masa depan.
Perjanjian pengembangan pada Agustus 2026 ini meresmikan hubungan yang berawal dari investasi saham. Pada Agustus–September 2025, Quanta Computer menginvestasikan USD 50 juta di Quantinuum, dengan membeli 1.867.840 saham preferen Seri B — atau 0,49% saham — sebagai investasi jangka panjang yang strategis . Investasi itu merupakan bagian dari penggalangan dana ekuitas Quantinuum yang bernilai sekitar USD 600 juta dengan valuasi pre-money sebesar USD 10 miliar, sebuah putaran yang juga melibatkan NVentures (lengan modal ventura Nvidia) dan QED Investors . Honeywell dan Cambridge Quantum tetap menjadi pemegang saham terbesar setelah putaran tersebut .
Perjanjian tahun 2026 ini memperluas komitmen finansial tersebut menjadi program teknik bersama yang bertujuan memecahkan tantangan paling kritis dalam komputasi kuantum: memproduksi perangkat keras secara andal dalam skala besar.
Berdasarkan perjanjian ini, Quantinuum dan Quanta berencana mengembangkan bersama infrastruktur, rekayasa sistem, dan kemampuan manufaktur yang diperlukan untuk mendukung generasi mendatang sistem kuantum Quantinuum . Menurut dokumen SEC Quantinuum, strategi penskalaan perusahaan ini bertujuan memanfaatkan :
Kemitraan ini secara spesifik menargetkan desain sistem kuantum toleran terhadap kesalahan (fault-tolerant) yang modular dan dapat diproduksi secara berulang di berbagai generasi perangkat keras .
Kemitraan dengan Quanta Computer hanyalah salah satu dari serangkaian langkah strategis yang diambil Quantinuum pada pertengahan 2026. Secara keseluruhan, ketiga kemitraan besar ini membentuk strategi tiga pilar yang mencakup aspek manufaktur, distribusi cloud, dan aplikasi industri:
Pilar ini berfokus pada pembangunan rantai pasok fisik, desain sistem modular, dan produksi perangkat keras kuantum toleran terhadap kesalahan yang dapat diulang .
Dr. Rajeeb Hazra, CEO Quantinuum, mengatakan, "Sudah waktunya komputasi kuantum beralih dari terobosan fisika yang telah dicapai menjadi terobosan dalam manufaktur sistem yang dapat digunakan dan dioperasikan dalam skala besar" .
Quantinuum menjalin kemitraan multi-tahun dengan Oracle untuk menyebarkan komputer kuantum Helios — sistem dengan 98 qubit fisik — di pusat data Oracle Cloud Infrastructure (OCI) di Amerika Serikat . Langkah ini memungkinkan pelanggan Oracle untuk mengakses komputer kuantum Quantinuum sebagai layanan managed service di OCI, berdampingan dengan infrastruktur HPC dan GPU Oracle .
Dengan demikian, perusahaan dan institusi riset dapat menjalankan beban kerja hybrid (kuantum-AI) tanpa harus membangun dan memelihara perangkat keras kuantum mereka sendiri .
Quantinuum menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Mitsubishi Electric untuk mengeksplorasi aplikasi komputasi kuantum dalam rekayasa dan desain industri tingkat lanjut . Fokus awal meliputi Computer-Aided Engineering (CAE), seperti Computational Fluid Dynamics (CFD), analisis struktur, dan simulasi elektromagnetik .
Kemitraan ini kemudian membuahkan hasil nyata: pada 4 Agustus 2026, Quantinuum bersama Mitsubishi Electric dan Mitsui & Co. berhasil mendemonstrasikan Quantum Fourier Transform (QFT) menggunakan 98 qubit fisik pada sistem Helios .
Jika dilihat secara bersamaan, ketiga kemitraan ini menandai langkah penting bagi industri komputasi kuantum secara global. Quantinuum tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah qubit atau fidelitas di laboratorium, tetapi juga membangun ekosistem komersial yang terintegrasi:
Pendekatan ini memosisikan Quantinuum untuk melampaui pencapaian laboratorium yang terisolasi menuju adopsi perusahaan secara luas — sebuah langkah krusial bagi perusahaan komputasi kuantum yang ingin menjadi pemain utama di era komputasi masa depan.