Reaksi keras datang dengan cepat dari berbagai arah, dengan kritik paling menonjol adalah koreksi faktual yang gamblang.
Kesalahan faktual: Pakistan sudah ada. Para kritikus dan pengguna media sosial langsung menunjukkan bahwa Pakistan sudah menjadi republik Islam yang memiliki senjata nuklir, membuat premis Netanyahu bahwa Inggris akan menjadi yang "pertama" jelas-jelas salah. Albawaba melaporkan bahwa banyak orang menyoroti "program nuklir Pakistan yang sudah ada" . The Times of Israel juga mencatat bahwa Pakistan sudah memiliki senjata nuklir, secara langsung membantah klaim Netanyahu
.
Kontroversi diplomatik. Situs berita Israel Ynet menggambarkan pernyataan itu sebagai "sindiran tajam" yang "kemungkinan akan menarik perhatian di London," sementara JFeed melaporkan bahwa Netanyahu telah "memicu kontroversi diplomatik di Inggris" . Pembawa acara Inggris, Piers Morgan, mengeluarkan respons pedas dengan menyebut Netanyahu "idiot"
. Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, juga mengkritik pernyataan tersebut
.
Kritik terhadap premis itu sendiri. Terlepas dari kelalaian soal Pakistan, para komentator mencatat bahwa Inggris adalah monarki konstitusional, bukan republik, dan pernyataan ini mencerminkan pola Netanyahu yang terus memanaskan ketegangan dengan sekutu utama Eropa di saat yang sensitif .
Komentar Netanyahu tidak muncul begitu saja. Hubungan Inggris-Israel telah memburuk secara signifikan selama dua tahun sebelumnya.
Pernyataan itu juga tidak terlepas dari konfrontasi militer yang sedang berlangsung antara Israel, AS, dan Iran — ancaman yang dikatakan Netanyahu sedang ia lawan.