Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada 12 Agustus 2026 mengumumkan bahwa negaranya telah menyerahkan proposal perdamaian baru kepada negosiator Amerika Serikat. Proposal ini menyerukan dukungan AS yang lebih besar untuk memperkuat pertahanan Ukraina dan menekan Rusia agar mengakhiri perang ![]()
![]()
. Namun, isi spesifik dari proposal terbaru ini belum diungkap ke publik
.
Syarat Utama: Wilayah dan Jaminan Keamanan
- Tidak ada konsesi wilayah untuk gencatan senjata: Zelensky dengan tegas menolak menarik pasukan Ukraina dari wilayah yang diduduki atau membekukan konflik sesuai syarat Rusia. Ia memperingatkan bahwa konsesi tanah hanya akan memberi Putin waktu untuk mempersiapkan invasi berikutnya
![]()
.
- Kerangka kerja 20 poin sebelumnya (Desember 2025): Zelensky sebelumnya meluncurkan rencana perdamaian 20 poin yang disusun bersama pejabat AS. Rencana itu mencakup perjanjian non-agresi antara Rusia dan Ukraina, jaminan keamanan "ala Pasal 5" dari AS, NATO, dan negara-negara Eropa — yang berarti serangan terhadap Ukraina akan memicu respons pertahanan kolektif — serta kerangka bagi Ukraina untuk mempertahankan kendali atas wilayah yang saat ini diperintahnya
![]()
![]()
.
- Tidak menuntut keanggotaan NATO: Proposal Desember 2025 menandai pergeseran dari posisi sebelumnya yang mengharuskan Ukraina melepaskan wilayah dan meninggalkan aspirasi NATO. Rencana yang direvisi ini lebih pragmatis: Ukraina mencari jaminan keamanan Barat yang mengikat secara hukum sebagai pengganti keanggotaan NATO langsung
![]()
.
Posisi Tawar Militer Ukraina yang Semakin Kuat
- 745 km persegi direbut kembali di 2026: Pasukan Ukraina telah membebaskan 745 kilometer persegi (288 mil persegi) tanah yang diduduki Rusia sejak Januari 2026, bersama dengan 26 desa, di sepanjang front tenggara di wilayah Dnipropetrovsk, Zaporizhzhia, dan Donetsk
![]()
![]()
. Zelensky menggambarkan operasi itu dilakukan "dengan presisi — persis seperti yang direncanakan"
.
- Kemajuan Rusia ambruk: Perolehan wilayah harian Rusia turun dari 13,2 km²/hari pada tahun 2025 menjadi hanya 2,9 km²/hari pada awal 2026
. Pasukan Rusia hanya merebut sekitar 2.190 km persegi pada paruh pertama 2026, dibandingkan dengan 4.700 km persegi sepanjang tahun 2025, karena serangan balik Ukraina dan serangan jarak jauh telah menghentikan momentum Moskow ![]()
.
- Serangan jarak jauh ke Rusia: Ukraina telah memperluas kampanye serangan jarak menengahnya, menghantam target militer lebih dalam di wilayah Rusia, termasuk di wilayah Kursk dan sekitarnya. Hal ini memaksa Rusia mengalihkan sumber daya untuk mempertahankan wilayahnya sendiri dan mengurangi kapasitas ofensifnya
![]()
![]()
.
- Daya ungkit strategis: Zelensky mengatakan Ukraina ingin mendorong kesepakatan sekarang karena posisi medan perangnya yang lebih baik — kemampuan merebut kembali wilayah dan menyerang wilayah belakang Rusia — memberikan Kyiv pengaruh yang lebih kuat di meja perundingan dibandingkan setelah musim dingin, ketika Rusia bisa mendapatkan kembali inisiatif
![]()
![]()
.
Status Kunjungan Utusan AS
- Perjalanan baru ke Kyiv diharapkan: Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Kyiv "segera," menurut Pejabat Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha, yang mengatakan negosiasi dengan mitra AS saat ini ditahan sementara Kyiv menunggu kunjungan tersebut
![]()
.
- Kunjungan Moskow juga direncanakan: Witkoff dan Kushner juga diharapkan mengunjungi Moskow saat Washington berupaya memulai kembali upaya perdamaian yang terhenti
![]()
. Para utusan terakhir kali mengunjungi Moskow pada Januari 2026 untuk pertemuan ketujuh Witkoff dengan Putin, yang tidak membuahkan hasil signifikan ![]()
.
- Rubio memberi sinyal dorongan baru: Pada 2 Agustus, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan Washington akan mengintensifkan upaya diplomatis dalam beberapa minggu mendatang untuk menentukan apakah perundingan damai dapat dilanjutkan, sambil mengakui bahwa Moskow dan Kyiv tetap "sangat terpecah dalam isu-isu inti"
![]()
.
Respons Rusia
- Menolak pembekuan perang: Pada 10 Agustus, Rusia secara terbuka menolak pembekuan konflik, menolak gagasan penghentian serangan udara sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima
![]()
.
- Menolak rencana 20 poin: Ketika rencana Desember 2025 diajukan, Rusia diperkirakan akan menolaknya karena tidak mengakui perolehan wilayah Moskow dan menuntut jaminan keamanan Barat yang dipandang Rusia sebagai ekspansi NATO de facto ke perbatasannya
![]()
.
- Keterlibatan diplomatik minimal: Pejabat Kremlin mencatat bahwa mereka belum melihat proposal perdamaian AS yang resmi hingga akhir 2025, dan Putin terus menuntut penarikan penuh Ukraina dari Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson — kondisi yang oleh Kyiv disebut sebagai non-starter
![]()
.
Mengapa Ukraina Bergegas Mencapai Kesepakatan Sebelum Musim Dingin
- Serangan energi Rusia yang diantisipasi: Institute for the Study of War memperkirakan bahwa Rusia akan melancarkan kampanye serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina dalam beberapa minggu mendatang, yang bertujuan mengganggu pasokan listrik dan pemanas selama musim dingin 2026/2027
. Kepala energi Ukraina memperkirakan serangan ini akan menjadi "penentu" bagi hasil perang
.
- Momentum habis di cuaca dingin: Zelensky mengatakan ia ingin mengamankan kerangka perdamaian sebelum musim dingin, karena keuntungan taktis Ukraina saat ini — wilayah yang direbut kembali, laju serangan Rusia yang melambat, dan kemampuan serangan jarak jauh — sebagian bergantung pada cuaca. Musim dingin membekukan garis depan dan menguntungkan perang atrisi Rusia
![]()
.
- AS telah menetapkan tenggat waktu Juni: Sebelumnya di tahun 2026, AS memberikan tenggat waktu Juni kepada Ukraina dan Rusia untuk mencapai kesepakatan damai, menurut Zelensky
![]()
. Tenggat waktu itu terlewati tanpa terobosan, dan Kyiv kini melihat musim gugur 2026 sebagai jendela terakhir untuk memaksa Moskow menuju kesepakatan sebelum kampanye musim dingin dahsyat lainnya ![]()
.