Global mobile Suppliers Association (GSA) mencatat 313 operator di 89 negara telah menyelesaikan, merencanakan, atau sedang dalam proses mematikan jaringan 2G dan 3G per Juni 2026. Sebanyak 158 operator telah sepenuhnya menutup jaringan 2G atau 3G mereka; 119 operator telah mengumumkan rencana; dan 36 operator sedan...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What does the GSA's latest 2G and 3G Switch-Off Report reveal about the global transition away from legacy mobile networks, including the nu. Article summary: Here is the full picture from the GSA's August 2026 report and related analysis.. Topic tags: general, general web, user generated, government. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual ev
Penghentian jaringan 2G dan 3G di seluruh dunia semakin cepat. Menurut Global mobile Suppliers Association (GSA), yang memantau setiap penghentian yang dipimpin operator, jumlah pasar yang secara aktif mematikan jaringan lama terus bertambah secara stabil hingga 2025 dan memasuki 2026. Berikut adalah apa yang diungkapkan laporan GSA Agustus 2026 tentang skala, pemimpin regional, pendorong, dan hambatan yang masih ada.
Hingga Juni 2026, GSA mengidentifikasi 313 operator di 89 negara dan wilayah yang telah menyelesaikan, merencanakan, atau sedang dalam proses mematikan jaringan 2G dan 3G mereka . Angka ini meningkat dari 303 pada Desember 2025 dan 278 pada Juni 2025
.
Dari 313 operator tersebut:
Jika dipecah berdasarkan teknologi, 3G dipensiunkan jauh lebih cepat daripada 2G:
Sebanyak 27 operator kini telah mematikan keduanya, baik jaringan 2G maupun 3G .
Eropa adalah pemimpin global yang jelas dalam penghentian jaringan lama, meskipun porsinya sedikit menurun seiring kawasan lain yang semakin cepat.
| Wilayah | Porsi Aktivitas Penghentian Global |
|---|---|
| Eropa | 43% |
| Asia | 26% |
| Timur Tengah & Afrika | ~15% (gabungan) |
| Amerika Latin & Karibia | 9% |
| Amerika Utara | 7% |
Negara-negara Eropa seperti Jerman, Belgia, dan Belanda telah menghentikan 3G sementara mempertahankan cakupan 2G terbatas untuk penggunaan lama . Di Inggris, semua operator jaringan seluler berkomitmen mematikan 2G dan 3G pada 2033, dengan semua jaringan 3G Inggris diperkirakan mati pada awal 2026
.
Di Asia-Pasifik, transisi berjalan baik. Bharti Airtel India mematikan jaringan 3G pada 2020, dan Vodafone Idea menyusul pada 2025, keduanya mengalokasikan ulang spektrum untuk upgrade 4G dan 5G . Australia menyelesaikan penghentian 3G pada Juni 2024 setelah mematikan 2G pada 2017
. Singapura mematikan 2G pada 2017 dan 3G pada 2024
.
Amerika Utara hampir selesai seluruhnya. Amerika Serikat dan Kanada sebagian besar telah menyelesaikan 3G dan kini menyelesaikan 2G. Jaringan 2G GSM T-Mobile dimatikan pada 3 Agustus 2026 .
Operator seluler tidak mematikan 2G dan 3G secara sembarangan. Empat pendorong utama menjelaskan urgensi ini:
Penggunaan ulang spektrum untuk LTE dan 5G. Operator mengalokasikan ulang spektrum pita rendah dan pita menengah (seperti 900 MHz, 1800 MHz, dan 2100 MHz) dari 2G dan 3G ke 4G dan 5G untuk meningkatkan kapasitas, cakupan, dan efisiensi spektral .
Pengurangan konsumsi energi. Mematikan stasiun pangkalan dan peralatan radio lama menghilangkan biaya operasional yang besar untuk listrik dan pendinginan. Ini menjadi fokus utama seiring operator mengejar target nol emisi dan biaya operasional yang lebih rendah .
Penyederhanaan dan keamanan jaringan. Lebih sedikit lapisan jaringan paralel berarti biaya perawatan lebih rendah, operasi lebih sederhana, dan kemampuan mengalihkan staf serta sumber daya ke infrastruktur generasi berikutnya .
Migrasi konsumen. Sebagian besar lalu lintas konsumen telah beralih ke 4G dan 5G, membuat jaringan lama semakin tidak ekonomis untuk dipertahankan .
Meskipun lajunya pesat, banyak operator telah meleset dari target penghentian awal mereka. Alasan tunggal terbesar adalah basis terpasang perangkat IoT dan M2M .
Beberapa industri — seperti perusahaan utilitas dengan meteran pintar, telematika otomotif, sensor industri, dan sistem alarm keamanan — menggunakan perangkat dengan masa pakai 10 hingga 15 tahun yang awalnya dibangun untuk modul 2G atau 3G . Mengganti atau meningkatkan armada tersebut mahal, rumit secara logistik, dan memakan waktu bertahun-tahun
.
Hambatan lain termasuk memastikan cakupan berkelanjutan untuk komunikasi darurat (seperti eCall di kendaraan), ketergantungan roaming, dan ketidakpastian regulasi di beberapa kawasan .
Laporan GSA mencatat bahwa 2025 adalah tahun paling aktif untuk penghentian jaringan lama, dan lajunya terus meningkat sepanjang 2026 .
Pesan bagi siapa pun yang menjalankan perangkat terhubung di jaringan lama sudah jelas: perencanaan migrasi bukan lagi pilihan. Saat jaringan 2G dan 3G menghilang pasar demi pasar, jendela untuk penggantian yang hemat biaya semakin menutup.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Global mobile Suppliers Association (GSA) mencatat 313 operator di 89 negara telah menyelesaikan, merencanakan, atau sedang dalam proses mematikan jaringan 2G dan 3G per Juni 2026.
Global mobile Suppliers Association (GSA) mencatat 313 operator di 89 negara telah menyelesaikan, merencanakan, atau sedang dalam proses mematikan jaringan 2G dan 3G per Juni 2026. Sebanyak 158 operator telah sepenuhnya menutup jaringan 2G atau 3G mereka; 119 operator telah mengumumkan rencana; dan 36 operator sedang dalam proses penghentian.
Penghentian 3G berjalan lebih cepat ketimbang 2G: 102 operator telah menyelesaikan penghentian 3G, sementara hanya 56 operator yang telah mematikan 2G.