Harga emas menyentuh level tertinggi 10 pekan di kisaran US$4.400 per ons pada 11 Agustus 2026, didorong oleh pembelian emas terbesar PBOC sejak Oktober 2023, ketegangan AS Iran, dan momentum de dolarisasi. Bank Sentral China (PBOC) telah membeli emas selama 21 bulan berturut turut—rekor terpanjang dalam sejarah—den...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What factors drove China's gold reserves to a 10-week high in July 2026, and what does the PBOC's record 21-month buying streak, acceleratin. Article summary: Gold hit a 10-week high of around **$4,400 per ounce** by August 11, 2026, driven primarily by the PBOC's accelerated July purchase, escalating US-Iran geopolitical uncertainty, and broader de-dollarization momentum [15]. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Emas melonjak ke level tertinggi 10 pekan di dekat US$4.400 per ons pada 11 Agustus 2026, didorong oleh sejumlah faktor yang saling menguatkan: Bank Sentral China (PBOC) yang mengakselerasi pembelian emas ke level bulanan tertinggi sejak Oktober 2023, meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, serta dorongan struktural Beijing untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS .
Berikut rincian faktor pendorong utamanya—mulai dari rekor pembelian PBOC hingga repatriasi emas dan pembentukan pusat perdagangan emas baru di Hong Kong—serta dampaknya terhadap harga emas, geopolitik global, dan Federal Reserve.
PBOC menambahkan 640.000 ons (sekitar 20 ton) emas ke cadangannya pada Juli 2026, yang merupakan peningkatan bulanan terbesar sejak Oktober 2023 . Laju akselerasi ini—naik dari sekitar 15 ton pada Juni dan 10 ton pada Mei—mendorong total kepemilikan emas resmi China ke rekor 2.366 ton
.
Pembelian ini memperpanjang aksi borong PBOC menjadi 21 bulan berturut-turut, siklus akumulasi terpanjang dalam sejarah bank sentral tersebut . Pada akhir Juli, cadangan emas China bernilai US$306,35 miliar, mewakili sekitar 8% hingga 9% dari total cadangan devisa negara yang mencapai US$3,419 triliun—naik signifikan dari level yang lebih rendah di tahun-tahun sebelumnya
.
Akumulasi ini tidak terjadi begitu saja. China telah mulai memindahkan sebagian cadangan emasnya dari London ke Hong Kong, bergabung dengan tren global repatriasi emas bank sentral . Relokasi fisik ini mendukung ambisi Beijing untuk menjadikan Hong Kong sebagai pusat kliring dan penetapan harga emas utama, dengan tujuan akhir menggeser penemuan harga (price discovery) menuju sistem yang diselesaikan dengan yuan
.
Pembelian berkelanjutan PBOC memberikan landasan harga (price floor) yang struktural bagi emas. Bahkan ketika harga emas sempat turun hampir 30% dari rekor tertingginya di awal 2026, bank sentral justru membeli saat harga turun (buy the dip), membantu emas menemukan support di atas US$4.000 per ons .
Para analis menyoroti tiga katalis positif:
Akselerasi akumulasi emas China secara luas ditafsirkan sebagai respons langsung terhadap pembekuan cadangan bank sentral Rusia oleh AS dan sekutunya setelah invasi ke Ukraina. PBOC ingin melindungi cadangannya dari potensi sanksi Barat .
Dengan memindahkan emas fisik ke Hong Kong dan membangun infrastruktur kliring di sana, China menciptakan ekosistem perdagangan emas alternatif yang mengurangi ketergantungan pada London dan New York—sebuah langkah yang dapat memperdalam perpecahan keuangan antara Timur dan Barat .
Beberapa analis menggambarkan fenomena ini sebagai "Pemisahan Emas Besar" (Great Gold Split)—emas fisik semakin banyak mengalir ke China dan negara-negara BRICS lainnya, sementara pasar emas kertas di Barat menghadapi pasokan fisik yang lebih ketat, menciptakan divergensi antara harga kertas dan harga fisik .
Setiap ton emas yang dibeli PBOC berarti satu ton obligasi Treasury AS yang tidak dibeli. Ketika China melakukan diversifikasi dari aset dolar, The Fed menghadapi permintaan (bid) yang secara struktural lebih lemah untuk utang pemerintah AS, yang dapat mempercepat kurva imbal hasil (yield curve) dan mempersulit jalur suku bunga The Fed .
Penurunan berkelanjutan pangsa dolar dalam cadangan bank sentral global—kini berada pada level terendah dalam beberapa dekade—melemahkan permintaan struktural terhadap dolar, mengurangi "hak istimewa yang berlebihan" (exorbitant privilege) dan berpotensi memaksa The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama demi mempertahankan daya tarik dolar .
Namun, pembelian emas oleh PBOC adalah tren struktural jangka panjang, bukan sinyal kebijakan moneter jangka pendek. Hal ini menambah argumen bahwa Thefed mungkin menghadapi lingkungan likuiditas global yang lebih ketat dan minat asing yang berkurang terhadap utang AS, tetapi ini hanyalah salah satu faktor inkremental dalam kalkulasi penetapan suku bunga The Fed.
Rekor pembelian emas PBOC selama 21 bulan, percepatan pembelian di Juli, dan pergeseran strategis ke Hong Kong merupakan strategi jangka panjang yang disengaja untuk melakukan diversifikasi cadangan, mengurangi ketergantungan pada dolar, dan membangun arsitektur keuangan paralel. Bagi investor emas, pesan utamanya adalah bahwa permintaan bank sentral—yang dipimpin oleh China—menyediakan landasan yang kuat dan abadi di bawah harga emas, bahkan ketika ketidakpastian geopolitik dan moneter terus berkembang.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Harga emas menyentuh level tertinggi 10 pekan di kisaran US$4.400 per ons pada 11 Agustus 2026, didorong oleh pembelian emas terbesar PBOC sejak Oktober 2023, ketegangan AS Iran, dan momentum de dolarisasi.
Harga emas menyentuh level tertinggi 10 pekan di kisaran US$4.400 per ons pada 11 Agustus 2026, didorong oleh pembelian emas terbesar PBOC sejak Oktober 2023, ketegangan AS Iran, dan momentum de dolarisasi. Bank Sentral China (PBOC) telah membeli emas selama 21 bulan berturut turut—rekor terpanjang dalam sejarah—dengan total kepemilikan mencapai rekor 2.366 ton [1][3][7].
China secara strategis memindahkan emas dari London ke Hong Kong untuk membangun pusat perdagangan emas berbasis yuan, mengurangi ketergantungan pada aset dolar AS—sebuah tren yang berdampak besar pada harga emas dan...