Serangan ini tidak hanya terjadi di dekat perbatasan. Lokasi-lokasi yang terkena dampak menyebar luas, dari Tambov dan Kotovsk hingga Sankt-Peterburg, Krasnodar, Stavropol, Samara, Vladimir, dan bahkan hingga Yekaterinburg yang berjarak lebih dari 2.000 km dari perbatasan Ukraina .
Bencana ini mengakibatkan kerugian barang yang sangat fantastis. Menurut riset pasar Data Insight, nilai inventaris yang hangus terbakar mencapai US$5 miliar (sekitar Rp80 kuadriliun) .
Kerugian terbesar justru ditanggung oleh para pedagang (seller). Analis Forbes Russia memperkirakan kerugian mereka mencapai 215–280 miliar rubel (sekitar US$2,4–3,1 miliar) . Angka ini jauh lebih besar dibandingkan perkiraan awal yang 'hanya' 150 miliar rubel dari dua hari pertama serangan
. Sementara itu, kerugian langsung Wildberries sendiri diperkirakan mencapai 100–200 miliar rubel (~US$1,1–2,2 miliar), yang diperkirakan akan membuat perusahaan tidak untung selama bertahun-tahun
.
Akibatnya, banyak pedagang kecil yang kolaps. Seorang seller melaporkan kehilangan 1 juta rubel, dan banyak bisnis kecil lainnya bangkrut karena tidak memiliki asuransi .
Alasan utama Ukraina menargetkan Wildberries adalah karena platform ini dituduh terlibat dalam rantai pasok militer Rusia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan bahwa gudang-gudang itu "terlibat dalam menyediakan komponen drone, peralatan navigasi, dan perlengkapan lainnya untuk tentara Rusia" . Tuduhan ini diperkuat dengan fakta bahwa beberapa hari sebelum serangan, Wildberries memperbarui syarat dan ketentuannya yang mengizinkan pengadaan barang militer secara langsung
.
Meskipun Kremlin membantah tuduhan ini, jurnalis menemukan bahwa rompi antipeluru, komponen drone, dan perlengkapan militer lainnya masih mudah ditemukan di platform tersebut bahkan beberapa jam setelah serangan .
Data menunjukkan bahwa penjualan barang-barang militer dan penggunaan ganda (dual-use) di Wildberries turun drastis, antara 20–40% di beberapa kategori . Penjualan aksesoris drone turun 39%, rompi antipeluru 24%, dan teropong berburu 22% .
Dampak lainnya terasa di lini pendapatan iklan. Setelah serangan, belanja iklan di Wildberries ambruk. Menurut firma analitik Digital Budget, pengeluaran untuk iklan banner langsung (direct banner ads) turun 63% pada Juli dibandingkan dengan Juni .
Agensi periklanan besar melaporkan bahwa aktivitas periklanan "telah menurun drastis" karena merek-merek menarik anggaran akibat gangguan logistik dan risiko reputasi . Harga rata-rata iklan bahkan turun hingga 15% karena berkurangnya permintaan .