Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov, mengatakan kepada Dewan Keamanan pada 11 Agustus 2026 bahwa 'Tepi Barat berada di titik puncak' (breaking point) . Ia memperingatkan bahwa situasi ini didorong oleh konflik yang belum terselesaikan selama puluhan tahun, pendudukan ilegal, nyaris runtuhnya Otoritas Palestina, kekerasan pemukim yang memecahkan rekor, dan percepatan aneksasi de facto .
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mendokumentasikan:
Duta Besar Pakistan untuk PBB memperingatkan Dewan Keamanan pada 12 Agustus 2026 bahwa Tepi Barat mendekati 'titik kritis yang berbahaya'. Ia menyatakan bahwa perluasan pemukiman Israel, kekerasan pemukim, dan pemindahan paksa warga Palestina secara aktif membahayakan dan mengikis kelangsungan solusi dua negara .
Tidak ada bukti dari sumber yang tersedia yang mendukung klaim bahwa warga sipil Israel menggunakan ambulans untuk melewati pos pemeriksaan militer. Sebaliknya, sumber-sumber yang ada justru menunjukkan bahwa pasukan Israel berulang kali dituduh memblokir dan menunda ambulans Palestina di pos pemeriksaan, termasuk sebuah insiden pada akhir Juli 2026 di mana penundaan di pos pemeriksaan menyebabkan seorang wanita hamil Palestina kehilangan janinnya .
Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov, mengatakan kepada Dewan Keamanan pada 11 Agustus 2026 bahwa 'Tepi Barat berada di titik puncak' (breaking point) . Ia memperingatkan bahwa situasi ini didorong oleh konflik yang belum terselesaikan selama puluhan tahun, pendudukan ilegal, nyaris runtuhnya Otoritas Palestina, kekerasan pemukim yang memecahkan rekor, dan percepatan aneksasi de facto .
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mendokumentasikan:
Duta Besar Pakistan untuk PBB memperingatkan Dewan Keamanan pada 12 Agustus 2026 bahwa Tepi Barat mendekati 'titik kritis yang berbahaya'. Ia menyatakan bahwa perluasan pemukiman Israel, kekerasan pemukim, dan pemindahan paksa warga Palestina secara aktif membahayakan dan mengikis kelangsungan solusi dua negara .
Tidak ada bukti dari sumber yang tersedia yang mendukung klaim bahwa warga sipil Israel menggunakan ambulans untuk melewati pos pemeriksaan militer. Sebaliknya, sumber-sumber yang ada justru menunjukkan bahwa pasukan Israel berulang kali dituduh memblokir dan menunda ambulans Palestina di pos pemeriksaan, termasuk sebuah insiden pada akhir Juli 2026 di mana penundaan di pos pemeriksaan menyebabkan seorang wanita hamil Palestina kehilangan janinnya .