ADNOC menggunakan armada kapal tanker milik sendiri dan yang disewa — berukuran lebih kecil — untuk menyusuri selat (shuttle), lalu memindahkan kargo melalui operasi kapal-ke-kapal (ship-to-ship/STS) ke kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) raksasa yang menunggu di luar Teluk Persia, tepatnya di Teluk Oman . Operasi "milk run" ini meminimalkan waktu paparan kapal-kapal besar bernilai tinggi di dalam selat
. Keberhasilan ini membuat ADNOC kini menawarkan jasa shuttle untuk ekspor minyak mentah Irak
.
ADNOC memaksimalkan penggunaan pipa Habshan–Fujairah, yang mengangkut minyak mentah dari ladang onshore barat Abu Dhabi langsung ke Pelabuhan Fujairah di pesisir timur UEA, sepenuhnya memotong Selat Hormuz . Dikombinasikan dengan model shuttle-dan-STS, pipa ini menjadi tulang punggung kelancaran ekspor.
ADNOC berinvestasi besar-besaran untuk membawa rantai ekspor di bawah kendali langsung:
Pembelian ini didorong oleh krisis Hormuz dan Laut Merah yang memperketat pasokan kapal tanker pihak ketiga dan menaikkan tarif sewa .
Sejak Juni 2026, ADNOC telah mengeluarkan delapan tender minyak mentah spot, menawarkan jutaan barel minyak Upper Zakum, Umm Lulu, dan Das untuk dimuat antara Agustus dan Oktober . Detail penting:
UEA menjadi produsen Teluk paling sukses dalam mempertahankan ekspor melalui selat, memberikan bantalan kritis bagi pasar global . Produsen Teluk lain (Irak, Kuwait, Qatar) lebih kesulitan menghadapi blokade. Saudi Aramco juga menggunakan transit gelap tetapi dengan volume yang lebih rendah
. Kesuksesan ADNOC kini sedemikian mapan sehingga mereka menawarkan jasa pengiriman minyak Irak melalui selat, secara efektif memonetisasi keunggulan operasional mereka
.
Meskipun ada kemajuan kerangka kesepakatan Iran-Oman, selat tetap tertutup untuk lalu lintas komersial normal:
Intinya: ADNOC telah membangun sistem ekspor mandiri yang terintegrasi secara vertikal — transit gelap, transfer shuttle-dan-STS, pipa bypass Fujairah, dan armada milik yang diperluas dengan cepat — yang menjadikannya poros aliran minyak mentah regional melalui selat. Jalan diplomatik menuju pembukaan kembali penuh masih terhalang oleh prasyarat luas Iran dan tidak adanya perundingan langsung AS-Iran, yang berarti jalan pintas ADNOC kemungkinan akan tetap menjadi saluran ekspor utama untuk masa mendatang.