Perekonomian Jerman, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, tumbuh 0,2% (q/q) pada Q2, melampaui perkiraan yang semula memperkirakan stagnasi atau kontraksi. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh ekspor yang lebih kuat . Angka ini menjadi kontributor utama bagi kinerja Zona Euro secara keseluruhan, mengingat Jerman sebelumnya menjadi beban bagi pertumbuhan kawasan. Namun, pertumbuhan ini memiliki basis yang sempit: konsumsi rumah tangga dan investasi tetap lesu, dan para analis memperingatkan bahwa pemulihan yang didorong oleh ekspor ini rapuh . Inflasi Jerman juga naik pada Juli akibat harga energi yang lebih tinggi terkait konflik Iran, yang mengancam permintaan domestik . Sentimen bisnis sedikit membaik setelah kejutan PDB dan beberapa sinyal reformasi positif dari pemerintah, tetapi Komisi Eropa menggambarkan ekonomi Uni Eropa sedang menghadapi "guncangan energi baru" yang mengikis kepercayaan dan pendapatan riil rumah tangga .
Ketegangan geopolitik (konflik Iran). Perang AS-Iran telah mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz, mendorong harga minyak naik sekitar 20%, dan menciptakan "volatilitas yang signifikan di pasar minyak global" . ECB memperingatkan bahwa efek penuh dari guncangan energi ini belum sepenuhnya terasa pada perekonomian .
Inflasi yang lebih tinggi. Staf Eurosystem memproyeksikan inflasi utama (headline) rata-rata 3,0% pada tahun 2026, 2,3% pada tahun 2027, dan baru akan kembali ke 2,0% pada tahun 2028 . Inflasi inti (tidak termasuk energi dan makanan) diperkirakan tetap di 2,5% tahun ini dan tahun depan, yang menunjukkan tekanan harga yang mendasar masih persisten .
Pengangguran yang meningkat. Prakiraan Musim Semi 2026 dari Komisi Eropa melihat tingkat pengangguran Zona Euro naik tipis menjadi 6,4% pada 2026 dan bertahan di level tersebut hingga 2027, naik dari 6,3% pada 2025 . Tinjauan Stabilitas Keuangan ECB mencatat bahwa guncangan energi sedang mengikis laba perusahaan dan dapat memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) .
Tekanan harga energi. Harga minyak dan gas masih jauh di atas level sebelum konflik, dan Buletin Ekonomi ECB edisi Agustus 2026 menggambarkan prospek harga energi sebagai "sangat fluktuatif" dan masih di sekitar baseline proyeksi Juni yang sudah tinggi .
Penurunan perkiraan pertumbuhan IMF dan UE. IMF memangkas perkiraan pertumbuhan Zona Euro pada tahun 2026 pada bulan Juni, memperingatkan bahwa "guncangan energi yang lebih persisten" dapat mengurangi separuh perkiraan pertumbuhan . Prakiraan musim semi Komisi Eropa sudah memproyeksikan pertumbuhan Zona Euro melambat menjadi hanya 0,9% untuk tahun penuh 2026 .
Lemahnya permintaan domestik. Konsumsi dan investasi masih terhambat oleh pendapatan riil yang terkikis dan ketidakpastian yang tinggi . Pertumbuhan Jerman pada Q2 sepenuhnya didorong oleh ekspor, sementara permintaan domestik masih terkontraksi .