Konflik Iran AS sejak 28 Februari 2026 memicu krisis maritim: ADNOC melaporkan 15 kapalnya dihantam rudal dan drone di Selat Hormuz, menewaskan satu awak dan melukai 20 lainnya. Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz anjlok hingga hanya 10% dari level sebelum perang, mengancam pasokan energi global.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How have the escalating attacks on vessels in the Strait of Hormuz and the broader Iran-US conflict impacted shipping, oil prices, regional. Article summary: I'll research the key aspects of this multi-faceted question.. Topic tags: general, news, general web, user generated, government. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Sejak akhir Februari 2026, konflik antara Iran dan Amerika Serikat telah memicu gangguan terparah pada perdagangan maritim global dalam beberapa dekade. Selat Hormuz — jalur sempit sepanjang 33 kilometer yang sebelum perang membawa sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia — kini nyaris ditutup untuk sebagian besar lalu lintas komersial. Berikut ringkasan kejadian, data terbaru, dan posisi upaya diplomatik.
Pada 7 Agustus 2026, Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) mengonfirmasi bahwa 15 kapalnya telah dihantam rudal dan drone saat melintasi Selat Hormuz sejak konflik dimulai . Tiga dari serangan itu terjadi pada pekan pertama Agustus saja
. Serangan ini mengakibatkan satu awak kapal tewas dan 20 lainnya terluka
.
ADNOC menggambarkan situasi ini sebagai "lingkungan yang sangat menantang" dan mengatakan operasinya "terdampak secara signifikan" . Perusahaan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk melindungi personel dan asetnya, sambil terus berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan semaksimal mungkin
. Juru bicara ADNOC menyebut serangan itu tidak beralasan dan melanggar hukum maritim internasional
.
Menurut laporan Foreign Policy Journal, lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz telah anjlok hingga sekitar 10% dari level sebelum perang . Sebelum konflik, selat ini membawa sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia
.
Penutupan ini menimbulkan efek berantai: Selat Bab el-Mandeb (Laut Merah) juga mengalami penurunan tajam, dengan lima kapal tanker mengubah rute dalam sehari pada akhir Juli setelah serangan Houthi terhadap fasilitas minyak Arab Saudi .
Krisis dimulai pada 28 Februari 2026, saat serangan udara AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan pejabat tinggi lainnya, sehingga memicu perang . Iran segera membalas dengan serangan ke Israel dan target di Teluk, serta mengambil alih kendali Selat Hormuz, secara efektif memblokir jalur tersebut
. IRGC mengeluarkan peringatan larangan melintas dan meluncurkan serangan drone ke pelabuhan Oman (Duqm dan Salalah) yang digunakan oleh pasukan AS, serta kapal tanker minyak di lepas Muscat
.
Pada 19 Maret 2026, Amerika Serikat memulai kampanye udara melawan posisi Iran untuk membuka kembali selat tersebut . Gencatan senjata singkat AS-Iran mulai berlaku pada 7 April 2026, menghentikan operasi tempur utama — namun selat itu tetap tertutup
. Hingga awal Agustus, Iran masih menguasai secara de facto.
Pasukan Houthi yang didukung Iran di Yaman meningkatkan serangan sejak pertengahan 2026. Pada Juni 2026, mereka mengumumkan larangan total navigasi maritim Israel di Laut Merah dan meluncurkan serangan ke Israel S. Pada 20 Juli 2026, Houthi mendeklarasikan blokade maritim terhadap Arab Saudi, menyerang dua kapal tanker minyak Saudi (Encelia dan Layla) dan kemudian menyerang lokasi Saudi Aramco di Yanbu dan Jizan SSS. Pelayaran di Laut Merah melambat signifikan sebagai akibatnya SS.
Pembaruan dari Congressional Research Service AS (4 Agustus 2026) mencatat bahwa Houthi telah menghentikan serangan sejak awal 2025, tetapi melanjutkannya saat perang Iran meluas S. Pimpinan Houthi menyatakan bahwa tujuan mereka adalah meniru strategi Iran di Selat Hormuz di Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah S.
Upaya diplomatik berlangsung alot:
Meskipun angka harga patokan minyak spesifik tidak tercantum dalam hasil pencarian, penutupan total Selat Hormuz telah sangat membatasi pasokan global. Banyak sumber mencatat bahwa pasar minyak menghadapi ketidakpastian ekstrem S. Serangan udara AS telah menewaskan sekitar 1.700 warga sipil Iran dan menghancurkan infrastruktur Iran, memperdalam krisis kemanusiaan dan stabilitas
. Delapan belas personel AS telah tewas dalam perang hingga akhir Juli 2026, yang diperkirakan Pentagon menelan biaya $37,5 miliar
.
Situasi masih sangat fluktuatif. Iran mempertahankan kendali efektif atas Selat Hormuz, operasi Houthi telah membuka front maritim kedua di Laut Merah, dan jalur diplomatik Iran-Oman — meskipun menunjukkan pergerakan baru-baru ini — belum menghasilkan pembukaan kembali jalur air yang berfungsi.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Konflik Iran AS sejak 28 Februari 2026 memicu krisis maritim: ADNOC melaporkan 15 kapalnya dihantam rudal dan drone di Selat Hormuz, menewaskan satu awak dan melukai 20 lainnya.
Konflik Iran AS sejak 28 Februari 2026 memicu krisis maritim: ADNOC melaporkan 15 kapalnya dihantam rudal dan drone di Selat Hormuz, menewaskan satu awak dan melukai 20 lainnya. Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz anjlok hingga hanya 10% dari level sebelum perang, mengancam pasokan energi global.
Iran masih menguasai Selat Hormuz secara de facto. Sebuah kesepakatan usulan Iran Oman yang dikabarkan hampir final justru akan memberikan kendali kepada Teheran atas kapal yang masuk ke Teluk.