Kecepatan belanja infrastruktur AI menjadi perhatian utama pasar.
Istilah hyperscaler merujuk pada operator cloud berskala sangat besar yang mampu menyediakan kapasitas komputasi dan pusat data untuk jutaan pengguna serta perusahaan.
Investigasi Nikkei Asia terhadap dokumen yang diajukan ke regulator pasar modal AS, SEC, menemukan bahwa Alphabet, Amazon, Microsoft, Meta, dan Oracle secara kolektif memiliki sekitar US$1,65 triliun kewajiban di luar neraca. Kewajiban itu terutama berkaitan dengan sewa pusat data dan komitmen pembelian jangka panjang untuk infrastruktur AI .
Beberapa angka yang paling menonjol:
Namun, istilah “utang tersembunyi” perlu dipahami secara hati-hati. Kewajiban tersebut bukan berarti tidak diungkapkan sama sekali. Banyak di antaranya tercantum dalam catatan kaki laporan keuangan sebagai komitmen kontraktual masa depan. Berdasarkan aturan akuntansi AS, kewajiban itu dapat tetap berada di luar neraca hingga persyaratan tertentu terpenuhi, misalnya ketika sewa fasilitas mulai berlaku .
Belanja modal tidak langsung sepenuhnya menjadi beban pada laporan laba rugi. Peralatan dan fasilitas dicatat sebagai aset, lalu biayanya dibebankan secara bertahap melalui depresiasi selama masa manfaatnya.
Di sinilah muncul risiko yang disebut sejumlah analis sebagai “tembok depresiasi”.
Ada satu sinyal positif. Bloomberg melaporkan penjualan AI global di luar China mencapai US$25 miliar pada kuartal I 2026, melampaui estimasi biaya depresiasi industri sebesar US$21 miliar untuk kuartal kedua berturut-turut . Ini menunjukkan pendapatan AI mulai mampu menutup beban depresiasi, meski belum membuktikan bahwa seluruh investasi akan menghasilkan imbal hasil tinggi.
Pertumbuhan belanja yang sangat cepat mulai mengubah cara pasar menilai Big Tech.
Angka-angka tersebut mencerminkan tarik-menarik yang semakin jelas. Manajemen perusahaan mengatakan permintaan kapasitas AI masih melebihi pasokan. Namun, investor ingin mengetahui kapan investasi itu mulai menghasilkan arus kas, bukan sekadar pertumbuhan kapasitas.
Sejumlah angka spesifik mengenai proyeksi penerbitan obligasi sektor teknologi, media, dan telekomunikasi serta pelebaran spread kredit tidak dapat diverifikasi secara independen dari sumber yang tersedia. Karena itu, angka-angka tersebut tidak digunakan sebagai dasar kesimpulan utama di sini.
Pendukung investasi besar-besaran berpendapat bahwa perusahaan masih berada dalam fase ekspansi yang dibatasi kapasitas. Jika permintaan layanan AI terus tumbuh, pusat data dan server baru dapat segera menghasilkan pendapatan.
Data penjualan AI yang melampaui biaya depresiasi selama dua kuartal berturut-turut menjadi salah satu argumen utama kubu optimistis . Microsoft juga memproyeksikan arus kas bebas positif pada tahun fiskal 2027, sementara pendapatan tahunan Azure telah melampaui US$100 miliar .
Bagi pihak yang lebih skeptis, pendapatan saat ini belum cukup untuk menjamin pengembalian atas investasi triliunan dolar. Belanja modal hari ini akan berubah menjadi beban depresiasi pada tahun-tahun mendatang. Sekitar US$549 miliar biaya tertunda diperkirakan tetap masuk ke laporan laba rugi, terlepas dari apakah pendapatan AI tumbuh sesuai jadwal .
Kewajiban di luar neraca sebesar US$1,65 triliun juga berarti tingkat komitmen finansial sebenarnya jauh lebih besar daripada yang terlihat dari angka utang resmi . Ketika arus kas bebas mendekati nol, ruang perusahaan untuk menghadapi perlambatan pendapatan menjadi lebih terbatas .
Sebagian besar perusahaan sekuritas masih mempertahankan pandangan positif terhadap Big Tech. Namun, semakin banyak investor mulai bersiap menghadapi perlambatan pertumbuhan belanja .
Perdebatan terbesar bukan lagi apakah AI akan menjadi teknologi penting. Pertanyaannya adalah apakah pendapatan AI akan tumbuh cukup cepat untuk membenarkan pembangunan infrastruktur senilai triliunan dolar.
Jika proyeksi Goldman Sachs benar, hyperscaler akan menggelontorkan lebih dari US$5,3 triliun hingga 2030 . Investasi sebesar itu dapat menjadi fondasi ekonomi digital baru—atau menciptakan beban depresiasi dan komitmen kontraktual yang terlalu besar apabila permintaan tidak berkembang sesuai harapan.