Glueball merupakan salah satu prediksi penting dari kromodinamika kuantum atau QCD, teori yang menjelaskan gaya nuklir kuat. Berbeda dari foton yang tidak membawa muatan gaya elektromagnetik, gluon membawa muatan warna—besaran yang terkait dengan gaya kuat. Karena itu, gluon dapat saling berinteraksi, membuka kemungkinan terbentuknya ikatan gluon tanpa quark .
Namun, pembuktian eksperimennya sangat rumit. Glueball diperkirakan dapat bercampur dengan meson biasa yang memiliki bilangan kuantum serupa. Akibatnya, sinyal yang terlihat di detektor dapat menyerupai partikel yang tersusun dari quark dan antiquark, sehingga identifikasi glueball murni sulit dilakukan .
BESIII memanfaatkan sekitar 10 miliar peristiwa peluruhan J/ψ, salah satu kumpulan data terbesar untuk penelitian semacam ini. Dengan data tersebut, peneliti menganalisis secara terperinci rangkaian peluruhan J/ψ → γ Kₛ⁰Kₛ⁰η′ menggunakan metode yang disebut analisis gelombang parsial .
Peneliti tidak hanya mengandalkan satu ciri. Mereka membandingkan spin-paritas, massa, cara partikel terbentuk, serta berbagai produk peluruhannya dengan karakteristik yang diprediksi untuk glueball paling ringan.
Pada 2024, BESIII untuk pertama kalinya menentukan bilangan kuantum X(2370) sebagai J^PC = 0⁻⁺, dengan signifikansi statistik lebih dari 11,7 sigma . Secara sederhana, angka 0 menunjukkan bahwa partikel tersebut tidak memiliki spin total, sedangkan tanda minus dan plus merangkum sifat paritas serta konjugasi muatannya.
Hasil ini sangat penting karena perhitungan QCD pada kisi telah lama memprediksi bahwa pseudoscalar glueball paling ringan akan memiliki bilangan kuantum yang sama, yaitu 0⁻⁺ . Studi tersebut kemudian diterbitkan di Physical Review Letters dan mendapat pengakuan sebagai Editor's Suggestion .
Massa X(2370) diukur sebesar 2.395 ± 11(stat) +26/-94(syst) MeV . Nilai ini berada dalam kisaran yang diperkirakan oleh perhitungan QCD pada kisi untuk glueball 0⁻⁺ paling ringan .
Nama X(2370) berasal dari perkiraan massa awalnya, sementara pengukuran yang lebih presisi menghasilkan angka sekitar 2.395 MeV.
Meson biasa yang tersusun dari quark-antiquark cenderung menunjukkan preferensi terhadap rasa quark tertentu, misalnya rasa non-strange atau strange. Glueball, sebaliknya, diperkirakan tidak memiliki rasa quark tertentu dan karena itu menunjukkan perilaku singlet rasa—tidak terlalu memilih satu jenis rasa saat meluruh .
BESIII mengamati X(2370) melalui sejumlah kanal, termasuk:
Konsistensi sinyal di berbagai kanal tersebut mendukung kesimpulan bahwa X(2370) bukan sekadar meson biasa yang didominasi quark-antiquark. Perilaku singlet rasa ini menjadi salah satu ciri penting keadaan yang didominasi glueball .
X(2370) pertama kali diamati pada 2011 melalui peluruhan J/ψ → γπ⁺π⁻η′ . Setelah itu, partikel yang sama dikonfirmasi dalam kanal lain, termasuk γK̄Kη′, γKₛ⁰Kₛ⁰π⁰, dan γπ⁰π⁰η .
Pengamatan berulang melalui mode peluruhan yang berbeda memperkuat bahwa sinyal tersebut berasal dari satu resonansi yang sama. Bersama hasil pengukuran spin-paritas dan massa, temuan ini membuat penafsiran X(2370) sebagai keadaan yang didominasi glueball semakin kuat .
Kesimpulan BESIII lebih tepat dipahami sebagai identifikasi X(2370) sebagai partikel yang didominasi komponen pseudoscalar glueball, bukan klaim bahwa tidak ada sama sekali kontribusi quark-antiquark. Pencampuran antara glueball dan meson konvensional memang diperkirakan terjadi dalam teori.
Analisis teoretis berjudul “Lightest 0⁻⁺ Glueball as Dominant Constituent of X(2370)” menyimpulkan bahwa komponen pseudoscalar glueball paling ringan merupakan penyusun dominan X(2370), sementara kontribusi dari model quark konvensional lebih kecil . Kolaborasi BESIII mempresentasikan hasil tersebut dalam International Conference on High Energy Physics di Natal, Brasil, pada Agustus 2026, setelah sekitar 15 tahun penelitian eksperimental .
Penetapan X(2370) sebagai keadaan yang didominasi glueball penting karena:
X(2370) dipandang sebagai kandidat kuat untuk pseudoscalar glueball paling ringan. Tahap berikutnya adalah mencari anggota lain dalam spektrum glueball, termasuk keadaan skalar 0⁺⁺ dan tensor 2⁺⁺ yang diperkirakan berada pada massa berbeda.
Eksperimen lanjutan di BESIII dan fasilitas lain akan membantu mengukur massa, lebar, serta kanal peluruhan X(2370) dengan lebih presisi. Data baru juga diperlukan untuk menentukan seberapa besar pencampuran antara glueball dan quarkonium. Dengan begitu, penemuan ini bukan akhir dari penelitian glueball, melainkan awal dari pengujian QCD yang lebih mendalam .