Pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026, kelompok Houthi yang berbasis di Yaman meningkatkan serangan secara dramatis dari sekadar gangguan maritim menjadi serangan multi-domain yang berkelanjutan terhadap kapal tanker minyak Saudi, infrastruktur kilang di darat, dan sebuah bandara. Semua ini dilakukan sambil menerapkan blokade laut yang telah mereka deklarasikan terhadap Arab Saudi. Serangan ini, yang terjadi di atas penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang masih berlangsung, telah menciptakan krisis energi dua titik tersempit (dual chokepoint) yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menghentikan penerbangan komersial di bandara utama Saudi dekat perbatasan Yaman.
Eskalasi Serangan Houthi (Akhir Juli – Awal Agustus 2026)
Serangan maritim terhadap kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah
- Pada 22 Juli, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengumumkan bahwa kelompoknya telah menyerang dua kapal tanker minyak Saudi—Encelia dan Layla—menggunakan rudal dan drone di Laut Merah. Ini adalah serangan langsung pertama sejak Houthi mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi
![]()
![]()
.
- Pada 28 Juli, Houthi menembakkan rudal balistik ke kapal tanker minyak Saudi lainnya di Laut Merah, dengan alasan kapal tersebut telah melanggar blokade dan mengabaikan peringatan
![]()
.