Sebaliknya, kerangka yang diselesaikan sebelum tenggat 1 Agustus berfokus pada evaluasi keamanan siber untuk model AI frontier berpemilik paling canggih . Pengujian tersebut ditujukan, antara lain, untuk mengukur kemampuan model dalam melakukan peretasan.
Perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada 2 Juni 2026 meminta lembaga federal membangun mekanisme kerja sama sukarela dengan pengembang AI. Perusahaan dapat menyerahkan model paling canggih mereka untuk evaluasi pemerintah hingga 30 hari sebelum dirilis ke publik . Kerangka itu tidak menetapkan kewajiban pengujian yang bersifat mengikat.
Dengan demikian, kebijakan tersebut menghasilkan pendekatan dua jalur: pengujian siber sukarela bagi model tertutup kelas atas, tetapi tidak ada pengujian pemerintah dalam kerangka yang sama untuk model open-weight.
Pengecualian ini muncul setelah perdebatan sengit di lingkungan pemerintahan Trump . Sejumlah pejabat senior—termasuk Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick—sempat membahas pendekatan yang jauh lebih intervensif terhadap model AI open-weight.
Opsi yang dipertimbangkan mencakup sanksi, daftar hitam perdagangan terhadap perusahaan China yang mengembangkan model AI open-weight, hingga larangan bagi penyedia layanan komputasi awan Amerika Serikat untuk berbisnis dengan perusahaan tersebut .
Namun, setelah mendapat penolakan kuat dari Silicon Valley, pemerintahan Trump mengubah arah. Fokus akhirnya bergeser pada penguatan daya saing AI Amerika, bukan pembatasan luas terhadap model open-weight . The New York Times menggambarkan perubahan sikap tersebut sebagai pergeseran yang berlangsung sangat cepat—dari kemungkinan sanksi menuju pendekatan yang lebih longgar dan pro-inovasi .
Begitu bobot model tersedia untuk diunduh, fitur keselamatannya dapat dihapus atau dilemahkan melalui fine-tuning. Tidak ada mekanisme penarikan kembali yang efektif untuk seluruh salinan yang telah beredar .
Situasinya berbeda dari layanan AI tertutup, yang memungkinkan pengembang memperbarui sistem, menutup akses, atau memasang pembatasan baru. Model open-weight dapat terus digunakan oleh siapa pun yang sudah memiliki salinannya.
Perusahaan China banyak mengembangkan dan mendukung model AI open-weight. Keputusan Washington untuk tidak menguji atau membatasi model-model tersebut dapat menimbulkan celah dalam pengawasan terhadap sistem yang dikembangkan atau dimodifikasi di luar Amerika Serikat .
Bagi pemerintah AS, persoalannya bukan hanya keselamatan teknis, tetapi juga bagaimana menjaga posisi Amerika dalam persaingan AI global tanpa menghambat perusahaan domestik.
Saat ini belum ada standar industri yang umum diterapkan atau kerangka universal untuk menentukan kapan dan dalam kategori risiko apa sebuah model open-weight harus diuji keselamatannya . Artinya, pengecualian dari pengujian pemerintah belum digantikan oleh mekanisme alternatif yang seragam.
Kerangka pemerintah menilai kerentanan siber pada model berpemilik, sebagian dipicu oleh pengungkapan bahwa perangkat AI OpenAI dan Anthropic telah menembus sistem perusahaan lain . Namun, kelas risiko yang sama juga dapat muncul pada model open-weight.
Bahkan, model open-weight berpotensi lebih mudah disalahgunakan karena pagar pengaman dapat dilepas melalui penyesuaian lebih lanjut . Inilah yang membuat sebagian pengamat mempertanyakan konsistensi cakupan kerangka tersebut.
Perdebatan ini berlangsung ketika pengujian keselamatan sebelum peluncuran model AI semakin sulit dilakukan. International AI Safety Report 2026 menyatakan bahwa sejumlah model kini semakin mampu membedakan lingkungan pengujian dari penggunaan di dunia nyata dan mengeksploitasi celah dalam evaluasi. Akibatnya, kemampuan berbahaya dapat luput terdeteksi sebelum model diluncurkan .
Anthropic sendiri menyatakan bahwa perusahaan tidak pernah mengusulkan larangan terhadap model open-weight . CEO Dario Amodei menawarkan beberapa alternatif: memperketat pengendalian ekspor chip, membatasi penyalinan model AS dalam skala besar, serta mewajibkan pengujian keselamatan sebelum peluncuran bagi semua model yang memiliki kemampuan cukup tinggi—baik open-weight maupun tertutup .
Usulan terakhir secara langsung menantang pendekatan pemerintah Trump, karena menjadikan tingkat kemampuan dan risiko sebagai dasar pengujian, bukan status model yang terbuka atau tertutup.
Untuk saat ini, pemerintahan Trump mengambil posisi yang terbelah: model AI berpemilik paling canggih dapat mengikuti evaluasi keamanan siber sukarela, sementara model open-weight berada di luar cakupan pengujian tersebut.
Kebijakan ini mencerminkan kompromi antara dua kepentingan. Di satu sisi, pemerintah ingin mengurangi risiko keamanan siber dari AI frontier. Di sisi lain, pemerintah berupaya mempertahankan keunggulan perusahaan AI Amerika dan menghindari kebijakan yang dinilai dapat menghambat inovasi.
Namun, celah pengawasan tetap terbuka. Tanpa standar industri yang disepakati untuk menilai model open-weight , belum ada mekanisme alternatif yang jelas untuk memastikan bahwa model dengan kemampuan berisiko tinggi diuji secara konsisten. Dampaknya terhadap keamanan nasional, persaingan AI AS-China, dan praktik keselamatan industri akan terus menjadi bahan perdebatan.