Yang membuat misi ini sangat menonjol adalah kondisi Ship 40 setelah menyentuh air. Kendaraan itu tidak berakhir dalam ledakan seperti pada sejumlah uji sebelumnya. Ship 40 memang terbalik dan mengapung di laut, tetapi tetap utuh serta mengirimkan telemetri selama lima hari . SpaceX kemudian menyiapkan proses pengangkatan kendaraan tersebut dengan kapal, sehingga para insinyur untuk pertama kalinya dapat memeriksa secara fisik badan Starship kelas orbital yang telah menjalani penerbangan penuh .
Data dari pemeriksaan ini, bersama hasil telemetri dan rekaman penerbangan, menjadi dasar bagi rencana SpaceX mencoba menangkap tingkat atas Starship menggunakan lengan “chopstick” pada menara peluncuran dalam Flight 14 .
Telemetri selama penerbangan dapat merekam gigabita data dari sensor. Namun, kendaraan yang berhasil diambil dari laut bisa menunjukkan detail yang tidak selalu dapat diukur secara elektronik. Beberapa bagian yang paling penting untuk diperiksa adalah sebagai berikut.
Kondisi sistem perlindungan termal (TPS). Lebih dari 18.000 ubin keramik berbentuk heksagon menghadapi suhu masuk kembali ke atmosfer hingga 2.600°F . Pemeriksaan langsung dapat mengungkap kekuatan pemasangan ubin, batas pengikisan material, serta kemungkinan plasma masuk melalui celah antarkeramik. Informasi ini penting untuk menilai kesiapan Starship digunakan kembali berkali-kali .
Keutuhan sirip dan permukaan kendali. Sirip serta aktuatornya harus bertahan terhadap beban aerodinamika ekstrem selama masuk kembali. Pemeriksaan fisik dapat menemukan keausan, perubahan bentuk, atau infiltrasi gas panas yang mungkin tidak sepenuhnya terlihat dari telemetri. Temuan tersebut akan membantu menentukan margin kendali yang dibutuhkan agar kendaraan dapat diarahkan tepat ke menara .
Ruang mesin dan jalur propelan setelah splashdown. Tim pemulihan dapat memeriksa nosel mesin Raptor, perangkat gimbal, serta saluran bahan bakar dan oksidator. Fokusnya termasuk kemungkinan korosi akibat air laut dan retakan akibat tekanan yang terjadi setelah pendaratan .
Akurasi manuver flip-and-burn. Dalam tahap akhir penerbangan, Ship 40 menggunakan pembakaran tiga mesin untuk beralih dari posisi meluncur dengan bagian perut menghadap ke bawah menjadi posisi vertikal. Data unit pengukuran inersia (IMU) dapat dibandingkan dengan kondisi fisik struktur dorong untuk menilai seberapa akurat manuver tersebut, termasuk ketepatannya hingga kisaran meter .
Pemeriksaan ini bukan sekadar mencari kerusakan. Bagi SpaceX, Ship 40 adalah contoh nyata bagaimana rancangan Starship bertahan setelah pendakian, perjalanan di luar atmosfer, masuk kembali, dan mendarat di air. Hasilnya dapat membantu membedakan performa yang benar-benar dapat diulang dari keberhasilan yang masih bersifat satu kali.
Tower catch adalah manuver yang jauh lebih menuntut daripada splashdown di laut. Alih-alih menargetkan area air yang luas, tingkat atas Starship harus kembali ke sekitar lokasi peluncuran dengan posisi, kecepatan, dan waktu yang cukup presisi agar dapat dijepit oleh dua lengan mekanis menara.
Setiap sasaran Flight 13 membantu mengurangi risiko tertentu dalam rencana tersebut:
| Pencapaian Flight 13 | Kaitannya dengan tower catch Flight 14 |
|---|---|
| Enam mesin Raptor menyelesaikan pembakaran penuh saat pendakian | Memberi keyakinan terhadap keandalan mesin untuk pembakaran pendakian yang lebih panjang serta pembakaran deorbit yang diperlukan dalam lintasan kembali ke Texas . |
| Mesin Raptor berhasil dinyalakan kembali di luar angkasa | Membuktikan kemampuan menyalakan mesin setelah kendaraan melaju dan melayang di ruang angkasa. Hal ini menjadi prasyarat penting untuk pembakaran deorbit pada lintasan kembali ke lokasi peluncuran . |
| 20 satelit Starlink V3 berhasil dikerahkan dan dihubungi | Menunjukkan bahwa sistem pelepasan muatan berfungsi. Pada Flight 14, SpaceX dapat lebih berfokus pada masuk kembali ke atmosfer dan upaya penangkapan tanpa harus sekaligus membuktikan sistem pintu atau dispenser muatan baru . |
| Splashdown terkendali dan manuver flip-and-burn yang presisi | Pendaratan Ship 40 begitu tepat sehingga Musk mengatakan kendaraan tersebut cukup presisi untuk ditangkap menara peluncuran. Inilah titik data utama yang membuka jalan bagi upaya tower catch pada Flight 14 . |
| Ship 40 terus mengirim telemetri saat mengapung | Menunjukkan bahwa sistem kelistrikan dan komunikasi kendaraan tetap berfungsi setelah masuk kembali dan mendarat lunak—kemampuan yang juga penting bagi skema pemulihan dengan menara . |
Dengan kata lain, Flight 13 tidak hanya menunjukkan bahwa Starship bisa mencapai lintasan uji dan kembali ke Bumi. Misi ini juga menguji rangkaian kemampuan yang diperlukan untuk mengembalikan kendaraan ke titik tertentu: mesin harus menyala sesuai kebutuhan, sistem kendali harus menjaga orientasi, dan struktur harus tetap bertahan setelah menghadapi panas serta beban aerodinamika.
Flight 14 ditujukan untuk mengembalikan tingkat atas Starship dari orbit ke Starbase, Texas, lalu menangkapnya menggunakan lengan mekanis “chopstick” pada menara peluncuran. Jika berhasil, ini akan menjadi pertama kalinya kendaraan kelas orbital tingkat atas dipulihkan dengan cara tersebut . Booster 21 dan Ship 41 dilaporkan telah memasuki tahap pengujian untuk misi berikutnya .
Lengan Mechazilla di menara Starbase selama ini digunakan untuk menempatkan dan menangani kendaraan Starship. Dalam skenario pemulihan, lengan tersebut harus menerima kendaraan yang turun dengan sangat presisi—bukan sekadar membantu menstabilkan kendaraan yang sudah berada di darat.
Setelah peninjauan data pascapenerbangan selama enam hari, Elon Musk menyatakan pada 30 Juli bahwa akurasi pendaratan Ship 40 memenuhi syarat untuk mencoba tower catch. “Pendaratan kapal itu presisi, artinya kendaraan tersebut seharusnya bisa ditangkap oleh lengan menara,” tulis Musk .
Namun, pernyataan tersebut belum berarti Flight 14 pasti akan berlangsung sesuai jadwal. Federal Aviation Administration (FAA), otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat, telah menyetujui satu jalur penerbangan kembali yang akan membawa Starship melintasi bagian utara Meksiko dan Texas selatan menuju Starbase . Pada 30 Juli, FAA juga menerbitkan rancangan penilaian lingkungan bertingkat untuk perluasan operasi Starship di Starbase .
SpaceX menargetkan peluncuran paling cepat pada akhir Agustus 2026, sambil menunggu lisensi akhir FAA untuk peluncuran dan masuk kembali . Dalam panggilan pendapatan pertama perusahaan sebagai perusahaan publik, Musk menyebut Flight 14 secara tentatif dijadwalkan pada “akhir bulan ini”, yakni Agustus 2026 .
Pendaratan di laut memberi kendaraan area sasaran yang luas. Tower catch menuntut margin yang jauh lebih ketat pada sistem panduan, kendali, dan respons mesin. Anomali kecil pada pembalikan saat masuk kembali, pembakaran pengereman terakhir, atau panduan menuju menara dapat menyebabkan kendaraan hilang atau merusak landasan dan menara.
Selain itu, Flight 14 harus menggunakan lintasan kelas orbital, bukan lintasan suborbital seperti Flight 13 . Artinya, Ship 41 akan menghadapi profil penerbangan dan proses kembali yang lebih kompleks sebelum mencoba mendekati menara.
Musk sebelumnya menyatakan upaya penangkapan akan ditunda bila peninjauan data menemukan masalah . Karena itu, keberhasilan Flight 13 sebaiknya dilihat sebagai lampu hijau untuk mencoba—bukan jaminan bahwa tower catch akan berhasil.
Jika berhasil, pemulihan dengan lengan menara akan menjadi pencapaian bersejarah bagi kendaraan kelas orbital dan langkah besar menuju target SpaceX untuk menggunakan kembali seluruh sistem Starship secara cepat . Ship 40 memberi perusahaan sesuatu yang sebelumnya tidak dimiliki: bukan hanya data sensor dari kendaraan yang terbang, tetapi juga badan kendaraan yang dapat disentuh, diangkat, dan diperiksa secara langsung.