Pengiriman ke Amerika Serikat tumbuh lebih pesat lagi. Ekspor ke negara tersebut naik 40% menjadi lebih dari 3,9 juta sepeda motor, dengan nilai sekitar US$1,13 miliar .
Selama bertahun-tahun, merek sepeda motor China terutama dikenal melalui model berkapasitas mesin kecil dan berharga terjangkau. Namun, strategi itu mulai berubah.
Produsen seperti CFMoto, Zongshen, dan Loncin mengembangkan mesin, sistem elektronik, serta desain mereka sendiri. Langkah tersebut memungkinkan mereka menargetkan kelas 400cc hingga 800cc, segmen yang sebelumnya kuat dikuasai merek Jepang dan Eropa seperti Honda, Yamaha, dan BMW .
Perpindahan ke kelas yang lebih tinggi membantu meningkatkan nilai rata-rata ekspor dan memperluas citra merek China dari sekadar pilihan ekonomis menjadi pesaing di pasar global yang lebih premium.
Ancaman kenaikan tarif Amerika Serikat pada masa pemerintahan Trump mendorong eksportir China mengirimkan barang lebih awal. Strategi ini dikenal sebagai front-loading, yakni memajukan pengiriman yang semula mungkin dilakukan pada bulan-bulan berikutnya.
Efek tersebut tidak hanya terlihat pada sepeda motor. Data perdagangan China menunjukkan bahwa eksportir di berbagai sektor juga berlomba mengirim barang sebelum kebijakan tarif baru diberlakukan . Lonjakan pengiriman sepeda motor ke AS menjadi salah satu contoh paling jelas dari tren tersebut.
Peralihan menuju mobilitas listrik menjadi pendorong struktural lain. Pesanan motor listrik China dilaporkan telah terisi hingga Juli, dengan permintaan kuat dari Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin .
Pada kuartal pertama 2026, ekspor sepeda motor listrik dan moped oleh perusahaan swasta China naik 30% secara tahunan. Di Chongqing, salah satu pusat produksi sepeda motor China, nilai ekspor motor listrik mencapai 170 juta yuan, atau sekitar US$23,4 juta, naik 23,6% .
Tren ini melanjutkan pertumbuhan pada 2025. China mengekspor lebih dari 26,7 juta kendaraan roda dua listrik senilai hampir US$6,83 miliar sepanjang tahun tersebut. Pada kuartal pertama 2026, ekspornya meningkat menjadi sekitar 7,2 juta unit, naik 68,2% dibandingkan setahun sebelumnya .
Pasar berkembang di Afrika, Amerika Latin, dan negara-negara ASEAN juga menjadi tujuan penting bagi sepeda motor China. Ekspor ke negara-negara ASEAN naik 43,2% dari sisi volume, sementara nilainya meningkat 55,1% menjadi US$980 juta .
Di sejumlah pasar, nilai ekspor tumbuh lebih cepat daripada jumlah unit. Pola ini mengindikasikan bahwa model dengan harga lebih tinggi mulai mengambil porsi yang lebih besar—sejalan dengan strategi produsen China untuk naik kelas.
Rekor ekspor sepeda motor tersebut merupakan bagian dari penguatan perdagangan China secara lebih luas. Total perdagangan luar negeri China pada paruh pertama 2026 tumbuh 16,9% secara tahunan menjadi 25,47 triliun yuan, atau sekitar US$3,75 triliun .
Ekspor baterai litium dan turbin angin masing-masing meningkat 37,6% dan 35,6%. Kendaraan listrik, lokomotif listrik, serta sepeda motor juga mencatat pertumbuhan signifikan, didorong oleh permintaan global terhadap produk yang mendukung transisi energi .
Di Jiangmen—kota yang dikenal sebagai salah satu pusat industri sepeda motor China—nilai ekspor sepeda motor mencapai 3,26 miliar yuan, sekitar US$477 juta, hanya dalam dua bulan pertama 2026. Angka itu naik 32,4% secara tahunan dan menyumbang 10,8% dari total nilai ekspor kota tersebut .
Sebagian pertumbuhan pada paruh pertama tahun ini kemungkinan dipengaruhi oleh percepatan pengiriman sebelum tarif AS naik. Jika demikian, sebagian permintaan yang biasanya muncul pada paruh kedua telah ditarik lebih awal.
Namun, faktor fundamentalnya tampak lebih tahan lama. Produsen China kini memiliki teknologi dan merek yang lebih kuat untuk bersaing di kelas menengah hingga premium. Pada saat yang sama, permintaan terhadap kendaraan roda dua listrik masih berkembang di berbagai kawasan .
Bagi konsumen Amerika Serikat, dampak selanjutnya akan sangat bergantung pada kebijakan perdagangan. Pengiriman besar-besaran sebelum potensi kenaikan tarif dapat membantu menjaga pasokan dalam jangka pendek, tetapi perubahan tarif dan biaya impor bisa memengaruhi harga serta daya saing sepeda motor China pada paruh kedua 2026.