Hukum Tau Scaling adalah prinsip desain chip baru dari Huawei yang fokus pada kecepatan transmisi sinyal, bukan mengecilkan transistor. Hukum ini diperkenalkan oleh He Tingbo, presiden divisi semikonduktor HiSilicon, pada Mei 2026.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the Tau Scaling Law that Huawei founder Ren Zhengfei has endorsed, and how does he frame it as an existential necessity for Huawei t. Article summary: Here is a clear answer based on the best available sources.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Berikut penjelasan lengkap berdasarkan sumber-sumber terpercaya.
Hukum Tau Scaling adalah prinsip desain chip baru yang diusulkan Huawei pada Mei 2026. Alih-alih terus berlomba mengecilkan ukuran transistor (proses yang membutuhkan mesin litografi ultraviolet ekstrem/EUV yang tidak bisa diakses Huawei akibat sanksi AS), pendekatan Tau menggunakan teknik lipat chip 3D yang disebut "LogicFolding" .
Teknik ini memperpendek jarak tempuh sinyal di dalam chip, sehingga waktu transmisi berkurang dan performa meningkat. Intinya, fokusnya bukan pada "seberapa kecil transistor", melainkan "seberapa cepat sinyal sampai tujuan" .
Hukum ini pertama kali diperkenalkan oleh He Tingbo, presiden divisi semikonduktor HiSilicon (dijuluki "ratu chip" Huawei), dalam pidato utamanya di IEEE International Symposium on Circuits and Systems . Huawei mengklaim pendekatan ini akan memungkinkan mereka mendesain chip dengan kepadatan transistor setara proses 1,4 nanometer pada 2031 — tanpa harus bergantung pada mesin EUV
.
Menurut laporan South China Morning Post yang mengutip media pemerintah Science and Technology Daily, pada Juli 2026 Ren Zhengfei memposting dukungan publik pertamanya terhadap Hukum Tau Scaling di forum internal Huawei, Xinsheng Community . Cara Ren membingkai isu ini blak-blakan dan bernada eksistensial:
Singkatnya, Ren Zhengfei menyajikan Hukum Tau Scaling sebagai satu-satunya cara yang layak bagi Huawei untuk maju setelah enam tahun riset dan pengembangan di bawah sanksi AS. Nada bicaranya defensif dan berorientasi pada keselamatan: tangan Huawei dipaksa, dan pendekatan Tau adalah hasil dari iterasi internal yang panjang dan sulit, bukan tawaran untuk disruptif. Apakah pendekatan ini benar-benar bisa menghasilkan chip setara 1,4nm pada 2031 masih menjadi pertanyaan terbuka — analis industri mencatat tantangan berat dalam hal pembuangan panas, perangkat EDA, dan tingkat hasil produksi .
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Hukum Tau Scaling adalah prinsip desain chip baru dari Huawei yang fokus pada kecepatan transmisi sinyal, bukan mengecilkan transistor.
Hukum Tau Scaling adalah prinsip desain chip baru dari Huawei yang fokus pada kecepatan transmisi sinyal, bukan mengecilkan transistor. Hukum ini diperkenalkan oleh He Tingbo, presiden divisi semikonduktor HiSilicon, pada Mei 2026.
Huawei mengklaim pendekatan ini bisa menghasilkan chip setara proses 1,4 nanometer pada 2031 tanpa mesin EUV.