Menurut para pejabat, seorang perwira dari negara Eropa atau Kanada akan memimpin komando tersebut. Namun, AS tidak sepenuhnya meninggalkan SAG-U: Komando Eropa AS akan tetap terlibat melalui wakil komandan dari Amerika Serikat untuk memastikan kesinambungan selama masa transisi .
Keputusan ini didorong oleh tiga pertimbangan utama.
Pertama, pembagian beban yang lebih besar di dalam NATO. Pentagon menggambarkan langkah tersebut sebagai “pengalihan beban di dalam Aliansi” agar sumber daya AS lebih selaras dengan Strategi Pertahanan Nasional . Kebijakan ini mengikuti sejumlah perubahan lain pada 2026, termasuk penarikan brigade Angkatan Darat AS dari Rumania dan Polandia serta pengalihan beberapa komando NATO kepada Inggris, Italia, Jerman, dan Polandia .
Kedua, peninjauan ulang kebijakan pemerintahan Trump. Pemerintahan tersebut sedang mengevaluasi kembali rotasi pasukan dan kepemimpinan militer senior AS di Eropa. Negara-negara yang tidak meningkatkan belanja pertahanan juga telah diperingatkan bahwa mereka tidak akan menerima bantuan .
Ketiga, SAG-U sejak awal dirancang sebagai struktur sementara. Pentagon menyatakan bahwa kelompok ini dimaksudkan sebagai kerangka transisi, bukan misi permanen yang dipimpin AS . SAG-U dibentuk pada November 2022 setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, dengan mandat untuk menciptakan struktur organisasi jangka panjang yang berfokus pada bantuan keamanan, termasuk pengiriman perlengkapan dan pelatihan .
Dengan demikian, perubahan ini bukan berarti seluruh fungsi SAG-U langsung beralih ke NATO dalam satu waktu. Pergantian akan dilakukan secara bertahap, dengan unsur AS tetap berada di dalam struktur komando untuk membantu menjaga kesinambungan kerja.
Di balik argumen tentang pembagian beban, sejumlah sumber memperingatkan adanya potensi celah kemampuan.
Intelijen satelit dan penentuan sasaran. Keterlibatan langsung AS yang berkurang dikhawatirkan menimbulkan masalah dalam pengintaian satelit dan penentuan sasaran—dua kemampuan yang sangat bergantung pada aset serta keahlian khusus Amerika Serikat . Saat ini, AS menyediakan citra satelit secara real-time dan membantu mengoordinasikan penargetan presisi untuk serangan Ukraina. Seorang pejabat NATO mengakui bahwa transisi tersebut “dapat menimbulkan masalah dalam intelijen dan bidang lainnya” .
Logistik pengangkutan alat berat. Kapasitas angkut udara dan laut global militer AS membantu memindahkan peralatan berat menuju Ukraina. Negara NATO lain mungkin akan lebih sulit meniru kapasitas tersebut dalam skala yang sama .
Pengaruh terhadap masa depan militer Ukraina. Berakhirnya kepemimpinan AS juga berarti Washington tidak lagi secara langsung membantu “membentuk seperti apa militer Ukraina di masa depan” . Perubahan ini dapat memengaruhi cara bantuan, pelatihan, dan perencanaan jangka panjang Ukraina diarahkan.
Peralihan tersebut tidak hanya dipandang sebagai risiko. Sebagian pejabat menilai kepemimpinan Eropa dapat mengurangi kerentanan misi terhadap perubahan kebijakan mendadak di Washington . Komando yang dipimpin negara Eropa dinilai berpotensi memberikan kesinambungan politik yang lebih besar apabila terjadi perubahan sikap domestik AS terhadap dukungan untuk Ukraina.
Pejabat NATO menyebut perubahan ini sebagai “contoh lain bahwa sekutu mengambil tanggung jawab yang lebih besar” dan menegaskan bahwa dukungan untuk Ukraina tetap menjadi “prioritas utama” . Para sekutu NATO secara umum menyambut rencana tersebut, dengan alasan bahwa Eropa memang perlu memikul tanggung jawab lebih besar atas misi bantuan itu .
Namun, manfaat politik tersebut harus ditimbang dengan kemampuan operasional yang selama ini disediakan AS—terutama dalam bidang intelijen, penargetan, dan transportasi strategis.
Security Assistance Group–Ukraine (SAG-U) adalah markas gabungan militer AS yang dibentuk pada November 2022 di kompleks Angkatan Darat AS di Wiesbaden, Jerman . Kelompok ini berada di bawah Komando Eropa AS dan bertugas mengoordinasikan bantuan keamanan untuk Ukraina, termasuk pengiriman senjata, pelatihan personel, serta dukungan logistik.
Pada April 2025, SAG-U tercatat memiliki 329 personel . Setelah keputusan KTT NATO Juli 2024, NATO Security Assistance and Training for Ukraine (NSATU) mulai beroperasi pada Desember 2024 dan mengambil alih sebagian tanggung jawab SAG-U .
Pengalihan kepemimpinan terbaru ini secara efektif melanjutkan pergeseran misi dari struktur yang dipimpin AS menuju koordinasi yang lebih berorientasi pada NATO. Bagi Ukraina, pertanyaan utamanya adalah apakah perubahan kepemimpinan tersebut dapat dilakukan tanpa mengurangi kecepatan dan kualitas bantuan yang selama ini bergantung pada kemampuan khas Amerika Serikat.