Infantino menyatakan langkah ini ditujukan untuk menghasilkan dana baru bagi pengembangan sepak bola melalui asosiasi anggota FIFA. Namun, proses penyusunannya dilakukan secara rahasia dan memicu kritik karena minimnya konsultasi dengan anggota .
Begitu rincian proposal terungkap, reaksi penolakan muncul hampir serentak.
Dalam 48 jam pertama, sedikitnya 96 dari 211 asosiasi anggota FIFA telah menyatakan penolakan secara terbuka .
Tekanan semakin besar setelah isi surat Infantino kepada seluruh 211 asosiasi anggota FIFA bocor ke media. Dalam surat itu, asosiasi diminta menyatakan sikap paling lambat 19 September 2026, atau hanya 53 hari setelah pengumuman proposal .
Skema pendanaan yang ditawarkan juga menjadi sumber kemarahan. Asosiasi yang mendukung FFE akan menerima US$40 juta selama empat tahun, sementara pihak yang menolak hanya mendapat US$10 juta—selisih 75% .
Sejumlah konfederasi menilai perbedaan pendanaan tersebut sebagai bentuk tekanan. Mereka juga mengeluhkan bahwa proposal itu muncul tanpa pembahasan awal yang memadai. UEFA bahkan menyebut tawaran US$40 juta tersebut telah “melewati batas” .
FIFA sempat membantah sebagian pemberitaan dan mengatakan proses konsultasi terganggu oleh “laporan media yang keliru”. Organisasi itu menyatakan akan tetap melanjutkan konsultasi agar setiap asosiasi dapat memberikan suara berdasarkan informasi yang benar .
Pukulan paling telak datang dari jajaran FIFA sendiri.
Pada 31 Juli, Carlos Cordeiro, penasihat senior Infantino, mengundurkan diri dengan segera. Cordeiro merupakan mantan bankir Goldman Sachs dan pernah memimpin Federasi Sepak Bola Amerika Serikat. Ia menegaskan tidak terlibat dalam penyusunan proposal tersebut dan menolaknya tanpa kompromi .
“Ini adalah kesepakatan yang buruk bagi asosiasi anggota FIFA, buruk bagi sepak bola, dan buruk bagi masa depan jangka panjang olahraga ini,” kata Cordeiro dalam pernyataannya .
Beberapa jam kemudian, Chief Operating Officer FIFA Kevin Lamour juga mengkritik proposal itu di depan publik. Lamour mengatakan dirinya dan staf FIFA tidak diberi informasi yang memadai, lalu menyebutnya sebagai “proyek satu orang”, yang dipahami sebagai sindiran langsung kepada Infantino .
Pada malam 31 Juli 2026, setelah empat hari penuh tekanan dan penolakan, Infantino membatalkan rencana FIFA Forward Enterprise.
“Setelah mendengarkan semua pandangan dengan saksama, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang—terlepas dari tingkat dukungannya—tidak lagi sejalan dengan tujuan awal,” kata Infantino . Ia juga mengakui bahwa proposal tersebut telah menimbulkan “banyak gejolak” .
Dengan demikian, rencana untuk menjual sebagian saham perusahaan yang mengelola hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta tidak dilanjutkan.
Kegagalan proposal ini membuat posisi Infantino sebagai Presiden FIFA melemah tajam . Seruan agar ia mengundurkan diri datang dari Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dan Presiden La Liga Spanyol Javier Tebas .
Kampanye pemilihan kembali Infantino, yang sebelumnya dipandang hampir tanpa hambatan, kini menghadapi ketidakpastian. Keretakan dengan pejabat senior dan konfederasi regional juga dapat memperumit upayanya mempertahankan dukungan politik di FIFA.
Untuk saat ini, hak dan kepemilikan Piala Dunia tetap berada di bawah FIFA dan asosiasi anggotanya. FIFA harus kembali mencari cara yang lebih konvensional untuk membiayai program pengembangan sepak bola, termasuk memanfaatkan cadangan sekitar US$4 miliar, alih-alih mengandalkan suntikan dana satu kali dari ekuitas swasta.