Arab Saudi dan milisi Houthi Yaman terlibat konfrontasi langsung paling serius dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh serangan di bandara Sanaa yang berujung rudal Houthi dan deklarasi blokade maritim terhadap Saudi. Riyadh mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung dalam koalisi pertahanan maritim baru, yang...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the nature of Saudi Arabia's escalating military confrontation with the Houthis, what triggered the crisis, what are the stakes for. Article summary: Saudi Arabia is locked in its most serious direct military confrontation with Yemen's Houthis in years, triggered by a dispute over an Iranian aircraft and the broader US-Iran conflict, with the Houthis now threatening t. Topic tags: general, government, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermark
Arab Saudi dan milisi Houthi Yaman tengah terlibat dalam konfrontasi militer langsung paling serius dalam beberapa tahun terakhir. Gencatan senjata rapuh yang bertahan sejak 2022 hancur setelah perselisihan mengenai pesawat penumpang Iran meningkat menjadi serangan rudal ke kota-kota Saudi, serangan terhadap infrastruktur minyak vital, dan deklarasi blokade maritim Houthi yang mengancam jalur ekspor minyak Laut Merah—satu-satunya jalur yang tersisa bagi Riyadh sejak Selat Hormuz ditutup. Krisis ini mendorong Arab Saudi untuk membentuk koalisi pertahanan maritim multinasional baru guna melindungi jalur ekspor minyak terakhirnya.
Pemicu langsungnya terjadi pada pertengahan Juli 2026, ketika pasukan Yaman yang didukung Saudi menyerang Bandara Internasional Sanaa untuk mencegah pendaratan pesawat penumpang Iran. Arab Saudi memandang pesawat tersebut sebagai saluran pasokan militer Iran untuk Houthi . Houthi membalas dengan serangan rudal dan drone ke kota-kota di selatan Saudi seperti Jazan, dan pada 27 Juli mereka menyerang infrastruktur pasokan minyak mentah yang menuju hub ekspor Laut Merah di Yanbu
.
Eskalasi ini terjadi dalam konteks perang AS-Iran yang lebih luas: Iran telah menginstruksikan Houthi untuk bersiap menutup Selat Bab el-Mandeb jika AS menyerang infrastruktur listrik Iran . Pada 20 Juli, Houthi mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi, memperingatkan perusahaan pelayaran internasional untuk tidak menggunakan pelabuhan Saudi
.
Pertempuran ini menghancurkan periode relatif tenang. Pesawat tempur Saudi telah menyerang target militer Houthi di Hodeida dan wilayah lain Yaman . Houthi, yang tangguh dan didukung Iran, bersumpah akan melakukan "eskalasi penuh"
dan secara langsung menargetkan infrastruktur energi Saudi serta jalur pelayaran Laut Merah
. Koalisi pimpinan Saudi berjanji akan merespons dengan "tekad dan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya"
.
“Koalisi akan merespons dengan tekad dan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap setiap upaya yang menargetkan Kerajaan,” kata juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki .
Pejabat Yaman, diplomat Barat, dan analis mengatakan Yaman berada di ambang dimulainya kembali konflik beku yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade . The Guardian melaporkan pada 30 Juli bahwa pasukan Saudi sedang merencanakan serangan laut besar-besaran dan kemungkinan serangan darat terhadap Houthi
.
Ini adalah dimensi strategis yang kritis. Sejak Selat Hormuz ditutup oleh konflik Iran pada awal 2026, Arab Saudi telah bergantung pada Pipa East-West—yang membentang dari ladang minyak timur melintasi negara itu ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah—sebagai jalur ekspor utamanya .
Sejak Maret 2026, Arab Saudi telah memindahkan jutaan barel minyak setiap hari melalui pipa ini dan memuatnya ke kapal tanker, dengan sebagian besar kapal melintasi Selat Bab el-Mandab di ujung selatan Laut Merah untuk mencapai pelanggan di Asia . Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi telah mengekspor sekitar 3,6 juta barel per hari melalui rute ini
. Lebih dari 70% pengiriman minyak mentah Saudi telah dialihkan ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah
.
Houthi kini mengancam akan memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb . Blokade yang berhasil akan memotong jalur ekspor utama terakhir Saudi. Penutupan gerbang selatan Laut Merah akan menghilangkan jalur alternatif kritis bagi kerajaan untuk menggantikan Selat Hormuz dan mengintensifkan kekhawatiran akan kekurangan pasokan
. Ini kemungkinan akan memicu lonjakan tajam harga minyak global dan semakin mengacaukan pasar energi yang sudah terganggu oleh perang Iran
.
“Upaya yang berhasil oleh Houthi Yaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb akan menyerang salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah, mengganggu pasokan bahan bakar, dan menambah ketegangan pada ekonomi global,” lapor Reuters .
Pada 30 Juli 2026, Riyadh meluncurkan rencana untuk koalisi pertahanan maritim multinasional baru yang dirancang khusus untuk melindungi pelayaran Laut Merah dan rute pasokan energi dari serangan Houthi . Perwakilan dari 43 negara dan Uni Eropa menghadiri pertemuan internasional di Riyadh, dari 51 yang diundang
.
Kementerian pertahanan Saudi mengatakan koalisi akan bermarkas di Riyadh, dengan Arab Saudi sebagai negara pendiri dan pemimpinnya . Empat belas negara menandatangani pernyataan pendiri, termasuk Pakistan, Turki, dan negara-negara lain
.
Komposisi koalisi belum final dan masih dibahas dengan puluhan negara . Pengumuman itu datang beberapa jam setelah pemimpin Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, mengancam Arab Saudi dengan "eskalasi penuh"
.
“Arab Saudi sedang membentuk aliansi militer yang bertujuan mengamankan rute maritim, karena serangan oleh milisi Yaman di Laut Merah mengancam jalur penting bagi ekspor minyak negara itu dan menimbulkan risiko bagi ekonomi global,” lapor New York Times .
Kembalinya konflik terbuka antara Arab Saudi dan Houthi menandai babak baru yang berbahaya dalam perang yang sebagian besar membeku. Konfrontasi Saudi-Houthi kini berada di jalur tabrakan langsung dengan perang AS-Iran, dengan Laut Merah muncul sebagai front potensial baru untuk konflik regional yang lebih luas. Bagi pasar energi global, hasil dari konfrontasi ini—dan efektivitas koalisi maritim baru—akan menentukan apakah jalur pelayaran minyak paling kritis di dunia tetap terbuka atau menjadi titik tersumbat berikutnya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Arab Saudi dan milisi Houthi Yaman terlibat konfrontasi langsung paling serius dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh serangan di bandara Sanaa yang berujung rudal Houthi dan deklarasi blokade maritim terhadap Saudi.
Arab Saudi dan milisi Houthi Yaman terlibat konfrontasi langsung paling serius dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh serangan di bandara Sanaa yang berujung rudal Houthi dan deklarasi blokade maritim terhadap Saudi. Riyadh mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung dalam koalisi pertahanan maritim baru, yang bertujuan melindungi jalur pelayaran Laut Merah dari serangan Houthi.
Jika Houthi berhasil memblokade Selat Bab el Mandeb, jalur ekspor minyak utama terakhir Saudi akan terputus, berpotensi memicu lonjakan harga minyak global dan mengacaukan pasar energi.