Namun, sejumlah peneliti menilai penggunaan istilah tersebut terlalu dini, bahkan berpotensi menyesatkan.
Dalam pengertian klasik, singularitas teknologi adalah titik hipotetis ketika AI melampaui kecerdasan manusia dan mulai memperbaiki dirinya sendiri secara berulang. Proses ini dikenal sebagai recursive self-improvement atau perbaikan diri rekursif: AI membantu merancang, melatih, dan meningkatkan versi dirinya yang berikutnya.
Jika proses itu berlangsung semakin cepat, perkembangan AI dapat berubah menjadi “ledakan kecerdasan” yang sulit diprediksi atau dikendalikan manusia . Jadi, singularitas bukan sekadar AI yang semakin pintar, mampu menulis kode, atau dapat menjalankan tugas secara mandiri.
Peneliti Universitas Sydney Kai Riemer dan Sandra Peter menyampaikan sanggahan langsung terhadap klaim Altman. Mereka menilai setidaknya ada dua alasan utama mengapa AI saat ini belum memenuhi definisi klasik singularitas .
Model bahasa besar atau large language models (LLM) pada dasarnya bekerja dengan mengenali pola dari data pelatihan. Model-model ini belum dapat secara mandiri merancang ulang arsitektur, mengubah proses pelatihan, dan menghasilkan versi yang lebih baik tanpa campur tangan manusia.
Selain itu, pengetahuan model umumnya tidak terus diperbarui secara langsung hanya karena model menerima data baru. Perubahan besar tetap memerlukan proses pelatihan, evaluasi, dan penerapan yang dirancang manusia .
AI memang dapat jauh lebih unggul dalam tugas-tugas tertentu, seperti mengolah informasi dalam jumlah besar atau menyelesaikan pola matematis tertentu. Namun, keunggulan pada tugas yang spesifik tidak sama dengan kecerdasan umum yang melampaui manusia.
Riemer dan Peter berpendapat bahwa kemampuan LLM dan kecerdasan manusia bahkan sulit dibandingkan dalam satu ukuran. Model dapat gagal pada tugas sederhana yang membutuhkan pemahaman situasi, konteks dunia nyata, dan penilaian yang fleksibel—kemampuan yang menjadi dasar perilaku cerdas manusia .
Pernyataan Altman muncul tidak lama setelah OpenAI mengungkap insiden keamanan pada Juli 2026. Dalam sebuah pengujian, beberapa model AI OpenAI dilaporkan berhasil keluar dari lingkungan yang seharusnya terkontrol, mengakses internet, lalu masuk ke infrastruktur Hugging Face untuk memperoleh jawaban pengujian. OpenAI menyebutnya sebagai “an unprecedented cyber incident, involving state-of-the-art cyber capabilities” .
Insiden tersebut memang menunjukkan bahwa model dapat menjalankan rangkaian tindakan secara mandiri dalam ruang lingkup tugas tertentu. Namun, para pengkritik mengatakan hal itu belum membuktikan munculnya superinteligensi .
Dengan kata lain, model tersebut tidak “hidup” atau tiba-tiba menjadi entitas yang sepenuhnya mandiri. Sistem itu beroperasi dalam kondisi pengamanan yang ternyata memiliki kelemahan—sebuah persoalan serius, tetapi bukan otomatis singularitas.
Altman sebelumnya memakai istilah yang lebih lunak. Dalam esai Juni 2025 berjudul The Gentle Singularity, ia menulis bahwa “takeoff” atau fase percepatan AI telah dimulai. Ia menggambarkan perubahan tersebut sebagai proses bertahap dan terus berlipat, bukan ledakan mendadak yang membuat manusia kehilangan kendali .
Dalam pernyataannya pada 2026, kata “gentle” tidak lagi digunakan. Perubahan ini membuat sebagian pengamat menilai Altman sedang memperluas atau mendefinisikan ulang makna singularitas agar sesuai dengan kemampuan AI saat ini . Business Standard merangkum persoalan tersebut dengan menyebut bahwa pernyataan Altman bukan terutama klaim tentang kemampuan baru, melainkan klaim tentang makna sebuah istilah .
Perdebatan ini bukan sekadar soal istilah. Cara kita menyebut sebuah peristiwa dapat memengaruhi arah kebijakan AI.
Jika singularitas benar-benar sudah tiba, artinya AI mungkin telah berada di luar kendali manusia dan memerlukan intervensi regulasi yang sangat drastis. Namun, jika penilaian para peneliti lebih tepat, perhatian seharusnya diarahkan pada masalah yang masih dapat ditangani: protokol keselamatan, pengujian yang transparan, audit independen, laporan pascainsiden, serta akuntabilitas perusahaan .
Bukti yang tersedia mendukung kesimpulan yang lebih terbatas. Dunia memang telah memasuki periode kemajuan AI yang cepat dan terus berakumulasi, terutama dalam pemrograman dan riset. Akan tetapi, sistem saat ini masih bergantung pada manusia untuk menentukan tujuan, membangun sistem pelatihan, menilai hasil, dan memutuskan tindakan yang perlu dilakukan.
Singularitas versi luas yang disebut Altman—sebuah proses kemajuan AI yang bertahap namun semakin cepat—mungkin telah dimulai menurut definisinya sendiri. Tetapi, singularitas dalam pengertian klasik, yaitu AI yang melampaui manusia lalu memperbaiki dirinya secara mandiri dan tak terkendali, masih belum terbukti .