Dalam hitungan jam setelah diluncurkan, peneliti keamanan dan jurnalis mulai mendemonstrasikan mengapa alat ini berbahaya.
Henk van Ess dari Digital Digging membuat gambar satelit palsu yang menunjukkan pengungsi di perbatasan AS-Meksiko dan kawah bom di dekat sebuah rumah sakit di Gaza — pemandangan yang, tanpa konteks, terlihat seperti bukti satelit otentik . BBC Verify membuat gambar Menara Eiffel yang runtuh, lubang besar yang menelan Piramida Agung Giza, dan tank Rusia di Kyiv
. Pengguna lain membuat gambar palsu ledakan, situs nuklir, dan pangkalan militan yang dikaitkan dengan koordinat geografis nyata
.
Seperti yang dikatakan oleh seorang peneliti, alat ini membuat pembuatan "deepfake dunia nyata" menjadi sangat mudah .
Hancurnya kepercayaan pada citra satelit: Jurnalis, analis intelijen sumber terbuka (OSINT), dan peneliti kemanusiaan mengatakan fitur ini mengancam kredibilitas dasar citra satelit, yang selama ini rutin digunakan untuk memverifikasi kejahatan perang, bencana, dan pelanggaran hak asasi manusia . Banyak komentator mencatat bahwa Google Earth selama ini dianggap sebagai sumber kebenaran (ground truth) yang otoritatif. Menanamkan AI generatif langsung ke dalam antarmuka itu menciptakan dinamika berbahaya: "mana yang asli lagi?"
.
Pengamanan yang tidak memadai: Google mengatakan gambar buatan AI memiliki watermark tak kasat mata, tetapi BBC Verify menemukan pengamanan itu mudah ditembus dan alat deteksi pihak ketiga tidak dapat diandalkan untuk menandai yang palsu . Kritikus berargumen bahwa saat watermark diperiksa, gambar sudah bisa menyebar secara viral di media sosial tanpa metadata
.
Risiko misinformasi geospasial: Alat ini memungkinkan pengguna menempatkan peristiwa palsu — kawah bom, kamp pengungsi, pangkalan militer — ke koordinat nyata, membuat yang palsu terlihat seperti bukti satelit yang kredibel . Banyak outlet memperingatkan bahwa ini bisa memicu konflik dunia nyata dan kampanye disinformasi
.
Pada 31 Juli 2026, Google mengumumkan di X (sebelumnya Twitter) bahwa mereka menghentikan sementara fitur tersebut. Perusahaan menyatakan:
"Kami tahu bahwa orang-orang secara unik mempercayai Google Earth sebagai tampilan dunia yang andal. Kami melihat para profesional geospasial menggunakan fitur ini untuk berbagai tujuan yang berguna, namun kami juga melihat orang-orang membagikan tangkapan layar dari gambar buatan AI yang tampaknya melanggar kebijakan kami. Jadi kami menarik kembali fitur ini di Google Earth sementara kami bekerja untuk menerapkan pengamanan yang lebih kuat."