Rudal itu menjadi bagian dari salah satu serangan udara terbesar Rusia terhadap Ukraina, yang melibatkan 74 rudal dalam serangan semalam. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang di Ukraina .
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan “semua indikasi” mengarah pada rudal jelajah Kh-101 buatan Rusia. Ia juga menyatakan rudal tersebut kemungkinan membawa hulu ledak .
Wakil Menteri Pertahanan Polandia Cezary Tomczyk kemudian menyatakan dengan “penuh tanggung jawab” bahwa senjata itu adalah rudal jelajah Kh-101 Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir . Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut kejadian tersebut sebagai “kenyataan yang mengerikan” dan mengatakan rudal jelajah Rusia telah memasuki wilayah udara NATO. Ia mendesak negara-negara sekutu memperkuat pertahanan udara .
Sikap kedua negara berbeda dari insiden Przewodów pada November 2022. Saat itu, rudal pertahanan udara Ukraina jatuh di sebuah desa Polandia dan menewaskan dua orang, sehingga sempat memicu perdebatan diplomatik mengenai asal-usul serta pihak yang bertanggung jawab. Dalam insiden terbaru ini, pejabat Polandia dan Ukraina sejak awal secara tegas mengaitkan rudal tersebut dengan Rusia .
Tusk menggambarkan malam saat insiden sebagai “malam yang berat” bagi pertahanan udara Polandia. Ia mengatakan pemerintah bersama menteri pertahanan akan segera menilai kemungkinan mengirim rudal pencegat tambahan untuk sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina .
Tusk membingkai keputusan itu bukan semata-mata sebagai bantuan militer untuk Kyiv, melainkan sebagai bagian dari kepentingan keamanan nasional Polandia. Menurut pendekatan tersebut, semakin kuat Ukraina mencegat rudal Rusia, semakin kecil risiko rudal yang melenceng atau menyimpang memasuki wilayah Polandia .
Pernyataan itu muncul setelah Polandia sebelumnya mengirim lima rudal pencegat PAC-3 MSE untuk sistem Patriot Ukraina pada Juli 2026, menyusul permintaan NATO dan komando militer Amerika Serikat di Eropa .
Ukraina menawarkan bantuan kepada Polandia untuk memeriksa lokasi jatuhnya rudal dan mengidentifikasi jenis senjata tersebut. Seorang pakar rudal Ukraina kemudian dikirim ke Polandia untuk membantu penyelidik menganalisis puing-puing serta keadaan di sekitar lokasi jatuh .
Menurut laporan pada 30 Juli, pakar tersebut telah tiba di Polandia dan ikut dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan itu dilakukan ketika kesimpulan resmi mengenai seluruh detail insiden masih disusun .
Insiden rudal tersebut terjadi sehari setelah Tusk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Lublin pada 29 Juli. Pertemuan itu berlangsung ketika Zelenskyy kembali dari Washington dan membahas hasil kunjungannya, kerja sama pertahanan, perlindungan kota-kota Ukraina dari serangan Rusia, serta isu bilateral seperti dialog sejarah dan keselamatan warga Ukraina di Polandia .
Dalam pertemuan tersebut, pertahanan antirudal disebut sebagai salah satu prioritas. Rudal Rusia yang kemudian jatuh di wilayah Polandia membuat ancaman yang dibicarakan kedua pemimpin terasa langsung dan nyata.
Karena itu, janji Tusk untuk meninjau pengiriman Patriot tambahan ke Ukraina mendapat konteks strategis yang lebih luas: membantu Ukraina mempertahankan wilayah udaranya dipandang Warsawa sebagai cara untuk ikut menjaga keamanan Polandia dan kawasan NATO .