2. Produksi Mesin Lithography DUV China
Pada hari yang sama, The Information (dikonfirmasi Reuters) melaporkan bahwa sebuah perusahaan milik negara di Shanghai telah memulai produksi massal mesin lithography DUV imersi dalam negeri . Pengiriman pertama tahun ini rencananya ke SMIC, Hua Hong, dan CXMT
. Meski volume produksi masih sangat terbatas (sekitar 5 unit di 2026 dan 20 unit di 2027 vs ASML yang mengirim 131 unit di 2025), dampak simbolisnya langsung terasa: China mulai menembus blokade ekspor teknologi chip
.
Penurunan diperparah oleh aksi jual investor ritel di Korea Selatan yang panik, serta bubarnya crowded trade di saham AI yang sudah di ambang batas . Morningstar mencatat sektor semikonduktor berubah dari undervalue 18% menjadi sangat volatil dalam hitungan minggu, sementara Bank of America menyebutnya sebagai "summer reset, bukan pembalikan fundamental"
.
Para analis terpecah mengenai seberapa besar ancaman China ini:
Aksi jual akhir Juli 2026 adalah kaskade sentimen: debut spektakuler CXMT dan kabar lithography DUV China mendarat di pasar yang sudah gelisah soal keberlanjutan belanja AI, pendapatan SK Hynix yang mengecewakan, serta trade momentum yang terlalu ramai. Kospi menjadi yang paling terpukul karena dua saham terbesarnya adalah raksasa memori yang langsung terancam oleh sinyal IPO CXMT dan kemajuan peralatan China: kompetisi yang kredibel dan didanai dengan baik. Sebagian besar analis melihat penurunan 11% ini sebagai reaksi berlebihan, namun mengakui bahwa ancaman kompetisi jangka panjang terhadap dominasi chip Barat dan Korea adalah nyata dan semakin intensif.