Serangan 30 Juli menonjol karena jumlah rudalnya sangat besar, bukan hanya karena pengerahan drone. Analisis Critical Threats Project menilai Rusia berupaya mengeksploitasi kekurangan pencegat rudal balistik Ukraina .
Drone serang seperti Shahed dapat dihadapi dengan berbagai sistem yang relatif lebih murah. Namun, rudal balistik membutuhkan pencegat kelas tinggi seperti yang digunakan dalam sistem Patriot—peralatan yang mahal, jumlahnya terbatas, dan belum dimiliki Ukraina dalam kapasitas yang memadai.
Penekanan Zelensky pada “langkah asimetris” dan “solusi teknologi” menunjukkan bahwa Kyiv menyadari bantuan dari Barat tidak selalu datang secepat kebutuhan di medan perang. Karena itu, Ukraina berusaha mengembangkan cara-cara baru untuk memperkuat pertahanan dan mengurangi dampak serangan rudal balistik .
Fokus tersebut bukan berarti Ukraina meninggalkan permintaan atas sistem Barat. Sebaliknya, solusi dalam negeri diposisikan sebagai pelengkap untuk menutup celah yang belum dapat diatasi oleh pasokan sekutu.
Pengerahan 358 senjata dalam satu gelombang memperlihatkan kemampuan Rusia untuk mengonsentrasikan serangan dan membebani pertahanan Ukraina. Ukraina kerap mampu mencegat atau menetralisasi banyak drone, tetapi rudal balistik tetap menjadi tantangan yang jauh lebih sulit.
Selama kekurangan pencegat belum teratasi, Rusia memiliki peluang untuk terus menimbulkan kerusakan kumulatif pada infrastruktur penting dan kawasan sipil.
Zelensky segera memanfaatkan serangan tersebut untuk kembali menekan sekutu NATO agar mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara. Ia mengatakan Ukraina mampu menangani banyak hal secara mandiri, tetapi untuk pertahanan udara, negaranya masih bergantung pada ketegasan para mitra .
Pernyataan tentang pasokan yang “tidak memadai atau terlambat” mencerminkan ketegangan antara kebutuhan mendesak Ukraina di medan perang dan kecepatan pengiriman bantuan dari negara-negara pendukung.
Keputusan untuk membahas solusi teknologi asimetris dan reformasi unit pada hari yang sama dengan serangan menunjukkan bahwa kepemimpinan Ukraina sedang mempersiapkan skenario ketika pasokan pencegat dari sekutu tetap terbatas .
Dengan kata lain, Kyiv menjalankan dua jalur sekaligus: mendesak mitra internasional menyediakan sistem pertahanan rudal yang dibutuhkan, sembari membangun kemampuan teknologi dan organisasi sendiri agar tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan eksternal.