FIFA mengumumkan rencana membentuk anak perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) pada 28 Juli 2026 [1]. FFE akan menggabungkan seluruh operasi pencetak pendapatan FIFA, termasuk hak siar, sponsor, tiket, dan lisensi Piala Dunia putra dan putri, menjadi satu perusahaan for profit [1][2].

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did former FIFA President Sepp Blatter and other football authorities criticize FIFA's $20 billion plan to sell minority stakes in a new. Article summary: Here is a comprehensive breakdown of the proposal, the investors, and the fierce backlash.. Topic tags: general web, workflow, regulation, startups, finance. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not
Berikut adalah rincian lengkap tentang proposal kontroversial ini, calon investor, dan reaksi keras yang muncul.
Pada 28 Juli 2026, FIFA mengumumkan rencana untuk membuat anak perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) . Entitas ini akan menggabungkan semua operasi pencetak pendapatan FIFA — termasuk hak siar, sponsorship, penjualan tiket, dan lisensi untuk Piala Dunia putra dan putri serta turnamen lainnya — ke dalam satu perusahaan for-profit
.
Detail finansial utama:
Calon investor utama adalah Thrive Eternal, sebuah dana investasi yang dipimpin oleh Joshua Kushner (saudara laki-laki Jared Kushner, menantu Donald Trump) . Laporan menyebut Thrive Capital / Thrive Eternal sebagai salah satu pendukung utama FFE
.
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter dengan keras mengutuk rencana tersebut pada 29 Juli 2026 .
"Sepak bola bukan milik individu dan bukan milik institusi mana pun. Sepak bola milik rakyat. Piala Dunia bukanlah aset komersial milik segelintir eksekutif." — Sepp Blatter
Blatter berargumen bahwa turnamen terbesar sepak bola seharusnya tidak pernah menjadi produk investasi bagi investor swasta dan menyebut rencana itu sebagai upaya mengubah Piala Dunia menjadi aset finansial bagi sekelompok kecil orang dalam . Beberapa media mencatat ironi kritik Blatter mengingat skandal korupsinya sendiri, dengan judul yang bertanya "siapa yang bicara" (look who's talking)
.
Rencana ini memicu gelombang oposisi dari seluruh dunia sepak bola.
UEFA (badan pengatur sepak bola Eropa) memimpin kritik dengan pernyataan pedas:
"Ini melewati batas yang tidak boleh dilewati oleh lembaga pengatur sepak bola. Piala Dunia bukan milik FIFA untuk dijual. Tidak satu pun dari kita yang menjadi pemilik sepak bola."
UEFA menuduh FIFA "menjual jiwa sepak bola" dan mengindikasikan kemungkinan mengadakan pertemuan darurat serta boikot Piala Dunia sebagai respons terhadap rencana ini .
Konfederasi regional lainnya juga menyatakan kemarahan karena tidak dilibatkan:
The Guardian merangkum sentimen tersebut: "FIFA dituduh 'menjual jiwa sepak bola' atas rencana Piala Dunia senilai $20 miliar" . CNBC melaporkan rencana itu "menuai reaksi keras di seluruh dunia sepak bola"
, sementara Time mencatat para kritikus mengatakan hal itu akan "mengubah turnamen sepak bola terbesar menjadi aset investasi"
.
Singkatnya, tuduhan utamanya adalah bahwa rencana Infantino ini akan memprivatisasi kepercayaan publik global — yaitu Piala Dunia — dengan menyerahkan sebagian hak komersialnya kepada investor ekuitas swasta, secara permanen mengubah tata kelola dan etos olahraga ini .
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
FIFA mengumumkan rencana membentuk anak perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) pada 28 Juli 2026 [1].
FIFA mengumumkan rencana membentuk anak perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) pada 28 Juli 2026 [1]. FFE akan menggabungkan seluruh operasi pencetak pendapatan FIFA, termasuk hak siar, sponsor, tiket, dan lisensi Piala Dunia putra dan putri, menjadi satu perusahaan for profit [1][2].
Nilai valuasi FFE diperkirakan mencapai sekitar $20 miliar, dengan rencana menjual hingga 20% saham kepada investor swasta untuk meraup dana sekitar $4,2 miliar [1][3].