Gubernur wilayah Ryazan Pavel Malkov mengatakan sejumlah fasilitas industri terbakar dan enam orang mencari pertolongan medis . The Moscow Times dan sejumlah media lain melaporkan sedikitnya satu orang tewas. Wildberries juga mengevakuasi gudangnya di kota tersebut .
Menurut keterangan militer Ukraina, serangan itu menggunakan drone serang jarak jauh FP-1 yang dikerahkan oleh Pasukan Operasi Khusus Ukraina. Operasi tersebut disebut dilakukan sebagai bagian dari kampanye serangan jarak jauh terhadap infrastruktur energi dan logistik Rusia .
Serangan di Ryazan merupakan episode terbaru dari rangkaian serangan drone yang menyasar gudang Wildberries sejak sekitar 19–20 Juli 2026. Berikut sejumlah insiden utama yang dilaporkan:
Kremlin mengakui pada 21 Juli bahwa berbagai perusahaan mengalami “kerugian” akibat serangan terhadap fasilitas Wildberries . Reuters juga melaporkan bahwa lima gudang yang diserang menyumbang sekitar 10% kapasitas logistik perusahaan .
Ukraina menyatakan fasilitas-fasilitas tersebut terkait dengan infrastruktur yang mendukung kebutuhan militer Rusia. Kremlin membantah bahwa Wildberries menangani pasokan militer .
Serangan terhadap kilang minyak Rusia telah berlangsung selama berbulan-bulan. Pada 6 Juli, serangan terhadap kilang Omsk—yang disebut sebagai kilang terbesar Rusia—menjadi titik penting karena berarti seluruh 11 kilang terbesar Rusia telah terkena serangan drone atau rudal Ukraina .
Gangguan pada kapasitas pengolahan kemudian menekan pasokan bahan bakar domestik. Pada pertengahan Juli:
Krisis tersebut juga mendorong Moskow membatasi ekspor bahan bakar:
Pada 29 Juli, hari yang sama dengan serangan di Ryazan, RWB Group—perusahaan yang mengoperasikan Wildberries—dilaporkan mulai mencari ruang gudang di Kazakhstan .
Menurut sumber pasar properti yang dikutip Kommersant, Wildberries mencari fasilitas dengan luas total sekitar 100.000 meter persegi—setara lebih dari 1 juta kaki persegi . Salah satu sumber mengatakan perusahaan siap menyewa seluruh ruang gudang yang tersedia di Kazakhstan karena pasokan fasilitas berkualitas di negara tersebut terbatas .
Langkah ini dimaksudkan untuk mengamankan sebagian jaringan logistik Wildberries dari serangan drone berikutnya dengan memindahkan sebagian persediaan ke luar wilayah Rusia . RWB Group juga disebut berdiskusi dengan pemerintah Rusia mengenai kemungkinan dukungan finansial setelah serangkaian serangan mengganggu operasi utamanya .
Perusahaan memang sedang membangun fasilitas gudang berukuran lebih dari 100.000 meter persegi di Almaty. Namun, pencarian ruang tambahan menunjukkan bahwa kebutuhan Wildberries muncul lebih cepat dan lebih mendesak akibat tekanan terhadap jaringan logistiknya .
Serangan di Ryazan menunjukkan bagaimana kampanye drone Ukraina berupaya menciptakan tekanan berlapis. Serangan terhadap kilang mengurangi kemampuan Rusia memproduksi bahan bakar, sedangkan serangan terhadap gudang Wildberries mengganggu distribusi barang dan aktivitas para penjual di platform tersebut.
Bagi Moskow, konsekuensinya bukan hanya kerusakan pada fasilitas tertentu. Krisis BBM memaksa pemerintah membatasi ekspor dan mengandalkan langkah darurat untuk menjaga pasokan. Di sektor ritel, Wildberries kini mempertimbangkan relokasi sebagian rantai pasok ke negara lain—sebuah keputusan yang menggambarkan besarnya risiko operasional yang dihadapi perusahaan di dalam Rusia.