Pada 27–28 Juli 2026, saham ASML ambles sekitar 10% dalam dua hari, menghilangkan nilai pasar sekitar €60 miliar [1][2]. Pemicunya adalah laporan dari The Information bahwa konsorsium milik negara di Shanghai (termasuk Huawei dan SiCarrier) telah mulai memproduksi massal mesin immersion DUV (deep ultraviolet) buatan...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What explains the recent sell-off in ASML shares following a report that a Chinese consortium has begun mass-producing immersion DUV lithogr. Article summary: ## The Sell-Off. Topic tags: general, news, general web, user generated, education. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Pada 27–28 Juli 2026, saham ASML anjlok sekitar 10% dalam dua sesi perdagangan, menguras sekitar €60 miliar nilai pasar perusahaan . Pemicunya adalah laporan dari The Information yang menyebutkan bahwa sebuah konsorsium yang didukung negara di Shanghai (melibatkan Huawei dan SiCarrier) telah mulai memproduksi massal mesin litografi immersion DUV (deep ultraviolet) buatan dalam negeri
. Saham ASML merosot hingga 6,6% di hari pertama dan sekitar 4,8% di hari kedua, turut menyeret saham perusahaan semikonduktor AS seperti Applied Materials, Lam Research, dan KLA Corp
.
Reaksi pasar ini tidak mengherankan. China menyumbang sekitar 14–20% pendapatan ASML dalam beberapa waktu terakhir, dan mesin DUV immersion merupakan bagian penting dari penjualan tersebut . Munculnya pesaing domestik yang kredibel—meski masih sangat dini—langsung memicu pertanyaan: apakah monopoli ASML di litografi DUV mulai terancam?
BofA menyebut aksi jual ini sebagai "reaksi berlebihan" dan mempertahankan peringkat Beli dengan target harga $2.845 untuk saham ASML yang terdaftar di AS .
Penilaian terperinci JPMorgan atas aksi jual ini memang tidak seluas BofA, namun pandangan bank ini dapat dirangkum dari laporan sebelumnya dan liputan terkait.
BNP Paribas bergabung dengan BofA dan JPMorgan dalam menggambarkan aksi jual ini sebagai sesuatu yang berlebihan, dengan mengemukakan empat alasan struktural .
| Faktor | BofA | JPMorgan | BNP Paribas |
|---|---|---|---|
| Rating / Sikap | Beli, target $2.845, aksi jual adalah 'reaksi berlebihan' | Hati-hati tetapi melihat ancaman jangka pendek terbatas | Aksi jual berlebihan, moat masih utuh |
| Produksi China (2026/27) | ~5 / ~20 unit | Angka yang sama, dapat diabaikan vs. ASML | ~5 / ~20, sangat kecil dibandingkan ~130 unit ASML |
| Dampak Pendapatan | Ancaman sederhana, tidak ada dampak material jangka pendek | Minimal dari penggantian domestik; risiko lebih besar dari pembatasan ekspor AS | Tidak material pada skala saat ini |
| Kesenjangan Teknologi | Tertinggal signifikan dalam presisi, throughput, keandalan | "Masih jauh untuk menyamai ASML" | Kesenjangan besar dalam presisi, throughput, rantai pasok |
| Pembeda Utama | Monopoli EUV adalah benteng sesungguhnya; China tidak bisa mengaksesnya | Kisah kemandirian jangka panjang, bukan risiko jangka pendek | Teknologi proprietary dan rantai pasok sulit untuk direplikasi |
Kesimpulan: Ketiga bank sepakat bahwa terobosan DUV China adalah nyata, tetapi dampaknya sangat dilebih-lebihkan oleh pasar. Konsensusnya adalah volume yang dilaporkan hanyalah rounding error dibandingkan skala produksi ASML, kesenjangan teknologi masih lebar, dan monopoli EUV ASML—yang tidak bisa diakses China secara legal—menyediakan benteng struktural yang tidak bisa ditembus oleh kompetisi DUV saja.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada 27–28 Juli 2026, saham ASML ambles sekitar 10% dalam dua hari, menghilangkan nilai pasar sekitar €60 miliar [1][2].
Pada 27–28 Juli 2026, saham ASML ambles sekitar 10% dalam dua hari, menghilangkan nilai pasar sekitar €60 miliar [1][2]. Pemicunya adalah laporan dari The Information bahwa konsorsium milik negara di Shanghai (termasuk Huawei dan SiCarrier) telah mulai memproduksi massal mesin immersion DUV (deep ultraviolet) buatan dalam negeri [5][13].
Saham ASML jatuh 6,6% pada hari pertama dan sekitar 4,8% pada hari kedua, turut menyeret saham rival AS seperti Applied Materials, Lam Research, dan KLA Corp [2][4][12].