Dampaknya terasa pada memori konvensional. Kapasitas produksi yang terserap untuk server AI ikut mempersempit pasokan DRAM dan NAND yang digunakan pada komputer, ponsel pintar, serta berbagai perangkat elektronik konsumen . Samsung dan SK Hynix sama-sama memperingatkan bahwa kondisi ini akan menyulitkan produsen komputer dan smartphone.
Di tengah meningkatnya biaya komputasi AI, Samsung tampaknya menyiapkan model monetisasi bertingkat untuk Galaxy AI.
Dengan kata lain, Samsung berupaya menjaga fitur AI utama tetap mudah diakses, sembari membuka peluang pendapatan dari pengguna yang membutuhkan kemampuan lebih kompleks, pemrosesan cloud, atau fitur profesional.
Samsung dan SK Hynix terus menggelontorkan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Namun, perluasan fasilitas semikonduktor membutuhkan waktu, sementara permintaan dari pusat data AI terus meningkat. Karena itu, tambahan kapasitas yang sedang dibangun belum diperkirakan mampu menutup kesenjangan pasokan dalam waktu dekat .
Samsung bahkan mempertimbangkan perubahan pola penjualan dari kontrak kuartalan atau tahunan menjadi perjanjian multi-tahun. Kontrak tersebut dapat berlangsung selama tiga hingga lima tahun dan ditujukan untuk memberi kepastian pasokan bagi pelanggan sekaligus membantu produsen merencanakan kapasitas .
Kelangkaan memori mulai memberi tekanan pada biaya produksi perangkat elektronik. Samsung memperingatkan bahwa kenaikan harga chip memori merupakan persoalan yang berdampak pada seluruh industri pada 2026. Bahkan, skala produksi Samsung sendiri tidak sepenuhnya melindungi produk perusahaan dari kenaikan biaya tersebut .
Produsen PC dan ponsel kemungkinan menghadapi pilihan sulit: menyerap biaya yang lebih tinggi, mengurangi spesifikasi, atau meneruskannya kepada konsumen melalui kenaikan harga. Reuters juga melaporkan bahwa Samsung dan SK Hynix melihat pasokan DRAM yang semakin ketat sebagai tantangan besar bagi sektor komputer dan smartphone .
Situasi ini menjelaskan paradoks yang sedang terjadi di industri semikonduktor: Samsung mencatat laba operasional kuartal IV 2025 lebih dari tiga kali lipat hingga mencapai rekor, didorong oleh ledakan permintaan AI, tetapi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan diperkirakan belum berakhir dalam waktu dekat .