Situasi ini menjadi krisis nyata bagi para raksasa teknologi:
Tingkat keparahan krisis ini terlihat dari langkah nekat Apple. Raksasa teknologi asal AS itu secara aktif melobi pemerintahan Trump agar diizinkan membeli DRAM dari ChangXin Memory Technologies (CXMT)—perusahaan China yang masuk daftar hitam Pentagon—serta dari Yangtze Memory Technologies .
Apple bahkan dikabarkan telah mulai menguji chip DRAM CXMT untuk perangkat yang dijual di China . Analis Ming-Chi Kuo menilai langkah ini bukan tentang penghematan biaya, melainkan tentang "bertahan dari krisis pasokan yang didorong AI yang semakin parah," dan memperingatkan bahwa kesenjangan pasokan-permintaan memori akan terus melebar hingga 2027 .
Selain langkah jangka pendek, Samsung juga berinvestasi besar untuk masa depan:
Meskipun ada ekspansi besar-besaran, industri melihat bahwa kelegaan pasokan yang sesungguhnya masih butuh waktu bertahun-tahun: