Cronos akan dikembangkan melalui usaha patungan dengan struktur kepemilikan sebagai berikut:
Dengan kapasitas sekitar 2,8 juta ton LNG per tahun, masing-masing perusahaan akan memasarkan sekitar 1,4 juta ton per tahun .
Lapangan Cronos diperkirakan memiliki lebih dari 3 triliun kaki kubik (Tcf) gas di tempat (gas initially in place/GIIP) . Pemerintah Siprus sebelumnya menyebut perkiraan sumber daya gas di tempat sekitar 3,1 Tcf .
Angka tersebut menggambarkan total gas yang berada di dalam reservoir. Jumlah gas yang pada akhirnya dapat diproduksikan secara komersial dapat berbeda, bergantung pada hasil pengembangan lapangan dan kondisi operasional.
Eni dan TotalEnergies menargetkan aliran gas pertama dari Cronos pada 2028 . Saat mencapai tingkat produksi puncak, lapangan ini diperkirakan menghasilkan sekitar 500 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day atau mmscf/d).
Volume tersebut setara dengan sekitar 2,8 juta ton LNG per tahun . LNG adalah gas alam yang didinginkan hingga berbentuk cair sehingga dapat diangkut menggunakan kapal dan kemudian diubah kembali menjadi gas di negara tujuan.
Alih-alih membangun fasilitas LNG baru di Siprus, gas Cronos akan dikirim melalui pipa bawah laut ke infrastruktur yang sudah ada di Mesir. Gas tersebut akan diproses melalui fasilitas lepas pantai Zohr, kemudian dicairkan di terminal LNG Damietta sebelum diekspor ke pasar internasional, terutama Eropa .
Rute ini penting karena memungkinkan proyek memanfaatkan kapasitas LNG Mesir yang belum digunakan secara penuh. Dengan demikian, pengembangan Cronos tidak perlu menunggu pembangunan fasilitas pencairan LNG baru dari awal.
Kerangka kerja lintas negara untuk proyek ini mulai dibangun pada Februari 2025, ketika Eni dan TotalEnergies menandatangani Host Government Agreement (HGA) bersama Siprus dan Mesir. Perjanjian tersebut mencakup pengangkutan, pemrosesan, dan ekspor gas Blok 6 .
Pada Oktober 2025, Mesir dan Siprus juga menyepakati pengaturan operasional serta komersial untuk pengolahan dan pencairan gas dari Blok 6 .
FID Cronos diumumkan ketika Eropa masih menghadapi tekanan pasokan energi. Konflik Iran yang berlangsung sejak awal 2026 mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur penting perdagangan energi global.
Pada akhir musim pemanasan, persediaan gas Eropa berada di titik terendah dalam lima tahun. Untuk mengisi kembali penyimpanan, pembeli Eropa diperkirakan membutuhkan sekitar 180 kargo LNG tambahan dibandingkan tahun sebelumnya .
Pada pertengahan 2026, tingkat penyimpanan gas Uni Eropa berada sedikit di atas 35%. Equinor memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz yang berlangsung selama satu hingga tiga bulan dapat memicu defisit pasokan gas yang serius di Eropa .
Komisi Eropa mendorong negara-negara anggota untuk mulai mengisi penyimpanan lebih awal. Menurut Kelompok Koordinasi Gas Uni Eropa, tingkat pengisian sekitar 80% pada November akan cukup untuk mengamankan pasokan musim dingin, meski pencapaian target itu tetap bergantung pada ketersediaan LNG .
Uni Eropa sejauh ini menyatakan belum ada ancaman langsung terhadap keamanan pasokan untuk musim dingin mendatang. Kapasitas regasifikasi baru yang dibangun sejak 2022 turut memberi fleksibilitas pada sistem gas Eropa. Namun, rendahnya tingkat penyimpanan membuat ruang untuk menghadapi gangguan baru tetap terbatas .
Keputusan investasi Cronos semula diharapkan selesai pada akhir Maret 2026. Menteri Energi Siprus Michael Damianos menyampaikan jadwal tersebut kepada anggota parlemen pada Februari .
Namun, FID baru tercapai pada akhir Juli. Penundaan ini memicu kekecewaan di Nicosia, terutama karena proyek tersebut dipandang sebagai tonggak penting bagi upaya Siprus memonetisasi cadangan gas lepas pantainya.
Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Siprus Níkos Christodoulídis dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi pada Maret tetap menunjukkan kesatuan kerja sama energi kedua negara, tetapi tertundanya keputusan Eni membuat prospek komersialisasi cepat Cronos menjadi sorotan . CEO TotalEnergies Patrick Pouyanné kemudian mengatakan bahwa perusahaan sedang berupaya keras menuntaskan FID pada akhir Juli. Keputusan itu akhirnya diumumkan pada hari terakhir dari tenggat tersebut .
Tidak ada satu penyebab tunggal yang diumumkan secara terbuka terkait penundaan tersebut. Proyek ini melibatkan koordinasi tiga pemerintah, penyelesaian ketentuan komersial untuk penggunaan fasilitas LNG, serta keputusan alokasi modal oleh dua perusahaan energi besar di tengah pasar global yang bergejolak.
Pengembangan Cronos memiliki beberapa arti penting:
Meski demikian, Cronos tidak akan langsung mengatasi seluruh kebutuhan gas Eropa. Produksi baru ditargetkan mulai 2028, sehingga dampak terhadap pasokan baru akan terasa setelah fasilitas lapangan, pipa bawah laut, dan rangkaian pemrosesan LNG beroperasi sesuai jadwal.