Etape ke-21 yang semula dirancang menempuh 133 kilometer dipersingkat menjadi 89 kilometer karena apa yang disebut penyelenggara sebagai “keadaan luar biasa” akibat kebakaran hutan .
Sebagian petugas keamanan yang biasanya dikerahkan untuk mengamankan balapan dialihkan ke wilayah Prancis barat daya untuk membantu merespons kebakaran dan melindungi warga . Dengan begitu, rute balapan dibuat lebih pendek dan seluruhnya berlangsung di dalam Paris.
Alih-alih memulai lomba dari Thoiry, sebelah barat Paris, rombongan langsung berangkat dari Champs-Élysées. Para pebalap juga menjalani putaran tambahan di kawasan tersebut, sementara rute penutup di sekitar Montmartre tetap dipertahankan .
Perubahan ini menunjukkan betapa seriusnya situasi kebakaran saat itu: kebutuhan untuk melindungi masyarakat didahulukan dibandingkan mempertahankan rute lomba sesuai rencana.
Musim kebakaran 2026 menjadi salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade di Eropa. Prancis dan Spanyol menghadapi kebakaran besar secara bersamaan, ketika suhu ekstrem dan kekeringan membuat api semakin sulit dikendalikan .
Beberapa perkembangan pentingnya adalah:
Kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah Eropa selatan lainnya. Suhu yang kembali meningkat membuat risiko kebakaran baru tetap tinggi, sementara sumber daya pemadam kebakaran semakin terbebani .
Perubahan iklim tidak berarti setiap kebakaran tertentu dapat secara langsung dikaitkan dengan pemanasan global. Penyebab awal api bisa beragam, termasuk aktivitas manusia. Namun, perubahan iklim memperburuk kondisi latar belakang yang membuat api lebih mudah muncul dan menyebar: suhu yang sangat tinggi, kekeringan panjang, serta tumbuhan yang mengering dan mudah terbakar .
Musim panas Eropa 2026 ditandai gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kondisi yang sangat kering . Analisis World Weather Attribution menyimpulkan bahwa gelombang panas tersebut merupakan yang paling parah yang pernah tercatat di wilayah kajian mereka. Menurut para peneliti, intensitasnya nyaris mustahil dijelaskan tanpa memperhitungkan pengaruh perubahan iklim .
Perserikatan Bangsa-Bangsa juga melaporkan bahwa perubahan iklim meningkatkan intensitas dan frekuensi kebakaran hutan. Kenaikan suhu dan kondisi yang semakin kering menciptakan lanskap yang mudah berubah menjadi “kotak api” .
Salah satu momen paling dramatis terjadi pada etape ke-15, 19 Juli. Jonas Vingegaard, juara dua kali dan pesaing utama Pogačar, mengalami kecelakaan sekitar 20 kilometer sebelum finis dan harus mengakhiri keikutsertaannya di Tour 2026 .
Roda depan Vingegaard dilaporkan kehilangan traksi saat melewati tikungan. Kecelakaan itu juga melibatkan rekan setimnya, Sepp Kuss, serta pebalap UAE Team Emirates-XRG Isaac del Toro dan Brandon McNulty . Vingegaard kemudian dilaporkan mengalami patah tulang selangka dan luka lecet .
Remco Evenepoel mengalahkan Pogačar dalam sprint untuk memenangi etape ke-15 di puncak Plateau de Solaison. Itu menjadi kemenangan pertamanya di etape jalan raya Tour de France; sebelumnya, ia sudah memenangi nomor uji waktu .
Kemenangan tersebut mengangkat Evenepoel ke posisi kedua klasemen umum .
Cuaca panas ekstrem juga mendorong Pogačar menyerukan perubahan kalender balap. Pada 13 Juli, ia mengatakan jadwal kompetisi seharusnya ditinjau ulang agar pebalap tidak harus berlomba pada Juli dan Agustus di wilayah yang sangat panas .
Pernyataan itu disampaikan setelah etape ke-9 dipangkas 30 kilometer karena peringatan panas merah. Etape tersebut dimenangi Mathieu van der Poel . Bagi Pogačar, kondisi panas yang semakin ekstrem bukan lagi sekadar tantangan olahraga, melainkan persoalan keselamatan pebalap dan keberlanjutan kalender kompetisi.
Pada akhirnya, Tour de France 2026 mencatat kemenangan bersejarah bagi Pogačar sekaligus menjadi pengingat bahwa olahraga luar ruang semakin dipengaruhi cuaca ekstrem. Di balik perayaan di Paris, kebakaran hutan memaksa penyelenggara, aparat, dan masyarakat menyesuaikan prioritas dalam waktu singkat.