Perang Iran 2026 dan penutupan Selat Hormuz memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah—IEA mencatat hilangnya 14 juta barel per hari (bph) atau sekitar 15% dari pasokan global. Sebagai perbandingan, guncangan akibat Perang Rusia Ukraina 2022 hanya menghilangkan sekitar 1 juta bph.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What factors — particularly China's oil stockpiling, electric vehicle adoption, and reduced petro. Article summary: The 2026 Iran war and Strait of Hormuz closure triggered the largest oil supply disruption in history — the IEA characterized it as a peak loss of roughly 14 million barrels per day (bpd), or about 15% of global supply [. Topic tags: general, government, education, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, c
Perang Iran 2026 dan penutupan Selat Hormuz memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah—IEA mencatat hilangnya sekitar 14 juta barel per hari (bph), atau 15% dari pasokan global . Sebagai perbandingan, guncangan akibat Perang Rusia-Ukraina 2022 hanya menghilangkan sekitar 1 juta bph. Namun, harga acuan minyak dunia tetap di bawah level tertinggi tahun 2022
. Lantas, apa faktor yang meredam dampaknya? China memainkan peran kunci. Berikut rinciannya.
1. Cadangan Minyak Strategis (SPR) China yang Raksasa
2. Adopsi Kendaraan Listrik (EV) Mendisrupsi Permintaan Minyak
3. Konsumsi Bahan Bakar Domestik yang Menyusut dan Realokasi Petrokimia
4. Pelepasan Cadangan Terkoordinasi IEA dan Aliran 'Bocor'
Konvergensi antara (a) China memangkas impor hingga ~3,5 juta bph, (b) pelepasan SPR global, (c) erosi permintaan struktural akibat EV, dan (d) aliran minyak 'bocor' parsial, membuat kekurangan bersih efektif di pasar global jauh lebih kecil dari angka 14 juta bph yang sensasional. Brookings mencatat paradoks ini secara langsung: meskipun guncangan mencapai 20% dari pasokan minyak global, harga tetap di bawah level tertinggi 2022 .
Intinya: Penimbunan pra-perang China, revolusi EV-nya, dan kompresi permintaan yang tajam menciptakan bantalan besar yang tidak dimiliki dunia pada tahun 2022. Namun, bantalan itu ada batasnya, dan pasar hidup dalam waktu yang dipinjam jika pasokan tidak kembali atau permintaan melonjak lagi.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Perang Iran 2026 dan penutupan Selat Hormuz memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah—IEA mencatat hilangnya 14 juta barel per hari (bph) atau sekitar 15% dari pasokan global.
Perang Iran 2026 dan penutupan Selat Hormuz memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah—IEA mencatat hilangnya 14 juta barel per hari (bph) atau sekitar 15% dari pasokan global. Sebagai perbandingan, guncangan akibat Perang Rusia Ukraina 2022 hanya menghilangkan sekitar 1 juta bph.
Namun, harga acuan minyak dunia tetap di bawah level tertinggi tahun 2022.