Program DUV domestik China memang telah memasuki tahap produksi terbatas, tetapi skalanya masih jauh dari produksi massal dalam arti industri global.
Sebagai pembanding, ASML mengirimkan 131 sistem DUV imersi ke seluruh dunia pada 2025 . Dengan target 5 hingga 20 unit per tahun, produksi China masih hanya sebagian kecil dari kapasitas ASML.
Penurunan saham ASML lebih mencerminkan guncangan sentimen investor daripada hilangnya pendapatan secara langsung. Pasar melihat perkembangan ini sebagai tanda bahwa pembatasan ekspor Amerika Serikat dan Belanda dapat mendorong China membangun alternatif domestik—tepat hasil yang ingin dihindari oleh kebijakan tersebut .
Secara operasional, mesin China belum mampu menggantikan produk ASML dalam skala besar. Kapasitas awalnya kecil, performanya belum terbukti dalam produksi volume tinggi, dan keandalannya masih diuji. Karena itu, terobosan tersebut belum menjadi ancaman pendapatan material bagi ASML pada 2026 atau 2027 .
Meski pangsanya menurun, China masih merupakan pasar penting bagi ASML.
Direktur Keuangan ASML Roger Dassen memperkirakan China akan menyumbang sekitar 20% penjualan bersih perusahaan pada 2026 . Berdasarkan proyeksi pendapatan ASML sebesar €36–40 miliar, angka tersebut setara dengan sekitar €7–8 miliar .
Pada paruh pertama 2026, penjualan ASML ke China mencapai €2,9 miliar atau sekitar 16% dari total pendapatan . China bahkan menyumbang 33% pendapatan ASML pada 2025 dan 36% pada kuartal IV tahun tersebut . Penurunan menuju sekitar 20% pada 2026 sebenarnya sudah diperhitungkan dalam panduan perusahaan akibat pembatasan ekspor yang telah berlaku.
ASML memang sudah dilarang menjual sistem litografi ultraviolet ekstrem (EUV) tercanggihnya ke China . Dengan demikian, sebagian besar eksposur ASML terhadap pasar China berasal dari peralatan DUV—segmen yang paling rentan terhadap larangan baru dan kemungkinan penggantian oleh produk domestik China.
Ketergantungan historis itu juga cukup besar. Dari kenaikan pendapatan ASML sebesar €18 miliar pada 2021 menjadi €28 miliar pada 2024, sekitar 75% pertumbuhan tambahan tersebut berasal dari China .
MATCH Act adalah rancangan undang-undang bipartisan di Amerika Serikat yang diperkenalkan pada April 2026 untuk memperketat pengendalian ekspor peralatan manufaktur semikonduktor ke China .
Dalam bentuk yang sedang dibahas, rancangan tersebut akan:
Versi revisi yang diterbitkan pada 16 April dibuat lebih terarah sehingga dampaknya berpotensi lebih kecil dibanding rancangan awal. Namun, rancangan tersebut tetap memuat pembatasan baru terhadap penjualan mesin DUV imersi ASML ke China . Per 28 Juli 2026, RUU itu telah dibahas di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS dan masih bergerak dalam proses legislasi .
Kementerian Perdagangan China memperingatkan bahwa aturan tersebut dapat “sangat mengganggu” rantai pasok semikonduktor global .
Kemajuan DUV domestik China dan MATCH Act memiliki efek yang berbeda, tetapi saling memperkuat.
| Perkembangan | Dampak bagi ASML |
|---|---|
| MATCH Act | Jika disahkan dan diterapkan, aturan ini dapat memutus penjualan DUV ASML ke China yang nilainya diperkirakan sekitar €7–8 miliar, sekaligus melarang servis mesin yang sudah terpasang. Larangan servis akan mengancam pendapatan layanan ASML yang biasanya bermargin tinggi . |
| Mesin DUV domestik China | Dalam jangka panjang, China akan semakin tidak bergantung pada ASML. Bahkan jika MATCH Act gagal disahkan, Beijing kini memiliki opsi domestik yang dapat dikembangkan sebagai cadangan. |
| Keunggulan ASML | Mesin China masih tertinggal dalam performa dan keandalan. Dengan produksi 5–20 unit per tahun dibandingkan 131 unit ASML pada 2025, proses penggantian akan membutuhkan waktu. Proyeksi pendapatan ASML 2026 juga lebih banyak ditopang permintaan EUV untuk kecerdasan buatan dari TSMC, Samsung, dan Intel, bukan dari China . |
Kemajuan domestik China juga dapat memperkuat argumen pendukung MATCH Act. Jika China dinilai mampu membangun mesin DUV sendiri, tekanan politik untuk mempertahankan akses China terhadap produk ASML bisa melemah. Di sisi lain, larangan total atas peralatan ASML dapat mempercepat investasi China untuk menyempurnakan mesin pengganti tersebut .
Terobosan DUV China merupakan tonggak penting dalam upaya swasembada peralatan semikonduktor, tetapi belum berarti ASML akan kehilangan posisi dominannya dalam waktu dekat. Produksi awal hanya sekitar 5 unit pada 2026 dan 20 unit pada 2027, sementara kemampuan, yield, kepadatan cacat, serta throughput mesin domestik itu masih belum terverifikasi .
Bagi ASML, risiko pendapatan pada 2026–2027 lebih mungkin berasal dari MATCH Act—yang berpotensi menghapus sekitar €7–8 miliar penjualan DUV di China dan pendapatan servis—daripada dari mesin domestik China itu sendiri. Ancaman substitusi tersebut lebih tepat dipandang sebagai risiko jangka panjang yang masih membutuhkan waktu setidaknya satu hingga dua tahun untuk mencapai volume berarti .
Dua perkembangan ini tetap memperkuat satu sama lain: kemajuan teknologi China mengurangi daya tawar ASML terhadap pembuat kebijakan ekspor, sementara larangan baru dari Amerika Serikat dapat mendorong China mempercepat pengembangan peralatan lokal.
Ada beberapa ketidakpastian yang perlu dicatat. Identitas resmi produsen belum dikonfirmasi oleh sumber China, kemampuan mesin dalam produksi volume tinggi masih harus dibuktikan, dan bentuk akhir MATCH Act serta penerapannya oleh Belanda masih belum pasti .