Bunsen memadukan kemampuan large language model (LLM) dalam memahami bahasa dan tujuan riset dengan teknologi inti Schrödinger berupa pemodelan molekuler berbasis fisika. Metode yang dapat terlibat dalam alurnya mencakup FEP+ atau free-energy perturbation, docking molekuler, simulasi dinamika molekuler (MD), serta prediksi ADME .
Dalam praktiknya, LLM menerjemahkan pertanyaan atau sasaran ilmiah yang ditulis dengan bahasa alami menjadi rencana kerja komputasi. Mesin simulasi kemudian menjalankan perhitungan berbasis prinsip fisika untuk memperkirakan sifat dan interaksi molekul. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menggabungkan kemampuan penalaran AI dengan prediksi komputasi yang ketat dan telah divalidasi secara eksperimental .
Schrödinger menggambarkan kombinasi tersebut sebagai cara untuk membantu peneliti menjelajahi bagian “target space” biologis yang sebelumnya belum banyak diteliti—wilayah peluang biologis yang dapat menjadi sasaran pengembangan terapi . Dengan demikian, Bunsen bukan sekadar chatbot pencari literatur. Fokusnya adalah membantu mengubah tujuan riset menjadi kampanye komputasi multi-langkah yang dapat dijalankan secara otomatis.
Alur kerja Bunsen berpusat pada siklus tertutup berikut:
Siklus ini memungkinkan peneliti memberikan arahan tingkat tinggi tanpa harus mengatur setiap tahapan secara manual. Bunsen menangani otomatisasi alur kerja dan komputasi molekuler, sementara peneliti tetap mengarahkan pertanyaan ilmiah, mengevaluasi hasil, dan menentukan keputusan riset.
Versi akses awal Bunsen resmi diluncurkan pada 27 Juli 2026 . Untuk saat ini, belum ada tanggal yang diumumkan untuk rilis komersial penuh .
Periode akses awal memberi Schrödinger kesempatan untuk menerima umpan balik pelanggan, menguji pola penggunaan, dan memperluas pemakaian Bunsen dalam skema lisensi berbasis throughput. Artinya, peluncuran 27 Juli merupakan pembukaan akses terbatas atau tahap awal, bukan pengumuman bahwa produk telah tersedia secara penuh untuk seluruh pasar.
Co-Scientist adalah sistem AI multiagen yang dibangun di atas Gemini 2.0 untuk menghasilkan hipotesis secara terstruktur dan membantu penalaran ilmiah . Sistem ini menggunakan beberapa agen khusus—termasuk agen untuk menghasilkan, memberi peringkat, mengembangkan, dan membandingkan hipotesis—yang bekerja secara iteratif untuk memperdebatkan serta menyempurnakan gagasan . Riset tentang Co-Scientist diterbitkan di Nature pada Mei 2026 .
Co-Scientist telah digunakan untuk mengusulkan hipotesis terapeutik baru, termasuk peluang penggunaan kembali obat untuk fibrosis hati yang kemudian divalidasi secara eksperimental .
Perbedaan utamanya dengan Bunsen terletak pada fokus. Co-Scientist merupakan mesin generalis untuk menghasilkan hipotesis biomedis dari literatur dan bukti ilmiah. Sistem ini tidak secara bawaan mengintegrasikan mesin simulasi molekuler berbasis fisika, sehingga pelaksanaan komputasi kimia masih membutuhkan alat eksternal atau campur tangan peneliti .
Robin dari FutureHouse merupakan sistem AI multiagen untuk penemuan biologis dari ujung ke ujung. Sistem ini menggabungkan pembuatan hipotesis, perancangan eksperimen, analisis data, dan penyusunan wawasan lanjutan dalam satu alur berkelanjutan . Penelitiannya juga diterbitkan di Nature pada Mei 2026 .
Dalam salah satu demonstrasinya, Robin mengidentifikasi ripasudil, obat yang telah digunakan untuk glaukoma, sebagai kandidat yang menjanjikan untuk degenerasi makula terkait usia tipe kering atau dAMD . Ekosistem FutureHouse mencakup agen-agen khusus untuk pencarian dan tanya jawab literatur, sintesis mendalam, analisis data, serta pemrograman dan analisis ilmiah .
Robin lebih berfokus pada biologi eksperimental dan penggunaan kembali obat. Berbeda dari Bunsen, sistem ini tidak dibangun di sekitar integrasi langsung dengan mesin simulasi molekuler berbasis fisika .
| Perusahaan atau entitas | Fokus | Perbedaan utama |
|---|---|---|
| Isomorphic Labs | Model AI eksklusif untuk desain obat; obat kanker yang dirancang dengan AI memasuki uji klinis fase 1 pada awal 2026 . | Bersifat tertutup dan proprietari, bukan platform software yang ditawarkan sebagai alat umum. |
| Manas AI | Mitra strategis Schrödinger yang menggabungkan platform fisika Schrödinger dengan algoritma AI miliknya pada skala sangat besar . | Hubungan kerja sama sekaligus kompetisi di area tertentu. |
| Recursion / Valence Labs | Penemuan obat berbasis AI dengan memanfaatkan kumpulan data biologis berukuran besar. | Memiliki pembeda pada data penyaringan fenotipik. |
Peluncuran Bunsen berlangsung ketika Schrödinger sedang mengubah cara pelanggan mengakses platformnya. Dalam laporan kuartal pertama 2026 yang dirilis pada 5 Mei, perusahaan mencatat beberapa angka penting:
Manajemen Schrödinger menyebut peralihan ke model hosted sebagai hambatan jangka pendek bagi pendapatan yang diakui, bukan bagi ACV atau arus kas. Dalam model hosted, pendapatan dicatat sepanjang masa kontrak, bukan sekaligus seperti pada sebagian lisensi on-premise. Manajemen memperkirakan setiap kenaikan 1% dalam porsi hosted dapat memengaruhi pendapatan yang dilaporkan sekitar 2–3 juta dolar AS karena perbedaan waktu pengakuan pendapatan berdasarkan ASC 606 .
Perubahan ini dimaksudkan untuk menyelaraskan pengakuan pendapatan dengan konsumsi pelanggan dan meningkatkan retensi dalam jangka panjang.
Sumber ringkasan laporan keuangan yang tersedia tidak mencantumkan angka spesifik kas, setara kas, dan sekuritas yang dapat dipasarkan untuk kuartal pertama 2026. Karena itu, angka kas kuartal tersebut sebaiknya dikonfirmasi melalui laporan 10-Q, yang merupakan sumber definitif untuk rincian neraca perusahaan.
Meski demikian, materi keuangan yang tersedia menggambarkan Schrödinger memiliki neraca dan likuiditas yang kuat untuk mendanai pengembangan platform—termasuk Bunsen—serta pipeline terapi . Manajemen juga menyatakan keyakinan bahwa peralihan ke model hosted tidak akan memerlukan tambahan modal .
Kesimpulannya, Bunsen menempati posisi yang berbeda dalam perlombaan AI untuk sains. Co-Scientist unggul sebagai mesin penghasil hipotesis umum, sedangkan Robin berfokus pada siklus penemuan biologi dan eksperimen. Bunsen mencoba mengisi lapisan yang lebih spesifik: menghubungkan instruksi ilmiah dalam bahasa alami dengan simulasi molekuler berbasis fisika dan otomatisasi alur penemuan obat. Namun, sejauh ini produk tersebut masih berada pada tahap akses awal dan belum memiliki jadwal rilis komersial penuh yang diumumkan.