Analisis Carbon Brief, yang dilaporkan oleh berbagai media, menyatakan bahwa probabilitas satu bulan melebihi 2°C di atas level pra-industri telah meningkat menjadi 35%—hampir dua kali lipat dari perkiraan hanya empat bulan sebelumnya. Peningkatan ini hampir seluruhnya didorong oleh prakiraan El Niño yang semakin intens . Angka 40% yang kadang disebut sebagai batas atas konsisten dengan bahasa probabilitas dalam teks, mengonfirmasi temuan tersebut.
Dengan menggunakan hubungan historis antara kondisi El Niño dan suhu global tahunan, Carbon Brief memproyeksikan bahwa tahun 2027 memiliki probabilitas 92% untuk menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat . Hal ini konsisten dengan peringatan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) bahwa tahun 2027 akan menjadi tahun berikutnya dengan suhu terpanas dalam rekor dan suhu global kemungkinan akan melampaui 1,5°C selama lima tahun ke depan .
Beberapa prakiraan independen bertemu pada angka ini. Carbon Brief memproyeksikan suhu global akan mencapai +1,71°C di atas level pra-industri pada tahun 2027 . Peneliti di Universitas Graz secara independen memperkirakan kenaikan lebih dari 1,7°C pada tahun 2027 . Kelompok riset James Hansen juga memproyeksikan rekor suhu global +1,7°C pada tahun 2027 . Proyeksi-proyeksi ini menunjukkan konsensus ilmiah yang jelas dan konsisten.
Banyak sumber mengonfirmasi bahwa pemanasan akibat ulah manusia telah meningkat pada tingkat sekitar 0,27°C per dekade selama periode 2016–2025 . Ini mewakili percepatan hampir 50% dibandingkan tingkat sebelumnya, terutama didorong oleh akumulasi gas rumah kaca yang berkelanjutan dan pengurangan aerosol pendingin planet . Sebuah studi di jurnal Nature juga menemukan bahwa laju pemanasan global melonjak sejak 2015 dan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 1970-an .
Klaim ini dikonfirmasi oleh sumber berwenang tinggi. Direktur iklim Bank Pembangunan Afrika (AfDB), Anthony Nyong, memperingatkan bahwa El Niño 'super' yang akan datang kemungkinan akan menimbulkan kerugian gabungan sebesar USD 10–20 miliar (sekitar Rp 150–300 triliun) bagi negara-negara Afrika yang terdampak . AfDB memperkirakan PDB di negara-negara yang paling parah terkena dampak bisa berkurang 1–2%, dengan risiko migrasi massal, harga jagung meroket dua kali lipat, kelangkaan pangan, dan kerusakan infrastruktur . Bank tersebut juga memperingatkan bahwa kebutuhan pembiayaan adaptasi bisa naik menjadi sekitar USD 100 miliar tahun ini .
| Klaim | Verdict | Sumber Utama |
|---|---|---|
| El Niño terbesar dalam ≥150 tahun | Terkonfirmasi | JRC, Nature, BoM |
| Probabilitas 35% satu bulan >2°C | Terkonfirmasi | Carbon Brief via YourWeather |
| 92% kemungkinan 2027 tahun terpanas | Terkonfirmasi | Carbon Brief |
| Perkiraan terbaik 2027 +1,71°C | Terkonfirmasi | Carbon Brief, Uni Graz |
| Akselerasi pemanasan 0,27°C/dekade | Terkonfirmasi | Imperial College, Nature |
| Dampak ekonomi Afrika USD 10–20 M | Terkonfirmasi | AfDB via Reuters |
| Reduksi PDB 1–2% di negara terdampak | Terkonfirmasi | AfDB via Reuters |