Dalam pernyataannya, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan sebuah rudal Rusia menghantam lokasi di wilayah Kyiv tempat para perwakilan industri pertahanan Ukraina berkumpul. Ia menyebut operasi pencarian dan penyelamatan sedang dilakukan serta meminta agar seluruh keadaan di lokasi diperiksa.
Namun, respons Zelenskyy tidak hanya berisi kecaman terhadap Rusia. Ia juga mempertanyakan keputusan menggelar acara tersebut di tengah perang dan ancaman serangan rudal. Menurutnya, acara itu “jelas tidak seharusnya berada di sana”. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi perang dan menghadapi musuh seperti Rusia, pameran senjata dengan kerumunan besar tidak boleh diselenggarakan.
Zelenskyy tetap menyatakan bahwa penyebab langsung tragedi tersebut adalah serangan Rusia. “Tentu saja, penyebab serangan ini adalah rudal Rusia, tidak ada yang lain selain teror Rusia,” katanya. Ia juga memerintahkan dimulainya proses pidana terkait serangan tersebut.
Pemerintah wilayah Kyiv kemudian menetapkan 25 Juli sebagai hari berkabung untuk mengenang para korban.
Serangan terhadap pameran pertahanan itu terjadi ketika jumlah korban sipil di Ukraina sedang meningkat tajam.
Pada 9 Juli, seorang pejabat senior PBB mengatakan serangan Rusia menewaskan sedikitnya 265 warga sipil dan melukai 1.816 orang di Ukraina sepanjang Juni 2026. Jumlah gabungan tersebut menjadi yang tertinggi sejak bulan-bulan awal invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022.
Pada 21 Juli, Misi Pemantauan Hak Asasi Manusia PBB di Ukraina juga memperingatkan bahwa korban sipil meningkat akibat penggunaan rudal balistik jarak jauh dan drone yang menghantam wilayah perkotaan padat penduduk, termasuk daerah yang jauh dari garis depan. PBB mencatat 1.396 warga sipil tewas dan 7.978 terluka di Ukraina dalam enam bulan pertama 2026—naik 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pejabat Ukraina kemudian melaporkan bahwa Juli 2026 berpotensi menjadi bulan paling mematikan dalam empat tahun terakhir, dengan sedikitnya 377 warga sipil tewas dan 2.129 lainnya terluka sepanjang bulan tersebut.
Serangan 24 Juli juga berlangsung bersamaan dengan serangan rudal dan drone Rusia terhadap Kyiv, infrastruktur pelabuhan, fasilitas energi, dan sebuah baterai rudal Neptune. Peristiwa itu terjadi hanya beberapa hari setelah Kyiv menghadapi salah satu rentetan serangan rudal balistik terbesar dalam satu malam, pada 19 Juli.
Rangkaian fakta tersebut menempatkan serangan terhadap pameran di dekat Kyiv dalam konteks eskalasi serangan jarak jauh yang semakin sering menjangkau kawasan perkotaan dan lokasi yang jauh dari medan pertempuran utama. Meski penyelidikan atas pengaturan acara masih berjalan, jumlah korban dan pola serangan menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi warga sipil di Ukraina.