Pengumuman pendanaan itu disampaikan pada 27 Juli 2026 dan diperkirakan membawa total pendanaan Multiverse Computing menjadi sekitar US$800 juta .
Berbeda dari banyak perusahaan AI yang berlomba membangun model semakin besar, Multiverse Computing mengambil arah lain: membuat model yang sudah ada menjadi jauh lebih kecil, lebih cepat, dan lebih murah untuk dijalankan.
Teknologi andalannya, CompactifAI, memakai jaringan tensor yang terinspirasi dari fisika kuantum—struktur matematika yang awalnya digunakan untuk memodelkan sistem kuantum—guna mengompresi model bahasa besar hingga 93% dengan mempertahankan sekitar 97% akurasi . Pendekatan tersebut diperkenalkan dalam makalah riset yang dipublikasikan di arXiv pada Januari 2024 .
Seri C ini dipimpin bersama oleh tiga investor institusional:
Investor lain yang telah dikonfirmasi antara lain Qatar Development Bank dan HP Inc. Putaran ini juga melibatkan konsorsium yang mencakup Santander Alternative Investments, Tikehau Capital, Orange Ventures, Scania Invest, NAventures, Zouk Capital, SETT, EIC Fund, Hazten Scale-Up Fund milik Pemerintah Basque, serta Kutxa Fundazioa .
CompactifAI melakukan proses yang disebut “tensorisasi” pada lapisan self-attention dan multi-layer perceptron dalam model berbasis arsitektur transformer . Sederhananya, teknologi ini mengubah cara bobot model direpresentasikan agar sebagian hubungan atau korelasi yang kurang penting dapat dipangkas.
Tingkat pemangkasan tersebut dikendalikan melalui parameter yang disebut bond dimension dalam jaringan tensor. Setelah proses kompresi, model menjalani pelatihan ulang terdistribusi dalam waktu singkat agar sebagian besar akurasi awalnya dapat dipulihkan .
Dalam makalah Januari 2024, tim Multiverse Computing menunjukkan bahwa kombinasi CompactifAI dan kuantisasi dapat:
semuanya dengan penurunan akurasi sekitar 2–3% .
EuroHPC Joint Undertaking, inisiatif Uni Eropa untuk komputasi kinerja tinggi, secara terpisah menyatakan bahwa CompactifAI saja dapat mengecilkan LLaMA-2 7B menjadi sekitar 30% dari ukuran awalnya. Setelah pelatihan ulang, model tersebut dapat mengembalikan lebih dari 90% akurasi awal .
Multiverse Computing kemudian merilis versi terkompresi dari sejumlah model baru, termasuk Llama 3.1-8B dan Llama 3.3-70B. Perusahaan menyebut versi tersebut memiliki 60% lebih sedikit parameter, efisiensi energi 84% lebih tinggi, inferensi 40% lebih cepat, serta biaya 50% lebih rendah tanpa mengorbankan akurasi .
Pada Februari 2026, perusahaan juga merilis HyperNova 60B di Hugging Face. Model ini merupakan versi terkompresi 50% dari gpt-oss-120B milik OpenAI .
Multiverse Computing didirikan sebagai perusahaan algoritma kuantum sebelum mengalihkan fokus ke kompresi model AI di bawah kepemimpinan pendiri sekaligus CEO Enrique Lizaso Olmos .
Perusahaan memanfaatkan keahlian dalam fisika kuantum, khususnya matematika jaringan tensor. Perangkat matematika yang digunakan untuk mendekati perilaku sistem kuantum kompleks itu kemudian diterapkan untuk mengompresi bobot jaringan saraf secara lebih efisien .
Sebelum Seri C, Multiverse Computing menggalang US$215 juta (€189 juta) dalam putaran Seri B pada Juni 2025. Putaran tersebut dipimpin Bullhound Capital dan diikuti HP Tech Ventures, Forgepoint Capital International, SETT, CDP Venture Capital, Santander Climate VC, Toshiba, serta investor lainnya .
Seri B membuat valuasi perusahaan menembus US$500 juta, atau sekitar lima kali lipat dari valuasi Seri A yang berada di kisaran US$108 juta . Dengan demikian, valuasi pre-money US$1,7 miliar pada Seri C kembali mencatat kenaikan sekitar lima kali lipat hanya dalam waktu kurang lebih 13 bulan .
Multiverse Computing menyatakan bahwa pendapatan tahunannya berdasarkan laju berjalan (annualized revenue) telah tumbuh lebih dari 10 kali lipat sejak Juni 2025 . Salah satu laporan yang dikutip dalam unggahan Tech Funding News bahkan menyebut pertumbuhan penjualan kuartal pertama 2026 mencapai 96 kali lipat secara tahunan .
Meski angka pastinya berbeda antara satu sumber dan sumber lain, arah pertumbuhannya terlihat sangat cepat. Salah satu analis memperkirakan valuasi perusahaan tersebut setara dengan rasio maksimal 17 kali pendapatan tahunan berdasarkan laju berjalan .
Sejumlah pemberitaan mengenai Seri B juga menyebut pasar AI inference bernilai sekitar US$106 miliar. Namun, angka itu tidak dikonfirmasi secara langsung dalam sumber primer yang tersedia untuk analisis ini .
Multiverse Computing mengatakan dana Seri C akan digunakan untuk memperluas pustaka model AI efisien, melanjutkan riset dan pengembangan, serta membangun infrastruktur dan perangkat lunak untuk AI berdaulat—yakni sistem AI yang dapat dioperasikan dengan kendali lebih besar atas data dan infrastrukturnya sendiri .
Perusahaan juga berencana memperluas operasional di Asia Timur dan Asia Tenggara, Timur Tengah, serta Kanada . Target penerapannya mencakup sektor manufaktur, keuangan, energi, kedirgantaraan, keamanan siber, pertahanan, dan layanan kesehatan .
Jika pendekatan ini dapat diterapkan secara luas, nilai jual Multiverse Computing bukan sekadar membuat model AI lebih ringkas. Teknologi tersebut berpotensi membantu perusahaan menjalankan AI dengan kebutuhan memori, energi, dan biaya inferensi yang lebih rendah—termasuk di perangkat, sistem lokal, dan pusat data yang memprioritaskan kedaulatan data.