AS menghentikan kampanye pengeboman setelah 13 malam berturut turut pada Jumat, 24 Juli 2026, dan belum melakukan serangan lagi sejak saat itu [2][6]. Jeda ini dipicu oleh kekhawatiran internal AS: persediaan amunisi yang menipis, target militer Iran yang mulai habis, dan meningkatnya jumlah korban tewas serta luka...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What caused the U.S. and Iran to halt military strikes against each other after 13 consecutive ni. Article summary: Here is the fact-checked summary based on the latest reporting.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Berikut ringkasan yang diverifikasi berdasarkan laporan terbaru.
Militer AS mengakhiri kampanye pengeboman 13 malamnya terhadap Iran pada hari Jumat, 24 Juli 2026, dan belum melakukan serangan lagi sejak saat itu . Jeda ini didorong oleh kekhawatiran internal AS yang dilaporkan oleh para penasihat pemerintahan Trump:
Jeda ini mengikuti pola yang mirip dengan gencatan senjata sebelumnya pada April 2026, yang kemudian terkikis oleh baku tembak berikutnya . Kondisi langsungnya adalah penghentian informal bersama: AS berhenti mengebom pada Jumat malam, dan Iran merespons dengan menghentikan serangan balasannya juga
. Kedua belah pihak tampaknya menguji apakah jeda dapat bertahan sementara perundingan dimulai kembali
.
Jeda ini dipandang rapuh. Analis mencatat AS berhenti sebagian karena keterbatasan sumber daya dan bukan karena terobosan strategis . Kedua belah pihak telah menggunakan gencatan senjata sebelumnya untuk mempersenjatai kembali dan memposisikan ulang. Jendela saat ini genting: AS belum mengesampingkan untuk melanjutkan serangan, Iran mengkondisikan pengendaliannya pada jeda AS yang bertahan
, dan negosiasi Selat Hormuz melalui Oman masih dalam tahap awal
. Perang telah menghabiskan biaya puluhan miliar dolar bagi AS dan telah digambarkan oleh para pejabat Pentagon sebagai "akhir dari sebuah era" dalam pendekatan militer AS terhadap Timur Tengah
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
AS menghentikan kampanye pengeboman setelah 13 malam berturut turut pada Jumat, 24 Juli 2026, dan belum melakukan serangan lagi sejak saat itu [2][6].
AS menghentikan kampanye pengeboman setelah 13 malam berturut turut pada Jumat, 24 Juli 2026, dan belum melakukan serangan lagi sejak saat itu [2][6]. Jeda ini dipicu oleh kekhawatiran internal AS: persediaan amunisi yang menipis, target militer Iran yang mulai habis, dan meningkatnya jumlah korban tewas serta luka luka di pihak AS [1][5][7][10].
Iran pun menghentikan serangan balasannya sebagai respons terhadap jeda AS [5][6].