Ironinya jelas terlihat: Altman membangun aplikasi mirip TikTok yang bersaing pada lingkaran keterlibatan (engagement loops) yang sama yang ia anggap adiktif dan merusak secara pribadi.
Pada 6 Februari 2026, Komisi Eropa mengeluarkan putusan awal (preliminary ruling) bahwa desain TikTok — termasuk fitur gulir tak terbatas (infinite scrolling), putar otomatis (auto-play), dan algoritma rekomendasi — merupakan "desain adiktif" (addictive design) yang melanggar Undang-Undang Layanan Digital (DSA) . Ini adalah pertama kalinya tindakan penegakan hukum UE menargetkan arsitektur platform, bukan konten ilegal atau perlindungan data
. Komisi memberikan ultimatum kepada TikTok untuk mengubah desainnya atau menghadapi denda hingga 6% dari omzet tahunan global
. Pada Mei 2026, Ursula von der Leyen mengumumkan pengawasan yang lebih ketat terhadap desain adiktif di TikTok, Instagram, dan platform lainnya
.
Altman semakin vokal dalam membatasi waktu layar untuk anak-anak. Pada April 2026, ia mengatakan dalam podcast Mostly Human bahwa ia akan menunda interaksi putranya dengan AI dan membatasi paparan terhadap umpan algoritmik seperti gulir tak terbatas (infinite scroll) . Ia mengatakan tidak ingin anaknya menjadi "iPad kid" dan malah ingin ia "bermain di tanah" (play in the dirt) dan menghabiskan waktu di luar ruangan
. Altman memuji potensi penggunaan AI di sekolah untuk bimbingan belajar yang dipersonalisasi, namun memperingatkan bahwa penerapan seperti itu juga bisa berjalan salah
.
Garis besarnya sangat mencolok: Altman mengalami langsung tarikan adiktif TikTok saat riset Sora, menghapus aplikasi dan semua notifikasi ponsel sebagai hasilnya, membangun dan kemudian menutup aplikasi AI saingan TikTok, menyaksikan regulator UE memutuskan desain adiktif TikTok ilegal, dan kini secara terbuka menganjurkan untuk menjauhkan anak-anak dari umpan algoritmik yang selama ini perusahaannya rekayasa.