Harga minyak tembus $100/barel (23–24 Juli). Minyak mentah Brent menembus $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei, melonjak lebih dari 6% pada 23 Juli setelah serangan tanker Houthi memperparah gangguan yang sudah ada akibat penutupan Selat Hormuz . Brent tetap mendekati $100 pada 24 Juli setelah Iran menolak proposal gencatan senjata AS
. Goldman Sachs memproyeksikan Brent bisa melampaui $110/barel pada kuartal IV
.
Serangan drone jarak jauh Ukraina (25–26 Juli). Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menyerang beberapa target militer dan logistik Rusia, termasuk kapal-kapal Rusia di Laut Kaspia yang digunakan untuk mengangkut kargo militer antara Iran dan Rusia . Presiden Zelensky mengkonfirmasi "hasil yang sangat kuat" dari serangan jarak jauh yang mengenai kapal-kapal yang terlibat dalam pengiriman kargo militer terkait Iran
.
Korban dan respons Iran. Kementerian Luar Negeri Iran melaporkan bahwa serangan Ukraina terhadap sebuah kapal dagang Iran di Laut Kaspia menewaskan satu awak dan melukai satu lainnya. Tehran menyebutnya sebagai "tindakan agresi" dan mengancam akan membela kepentingan nasionalnya . Media Iran juga mengancam Kyiv dengan serangan rudal balas, dengan menyatakan "seluruh Ukraina dalam jangkauan"
.
Signifikansi strategis. Serangan ini menandai perluasan signifikan cakupan geografis perang Ukraina ke Laut Kaspia, secara langsung menghantam koridor logistik militer Rusia-Iran dan meningkatkan risiko konfrontasi langsung Iran-Ukraina .
Serangan udara berlanjut (tidak ada jeda, berdasarkan bukti yang tersedia). Militer AS melakukan serangan udara malam ke-12 berturut-turut terhadap Iran pada 23–24 Juli, menargetkan instalasi militer Iran untuk membatasi kemampuan Tehran menyerang pelayaran di Selat Hormuz . Bukti yang tersedia tidak mengkonfirmasi jeda serangan udara AS terhadap Iran pada akhir Juli 2026. Jika jeda seperti itu terjadi, hal itu tidak tercermin dalam laporan terbaru, yang justru menggambarkan serangan berkelanjutan.
Blokade laut AS dipertahankan. Blokade laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran, yang awalnya diberlakukan pada 13 April 2026, tetap berlaku, membatasi semua pelayaran ke dan dari Iran . Blokade ini menjadi konteks pendorong bagi Iran untuk mendorong aktivasi ancaman Houthi di Bab el-Mandeb sebagai langkah tekanan balasan
.
Kesenjangan bukti. Tidak ada sumber langsung yang ditemukan untuk kecaman Yordania terhadap serangan Houthi dalam bukti yang tersedia. Klaim mengenai jeda serangan udara AS tidak didukung oleh bukti terbaru yang tersedia, yang justru menunjukkan serangan AS berkelanjutan setidaknya hingga 24 Juli.