Pada 24 Juli 2026—hanya satu hari kemudian—China langsung membalas. Kementerian Perdagangan China mengumumkan penambahan 14 entitas UE ke dalam daftar kontrol ekspornya . Langkah ini secara eksplisit dinyatakan sebagai tindakan balasan terhadap paket sanksi ke-21 UE
.
Sanksi UE pada perusahaan China/Hong Kong — 14 entitas China dan Hong Kong ini dikenai larangan transaksi oleh UE, yang berarti perusahaan Eropa dilarang berbisnis dengan mereka . Alasan UE adalah perusahaan-perusahaan ini diduga menjadi penyalur barang dual-use (elektronik, komponen drone, chip, dll.) ke pengguna militer Rusia
.
Daftar kontrol ekspor China — entitas UE yang disebutkan:
Tindakan China — Kementerian Perdagangan China memerintahkan larangan ekspor barang dual-use ke 14 entitas UE yang terdaftar . Barang dual-use adalah produk yang memiliki aplikasi sipil dan militer, termasuk elektronik canggih, material tanah jarang, komponen drone, peralatan manufaktur semikonduktor, dan bahan kimia khusus
. Pembatasan ini bersifat segera dan tanpa batas waktu.
Tindakan UE — UE memberlakukan larangan transaksi pada 14 perusahaan China/Hong Kong, yang berarti perusahaan dan warga negara UE dilarang menyediakan dana atau sumber daya ekonomi kepada entitas tersebut . Paket ke-21 juga menargetkan lebih dari 100 bank dan lembaga keuangan Rusia, memperluas pembatasan armada bayangan, dan meletakkan dasar untuk larangan layanan maritim di masa depan pada minyak mentah Rusia
.
Ini bukan kali pertama terjadi siklus seperti ini. Setelah paket sanksi ke-20 UE (diadopsi 23 April 2026), yang mencakup 29 individu dan entitas China dalam sanksi atau daftar kontrol ekspor UE, China membalas pada 24 April 2026 dengan menambahkan 7 perusahaan UE ke dalam daftar entitas kontrol ekspornya . Kementerian Perdagangan China menyatakan "ketidaksetujuan keras" dan menuntut penghapusan segera perusahaan China dari daftar UE, serta memperingatkan bahwa "semua konsekuensi akan ditanggung oleh UE"
.
Putaran sebelumnya lebih kecil (7 vs. 14 entitas UE) dan lebih lambat, tetapi polanya identik: paket sanksi UE yang menargetkan perusahaan China → Kementerian Perdagangan China mengumumkan kontrol ekspor simetris pada perusahaan UE dalam 1-2 hari.
Eskalasi skala dan kecepatan — Pembalasan untuk paket ke-21 ini lebih cepat dan lebih besar dari respons paket ke-20 (1 hari vs. 2 hari; 14 entitas vs. 7 entitas), menandakan bahwa Beijing mempercepat tindakan balasannya .
Asimetri strategis — Analis mencatat adanya asimetri yang disengaja: UE terutama menargetkan perusahaan logistik dan perdagangan China yang dituduh melakukan penghindaran sanksi, sementara China menargetkan raksasa industri pertahanan dan teknologi tinggi Eropa (Rheinmetall, III-V Lab, Tatra)—perusahaan yang menjadi pusat rantai pasok militer UE . Ini memperkuat dampak ekonomi pada sektor pertahanan Eropa.
Gesekan perdagangan dan diplomatik yang lebih luas — Hubungan China-UE telah memburuk di berbagai bidang:
Protes resmi — Pada 25 Juli 2026, China mengajukan protes resmi kepada UE, menuduh Brussel "secara tidak adil menargetkan bisnis China" dan memperingatkan bahwa tindakan semacam itu merusak kepercayaan bilateral .
| Putaran | Tanggal | Tindakan UE | Balasan China | Jumlah Entitas |
|---|---|---|---|---|
| Paket ke-20 | 23-24 April 2026 | UE menjatuhkan sanksi pada 29 entitas China | China memasukkan 7 perusahaan UE ke daftar hitam | 7 vs. 29 |
| Paket ke-21 | 23-24 Juli 2026 | UE melarang transaksi dengan 14 perusahaan China/HK | China melarang ekspor dual-use ke 14 entitas UE | 14 vs. 14 |
Siklus paket ke-21 menandai pembalasan tercepat dan paling simetris secara numerik sejauh ini, dengan China meningkatkan kecepatan dan dampak strategis dari tindakan balasannya dengan menargetkan perusahaan pertahanan dan semikonduktor inti Eropa.