Sejak gencatan senjata yang ditengahi AS mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, situasi di Gaza sama sekali tidak mencerminkan kata "gencatan senjata". Operasi militer Israel hampir setiap hari terus berlanjut, para mediator bolak-balik antar ibu kota, dan jumlah korban tewas terus meningkat. Hingga akhir Juli 2026, gencatan senjata secara teknis masih berlaku tetapi sudah sangat terkikis. Berikut adalah fakta-fakta terkini yang perlu diketahui.
Gencatan senjata yang ditengahi AS masih berlaku tetapi secara luas digambarkan sebagai "rapuh" (frayed). Buletin pemerintah Inggris pada Juni 2026 menyatakan bahwa "operasi militer dan serangan udara Israel terus berlanjut di Gaza, yang mengakibatkan korban jiwa yang terus berlangsung" . Mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki terus berupaya menjaga gencatan senjata, namun negosiasi mengenai pelucutan senjata Hamas dan transisi ke fase kedua dari perjanjian tersebut sebagian besar telah menemui jalan buntu
. Hamas dilaporkan telah menolak proposal pelucutan senjata, dengan alasan bahwa Israel melanggar kewajiban gencatan senjatanya sendiri
.
Jumlah korban tewas sejak gencatan senjata dimulai terus meningkat. Pada 18 Juni 2026, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas akibat tembakan Israel sejak gencatan senjata telah melampaui 1.000 orang . Pada 8 Juli 2026, angka tersebut mencapai sekitar 1.085 jiwa
. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) secara independen telah memverifikasi 629 kematian pada awal Juli 2026, termasuk 269 perempuan dan anak-anak, dan mencatat bahwa verifikasi sisanya masih berlangsung
. Jumlah total kumulatif korban tewas di Gaza sejak Oktober 2023 telah melampaui 72.000 jiwa, menurut otoritas kesehatan setempat
.
Catatan: Angka korban jiwa ini terutama berasal dari laporan Kementerian Kesehatan Gaza, yang berada di bawah administrasi Hamas. Badan-badan internasional seperti PBB hanya dapat memverifikasi sebagian dari kematian pasca-gencatan senjata .
Serangan udara di seluruh Jalur Gaza terus berlanjut sepanjang Juli 2026, dengan kamp-kamp pengungsi menjadi salah satu lokasi yang sering menjadi sasaran.
Kamp pengungsi Bureij (Gaza tengah): Pada 24 Juli 2026, pesawat tempur Israel membom dan menghancurkan total Masjid Al-Noor di Blok 9 kamp Bureij . Bukti foto dari hari yang sama, yang diabadikan oleh APA Images / ZUMA Press Wire / dpa, menunjukkan seorang warga Palestina memeriksa kerusakan
. Sebelumnya pada bulan yang sama, pada 16 Juli, sebuah serangan udara di Bureij menewaskan setidaknya lima warga Palestina
.
Jabalia (Gaza utara): Pada 24 Juli 2026, sebuah serangan udara Israel menghancurkan sebuah rumah di Jabalia . Pelaporan yang lebih luas sepanjang Juli mengonfirmasi serangan terus-menerus di Gaza utara, dengan banyak rumah dan infrastruktur sipil yang menjadi sasaran
.
Khan Younis (Gaza selatan): Khan Younis berulang kali diserang pada bulan Juni dan Juli. Pada 14 Juni, serangan pesawat nirawak dan udara di Khan Younis dan kamp Bureij menewaskan tiga warga Palestina . Reuters melaporkan bahwa pasukan Israel menyerang sebuah tempat tinggal di dekat permukiman tenda bagi para pengungsi di Khan Younis pada 7-8 Juni, sebagai bagian dari perluasan "zona kontrol" Israel di dalam Gaza
. Sebuah laporan situasi OCHA mencatat bahwa pada 29 Juni, seorang ibu dan bayi perempuannya dilaporkan tewas dalam serangan udara di daerah Al Mawasi, Khan Younis, yang juga menghancurkan atau merusak ratusan tenda
.
Pada 24 Juli 2026, pesawat tempur Israel menghancurkan Masjid Al-Noor di Blok 9 kamp pengungsi Bureij . Masjid dan area sekitarnya dibom dalam serangan udara malam hari, dengan tentara Israel dilaporkan memerintahkan evakuasi area tersebut sebelumnya
. Hamas mengutuk serangan itu, yang dibingkai dalam eskalasi serangan yang lebih luas
. Gambar dari kantor berita foto di lokasi kejadian tertanggal 24 Juli 2026, mengonfirmasi peristiwa tersebut
. Penghancuran Al-Noor menambah daftar panjang kerusakan situs keagamaan di Gaza sejak Oktober 2023
.
Pada 24 Juli 2026, Khalil al-Hayya, kepala biro politik Hamas, mengirimkan pesan kepada para pemimpin Mesir, Qatar, dan Turki, mendesak mereka untuk "menggunakan semua upaya mereka untuk memaksa rezim Zionis menghentikan kejahatan dan pelanggarannya atas komitmen gencatan senjata" . Seruan ini menyusul serangkaian keterlibatan diplomatik. Al-Hayya memimpin delegasi Hamas ke Kairo pada akhir Mei dan awal Juni 2026 untuk membahas implementasi gencatan senjata
. Delegasi Hamas terpisah, termasuk al-Hayya, bertemu dengan kepala intelijen Turki Ibrahim Kalin di Ankara pada 2 Juni 2026 untuk membahas eskalasi serangan Israel dan pelanggaran gencatan senjata
. Pada Mei 2026, al-Hayya menyatakan bahwa "Israel tidak mematuhi kewajiban apa pun dan mengingkari semua perjanjian," serta menyatakan bahwa negosiasi berada dalam kebuntuan
. Kebuntuan pembicaraan ini telah meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya kembali konflik skala penuh
.
Pertanyaan awal menyertakan klaim tentang Israel yang membangun tanggul tanah sepanjang 23 kilometer di dalam Gaza di luar Garis Kuning. Angka spesifik ini tidak dapat diverifikasi secara independen dari sumber yang dikutip. Meskipun Reuters melaporkan pada Juni 2026 bahwa Israel memperluas "zona kontrolnya" di dalam Gaza , tidak ada satu pun sumber dalam kumpulan yang disediakan yang mengonfirmasi klaim tanggul tanah sepanjang 23 km tersebut.
Dipublikasikan: Juli 2026. Semua informasi telah diperiksa faktanya berdasarkan sumber yang diberikan dan mencerminkan pelaporan yang tersedia pada tanggal tersebut.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Lebih dari 1.000 warga Palestina tewas oleh tembakan Israel sejak gencatan senjata yang ditengahi AS berlaku pada 10 Oktober 2025; PBB telah memverifikasi 629 kematian hingga awal Juli 2026.
Lebih dari 1.000 warga Palestina tewas oleh tembakan Israel sejak gencatan senjata yang ditengahi AS berlaku pada 10 Oktober 2025; PBB telah memverifikasi 629 kematian hingga awal Juli 2026. Pada 24 Juli 2026, pesawat tempur Israel menghancurkan Masjid Al Noor di kamp pengungsi Bureij dan menyerang sebuah rumah di Jabalia, sementara pemimpin Hamas Khalil al Hayya meminta Mesir, Qatar, dan Turki untuk mema...