Strategy melakukan dua aksi jual Bitcoin yang terpisah pada pertengahan 2026, dengan total sekitar 3.620 BTC.
Strategy menjual sebagian kecil kepemilikannya pada akhir Mei/awal Juni 2026. Ini adalah penjualan Bitcoin pertama mereka sejak tahun 2022 . Beberapa media melaporkan bahwa likuidasi awal ini memicu penurunan tajam pasar, di mana harga Bitcoin turun di bawah $70.000 untuk pertama kalinya sejak April 2026, dan terus merosot hingga menembus $60.000 pada 5 Juni 2026
. CNBC mencatat bahwa meskipun penjualannya kecil, aksi ini secara psikologis mematahkan sikap "tidak akan pernah menjual" (never sell) yang selama ini dipegang oleh Michael Saylor
.
Antara 29 Juni dan 5 Juli 2026, Strategy menjual 3.588 BTC dengan nilai sekitar $216 juta. Ini adalah likuidasi Bitcoin tunggal terbesar dalam sejarah perusahaan . Penjualan dilakukan dalam dua tahap:
Hasil penjualan digunakan untuk mendanai dividen bagi pemegang saham preferen (preferred security holders) dan menambah cadangan dolar AS (U.S. dollar reserves) . Setelah penjualan, Strategy masih memegang 843.775 BTC dan memiliki cadangan dolar AS sebesar $2,55 miliar
.
Dalam laporan 8-K untuk kuartal kedua yang dirilis pada 6 Juli 2026, Strategy melaporkan kerugian aset digital sebesar $8,32 miliar. The Wall Street Journal mengonfirmasi angka ini, dengan menyebutkan bahwa sebagian besar kerugian tersebut belum terealisasi (unrealized) . Rinciannya menunjukkan $8,31 miliar adalah kerugian yang belum terealisasi (berdasarkan mark-to-market) dan hanya $0,9 juta adalah kerugian yang sudah terealisasi
. Kerugian ini mencerminkan harga Bitcoin yang saat itu diperdagangkan di bawah biaya akuisisi rata-rata Strategy, yaitu sekitar $75.476 per koin
.
Aksi jual pada pertengahan 2026 ini terjadi di tengah kejatuhan harga Bitcoin yang parah dan tekanan pada model digital asset treasury (DAT):
Bitcoin mencapai puncaknya sekitar $126.000 pada Oktober 2025 (beberapa sumber menyebut ini sebagai all-time high) . Pada pertengahan 2026, harga telah jatuh sekitar 50% dari puncak tersebut, diperdagangkan di kisaran $58.000–$61.000 pada akhir Juni 2026
. Pada 5 Juni, total nilai kepemilikan Bitcoin di neraca perusahaan publik telah turun dari $134 miliar menjadi $72 miliar — sebuah penurunan $62 miliar
.
Menurut Matthew Sigel, Kepala Riset Aset Digital VanEck, beberapa perusahaan telah sepenuhnya keluar dari kripto dan masih banyak lagi yang mengurangi kepemilikan secara substansial . CoinDesk melaporkan pada 24 Juli 2026 bahwa perusahaan-perusahaan Bitcoin treasury "mulai melepas kepemilikan karena model DAT berada di bawah tekanan," dengan harga saham yang ambruk dan perusahaan beralih ke bisnis AI atau lainnya
. Beberapa sumber mengonfirmasi bahwa gelombang penjualan ini mencakup sembilan perusahaan yang sepenuhnya keluar dari treasury Bitcoin mereka
.
Strategy meninggalkan semboyan "tidak akan pernah menjual" (never sell) yang sudah lama dipegang, dimulai dengan penjualan kecil di bulan Mei dan kemudian secara tegas dengan likuidasi 3.588 BTC di bulan Juli . Perusahaan mengadopsi kerangka kerja manajemen treasury baru yang mengizinkan penjualan koin hingga $1,25 miliar, menandai perubahan formal dari akumulasi murni menuju manajemen utang dan likuiditas yang aktif
. New York Post menyebutnya sebagai "penyimpangan dari prinsip pendiri Michael Saylor yaitu 'jangan pernah jual Bitcoin Anda'"
.
Beberapa perusahaan Bitcoin treasury menghadapi tekanan arus kas yang akut karena nilai agunan Bitcoin mereka menurun, perjanjian utang konversi semakin ketat, dan harga saham ambruk . Pelunasan utang lebih awal oleh The Smarter Web secara eksplisit dibingkai sebagai langkah untuk menjaga likuiditas
.
Catatan Sumber Utama: