Moody's Ratings dan Jefferies memperingatkan bahwa pembangunan infrastruktur AI telah menciptakan 'perubahan rezim risiko kredit', dengan proyeksi belanja modal (capex) hiperskala AS mencapai US$ 785 miliar pada 2026... Sebuah 'bom waktu' akuntansi terungkap: terdapat US$ 662 miliar dalam komitmen sewa pusat data ma...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What credit risks do Moody's Ratings and Jefferies warn about regarding Big Tech's AI-driven debt. Article summary: Here is a comprehensive, source-backed breakdown of the credit risks that Moody's Ratings and Jefferies have warned about regarding Big Tech's AI-driven debt buildup.. Topic tags: general, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tin
Perlombaan untuk mendominasi kecerdasan buatan (AI) telah mendorong perusahaan-perusahaan teknologi terbesar di dunia ke dalam 'pesta pemborosan' yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kini, tagihannya mulai jatuh tempo dengan cara yang oleh lembaga pemeringkat kredit disebut sebagai risiko material bagi stabilitas keuangan global.
Moody's Ratings dan Jefferies telah mengeluarkan peringatan keras bahwa pembangunan infrastruktur AI—yang digerakkan oleh Amazon, Microsoft, Alphabet (Google), Meta, dan Oracle—telah menciptakan perubahan rezim (regime shift) di pasar kredit. Inti masalahnya adalah: siklus investasi tahunan senilai triliunan dolar yang didanai oleh utang dalam jumlah rekor, kewajiban sewa yang tersembunyi, dan struktur pendanaan melingkar yang bisa runtuh jika pendapatan dari AI tidak terwujud seperti yang diharapkan.
Proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) terus direvisi naik secara tajam seiring percepatan pengeluaran yang jauh melampaui ekspektasi awal. Moody's kini memproyeksikan capex hiperskala AS akan mencapai US$ 785 miliar pada 2026, sebuah peningkatan signifikan dari perkiraan Maret yang sebesar US$ 700 miliar . Perkiraan lain menyebutkan angka antara US$ 660 miliar hingga US$ 725 miliar untuk lima hiperskala terbesar
.
Ke depan, lintasannya semakin curam. Moody's melihat capex 2027 mendekati US$ 870 miliar hingga US$ 1 triliun . Bank of America memproyeksikan capex hiperskala global melampaui US$ 800 miliar pada 2026 dan mencapai US$ 1 triliun pada 2027
. Morgan Stanley dan Goldman Sachs bahkan mengeluarkan perkiraan yang lebih tinggi, dengan Goldman menyatakan bahwa perkiraan konsensus untuk 2027 terlalu konservatif dan pengeluaran bisa mencapai US$ 1,1 triliun
.
Peringatan utama Moody's blak-blakan: pengeluaran infrastruktur AI berjalan pada 'kecepatan tahunan triliunan dolar', memaksa perusahaan yang secara historis 'aset-ringan' (asset-light) menjadi model 'aset-berat' (asset-heavy) yang belum pernah terjadi sebelumnya .
Mungkin risiko paling mengkhawatirkan yang diidentifikasi Moody's adalah kewajiban raksasa yang tersembunyi dalam aturan akuntansi. Hingga akhir 2025, lima hiperskala AS utama telah mengakumulasi sekitar US$ 662 miliar dalam komitmen sewa pusat data masa depan yang belum dimulai, yang sepenuhnya tidak tercatat di neraca mereka berdasarkan standar akuntansi AS (ASC 842) .
Jika digabungkan dengan komitmen lain—termasuk kontrak pasokan GPU dan server—total eksposur sewa masa depan yang belum didiskon mencapai sekitar US$ 969 miliar . Analisis terpisah dari Nikkei atas laporan keuangan menemukan bahwa Alphabet, Microsoft, Amazon, Meta, dan Oracle memiliki US$ 1,65 triliun dalam total komitmen off-balance-sheet, yang sebagian besar terkait dengan sewa pusat data, kontrak GPU, dan server
.
Analis akuntansi Moody's, David Gonzales dan Alastair Drake, menghitung bahwa US$ 662 miliar yang tidak tercatat itu setara dengan 113% dari total utang yang disesuaikan (adjusted debt) dari kelima hiperskala tersebut . Saat sewa-sewa ini mulai berlaku, lebih dari setengah triliun dolar aset pusat data akan mulai muncul di neraca perusahaan, menekan metrik kredit tradisional.
Moody's secara eksplisit memperingatkan bahwa perusahaan yang menggunakan sewa off-balance-sheet untuk membiayai infrastruktur AI berisiko mengalami "penurunan material" dalam profil kredit mereka, menempatkan lembaga pemeringkat ini pada posisi berseberangan dengan pesaingnya, S&P, terkait apa yang menjadi salah satu metode pembiayaan paling populer untuk kapasitas pusat data .
Baik Moody's maupun Jefferies telah menandai sifat yang saling terhubung dan melingkar dari pembiayaan AI sebagai celah keretakan yang semakin besar. Bloomberg mendokumentasikan 'skenario yang berulang': perusahaan komputasi awan (cloud) dan pembuat chip—yang dipimpin oleh Nvidia—membantu mendanai pengembang AI terkemuka, yang kemudian menjadi beberapa pelanggan terbesar mereka, menciptakan siklus pengeluaran yang saling merujuk (self-referential) .
Microsoft telah menginvestasikan lebih dari US$ 13 miliar di OpenAI, dengan tranche terbesar senilai US$ 10 miliar dari kesepakatan yang diumumkan pada awal 2023. Amazon dan Alphabet (Google) setuju untuk berinvestasi masing-masing hingga US$ 4 miliar dan US$ 2 miliar dalam pengaturan serupa .
UBS telah membandingkan kesepakatan yang saling terkait ini dengan gelembung telekomunikasi pada pergantian milenium, mencatat kekhawatiran bahwa perusahaan berinvestasi satu sama lain dan bergantung pada pengeluaran bersama . J.P. Morgan mengakui "skala dan sifat melingkar" dari pengumuman kemitraan besar antara pengembang model AI, hiperskala, dan perusahaan chip, mencatat bahwa komitmen modal mencakup beberapa tahun dengan target eksekusi yang bersifat kontinjensi
.
Jefferies memberikan peringatan yang sangat tajam: risiko terbesar bagi siklus teknologi yang didorong AI bukanlah gangguan pasokan chip, melainkan 'kesadaran mendadak oleh para investor bahwa para hiperskala dan perusahaan seperti OpenAI serta Anthropic tidak akan mampu menghasilkan pengembalian atas investasi mereka' . Perusahaan pialang itu berpendapat bahwa kekhawatiran pendanaan dapat "memicu keengganan mendadak untuk mendanai investasi-investasi ini, yang kemudian akan diperparah oleh pengaturan melingkar di antara para pemain utama"
.
Perusahaan Big Tech telah membanjiri pasar kredit dengan gelombang utang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan teknologi menerbitkan rekor US$ 108,7 miliar dalam obligasi korporasi dalam tiga bulan terakhir tahun 2025, kira-kira dua kali lipat rekor kuartal sebelumnya, dengan penerbitan deras yang berlanjut hingga 2026 . Oracle, Meta, Alphabet, dan lainnya meminjam dalam jumlah besar untuk membiayai pusat data AI dan sistem energi terkait
.
Bloomberg melaporkan bahwa penawaran obligasi raksasa ini berisiko membanjiri pembeli dan memperlemah pasar kredit di kedua sisi Atlantik, menciptakan gelombang pasokan obligasi korporasi terbesar dalam sejarah . Investor memperingatkan bahwa volume yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dapat mengganggu dana kredit pasif (passive credit funds), yang merupakan pembeli utama pasokan baru ini
. Beberapa proyeksi menunjukkan bahwa perusahaan teknologi dapat mengandalkan utang hingga US$ 1,5 triliun pada tahun 2028 untuk ekspansi infrastruktur AI
.
Moody's blak-blakan tentang erosi kualitas kredit. Perlombaan membangun infrastruktur AI dengan 'kecepatan tahunan triliunan dolar' sedang "menggerus arus kas bebas (free cash flow)" di perusahaan-perusahaan hiperskala, memaksa bahkan perusahaan dengan kas terbanyak di dunia untuk meningkatkan risiko neraca keuangan .
Lembaga pemeringkat itu menulis: "Transisi dari model aset-ringan ke model aset-berat memerlukan tingkat investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya," yang menguras arus kas bebas dan mendorong risiko neraca keuangan lebih tinggi di enam perusahaan teknologi besar: Microsoft, Amazon, Alphabet, Meta, Oracle, dan CoreWeave .
Moody's telah menandai Oracle dan CoreWeave sebagai 'mata rantai kredit terlemah' di era AI . Jefferies mencatat bahwa para hiperskala semakin mengandalkan utang daripada arus kas internal untuk membiayai investasi AI, meningkatkan risiko penurunan leverage jika pendapatan AI gagal terwujud sesuai jadwal
.
| Metrik | Jumlah |
|---|---|
| Capex hiperskala 2026 (Moody's) | US$ 785 miliar |
| Proyeksi capex hiperskala 2027 | US$ 870 miliar – US$ 1,1 triliun |
| Komitmen sewa masa depan off-balance-sheet (Moody's) | US$ 662 miliar |
| Total eksposur sewa masa depan (belum didiskon) | ~US$ 969 miliar |
| Komitmen off-balance-sheet lebih luas (Nikkei) | US$ 1,65 triliun |
| Rekor penerbitan obligasi teknologi (Q4 2025) | US$ 108,7 miliar |
Konsensus di antara Moody's, Jefferies, dan analis lainnya jelas: pembangunan infrastruktur AI telah menciptakan perubahan rezim risiko kredit (credit risk regime shift). Pengeluaran awal yang masif, kewajiban sewa tersembunyi yang sangat besar, struktur kesepakatan yang melingkar, dan penurunan arus kas bebas semuanya menguji profil kredit perusahaan teknologi terbesar di dunia dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya. Kepala Ekonom Moody's Analytics, Mark Zandi, telah membunyikan alarm, dengan mengatakan bahwa masalah leverage ini dapat menimbulkan kerusakan ekonomi yang lebih luas daripada koreksi pasar sebelumnya, termasuk era dot-com .
Pertanyaan kuncinya masih belum terjawab: akankah pendapatan dari aplikasi AI pernah membenarkan triliunan dolar yang saat ini dikucurkan untuk infrastrukturnya?
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Moody's Ratings dan Jefferies memperingatkan bahwa pembangunan infrastruktur AI telah menciptakan 'perubahan rezim risiko kredit', dengan proyeksi belanja modal (capex) hiperskala AS mencapai US$ 785 miliar pada 2026...
Moody's Ratings dan Jefferies memperingatkan bahwa pembangunan infrastruktur AI telah menciptakan 'perubahan rezim risiko kredit', dengan proyeksi belanja modal (capex) hiperskala AS mencapai US$ 785 miliar pada 2026... Sebuah 'bom waktu' akuntansi terungkap: terdapat US$ 662 miliar dalam komitmen sewa pusat data masa depan yang sepenuhnya tidak tercatat di neraca (off balance sheet) perusahaan Big Tech [5][6].
Baik Moody's maupun Jefferies menyoroti skema 'pendanaan melingkar' (circular financing)—di mana perusahaan cloud dan pembuat chip seperti Nvidia mendanai pengembang AI yang kemudian menjadi pelanggan terbesar mereka—...