Implan N1 adalah intracortical brain-computer interface (BCI) yang merekam sinyal saraf dari neuron di korteks motorik melalui 1.024 elektroda yang tersebar di 64 kabel ultra-tipis . Saat peserta berpikir untuk bergerak—misalnya berniat mendorong joystick ke kiri atau kanan—implan mendeteksi pola percikan (spiking patterns) di korteks motorik .
Sinyal saraf ini dikirim secara nirkabel ke aplikasi khusus Neuralink yang berjalan di perangkat terhubung. Aplikasi ini menerjemahkan niat tersebut secara real-time menjadi perintah digital (maju, mundur, belok, atur kursi) yang langsung dijalankan kursi roda .
Menurut Neuralink, sistem ini bekerja dengan menggerakkan kursor di layar: kursor ke atas berarti kursi maju; ke bawah mundur; kiri/kanan untuk belok. Semakin jauh kursor didorong, semakin cepat kursi bergerak . Sistem ini dikalibrasi sesuai "kosakata saraf" masing-masing individu—peserta tidak perlu menggerakkan otot sama sekali; cukup berpikir .
PRIME Study (kependekan dari Precise Robotically IMplanted Brain-Computer InterfacE, nomor registrasi NCT06429735) adalah uji kelayakan (feasibility trial) pertama pada manusia. Ini adalah studi lengan tunggal di banyak lokasi yang mengevaluasi keamanan dan fungsi awal Implan N1 serta robot bedah R1 pada orang dewasa dengan quadriplegia akibat cedera tulang belakang atau ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis, penyakit saraf motorik) .
Capaian penting:
Implan N1 adalah alat investigasi saja—belum disetujui untuk dijual bebas atau penggunaan umum .
Singkatnya, demonstrasi kursi roda Neuralink adalah bukti konsep dalam uji klinis yang dikontrol ketat. Teknologi ini berfungsi untuk peserta PRIME Study, tetapi Implan N1 masih bertahun-tahun lagi dari ketersediaan komersial, tergantung pada penyelesaian uji coba yang sukses, data yang ditinjau sejawat, dan peninjauan FDA .